[Cerpen] Musim Timur Aku benci laut! Aku benci pantai, laut, apalagi samudra. Terkadang aku benci danau. Apapun nama tempat di dun...
“Serius? Kamu putus sama Adam?” tanya Alina tak percaya. “Ngapain gue bohong?” jawab Rena agak kesal pada sahabatnya. “Gue sedih banget...
Gurita yang bisa bicara Sekelompok anak SMA dimabuk euphoria . Nama mereka telah disahkan sebagai penduduk sekolah yang mendapat ijaza...
LARI Semalam, hujan jatuh seperti dikayuh. Segelas kopi tandas dalam sekejap. Sekedar penghangat sambil lalu. Aku masih di depan layar...
Secangkir teh aku hidangkan sebagai penghangat malam. Satu persatu teman berangkat lelap. Rumah kayu ini mulai terasa sepi. Sudah hampir...
sinar tidak akan berarti tanpa bayangan, dan bayangan terlahir atas kehadiran sinar
Setiap Daerah punya legenda kota, begitupun di sini. Legenda itu bisa jadi berasal dari kisah nyata atau hanya desas-desus masyarakat kota...
“Apa yang kau bayangkan tentang masa depan Nila?” Tanya Kama, lelaki itu memeluk perempuannya. “Sebuah rumah, nenek tua dengan banyak k...
Cerpen ini saya persembahkan untuk Alm. Bapak Samsir Mohamad. Saya sangat bahagia bisa mengenal beliau semasa hidupnya. Semoga beliau bahag...
Setiap siang menuju sore, penduduk sekitar rumah itu telah terbiasa melihat pemandangan dua perempuan menatap langit dari atas loteng. Mer...
Malam yang tak ramah di Kota Bandung. Jalanan padat dengan pelancong, mencari hiburan atau sekedar singgah makan. Maklum Weekend . Butuh w...
Laki-laki yang tak pernah jatuh cinta Laki-laki yang tak tahu rasanya luka Pada mawar yang berwarna darah, cerita ini men...
My Tale
Popular Posts
recent posts
Contact Form
Royalty
Wanderer
Library
Live to Tell the Tale
Warung Blogger
Emak-emak Blogger
Mama Daring
Mama Daring
Quests
- Books Review 27
- Event 95
- Event Review 91
- Fashions 20
- Flash Fiction 11
- Movie Review 24
- My Rainbow World 24
- My Work 29
- Network Review 12
- Product Review 46
- Review 75
- Techno 71
- Wedding Diaries 2
- Writing Tips 20

