SEPATUALANG Edisi Jalan-Jalan ke Bangka: Perjalanan Adalah Tentang Peristiwa dan Cerita Sejarah

 

SEPATUALANG-Edisi-Jalan-Jalan-ke-Bangka
SEPATUALANG Edisi Jalan-Jalan ke Bangka


Buku perjalanan bukanlah salah satu jenis favorit saya. It’s not my cup of tea. Namun, semua itu berubah ketika saya mulai menulis novel Babad Kopi Parahyangan dan kuliah di bidang antropologi. Betapa pentingnya catatan perjalanan sebab pengalaman dan informasi di dalamnya sangat kontekstual. Tentunya, sebuah daerah bisa jadi berkembang atau mengalami kemunduran. Masyarakat dan peradaban di suatu tempat akan mengalami perubahan. Itulah mengapa kini, saya menyukai buku catatan perjalanan. Ini bukan sekadar tentang sejarah, lebih dari itu mencatat tentang cerita manusia dan peristiwa di suatu daerah pada periode dan tempat tertentu.

Adalah Yunis Kartika, seorang penulis multitalenta yang kini konsisten menulis buku tentang perjalanan. SEPATUALANG Edisi Jalan-Jalan ke Bangka merupakan buku pertamanya. Nanti saya akan bahas buku-buku lainnya di publikasi yang terpisah.

 

  SEPATUALANG Edisi Jalan-Jalan ke Bangka Buku perjalanan bukanlah salah satu jenis favorit saya.  It’s not my cup of tea . Namun, semua i...

Tidak Ada Ode bagi Lautan: Siasat Bertahan Hidup Kaum Pelaut yang Termarjinalkan

 

tidak-ada-ode-bagi-lautan-karya-adia-puja
Tidak Ada Ode bagi Lautan karya Adia Puja

Makanan apa yang bisa dimakan gratis di tengah dunia kapitalis dan korup ini? Saya mungkin akan menjawab: tumbuhan pangan liar. Namun, ini pun tergantung wilayah geografisnya dan belum tentu mengenyangkan bagi sebagian orang. Jika pun ada, apakah ada akses ke pangan liar tersebut? Misalnya, di kota, pangan liar yang dianggap gulma itu hanya tumbuh di pinggir jalan atau tanah tidak terurus. Kebanyakan orang tentu tidak mau memakannya.


Makanan apa yang bisa dimakan gratis di tengah dunia kapitalis dan korup ini? Ketika akses untuk bahan makanan di laut dan darat terbatas jika tidak mau dibilang tertutup, kaum marjinal hampir tak punya apa-apa selain “sesuatu” yang berasal dari dirinya sendiri. Barangkali hal itu yang mau disampaikan oleh novel “Tidak Ada Ode bagi Lautan” karya Adia Puja.

 

  Tidak Ada Ode bagi Lautan karya Adia Puja Makanan apa yang bisa dimakan gratis di tengah dunia kapitalis dan korup ini? Saya mungkin aka...