Mudik Gratis Sido Muncul Ke-29 Bukti Kepedulian dan Konsistensi

Mudik Gratis Sido Muncul Ke-29 Bukti Kepedulian dan Konsistensi
Pak Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul menyapa para pemudik


Idulfitri tanpa berkumpul dengan orang tercinta terasa kurang bagaikan sayur tak bergaram. Khususnya di Indonesia, kita mengenal tradisi mudik ke kampung halaman karena mayoritas penduduknya merupakan kaum perantau. Baik itu dari desa ke kota, dari kota ke desa, lintas pulau, bahkan hingga ke mencanegara. Bukan rahasia lagi bila menjelang mudik ini harga tiket di berbagai moda transportasi melambung tinggi. Makanya harus pintar-pintar berburu tiket murah jauh sebelum bulan Ramadan.

Pak Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul menyapa para pemudik Idulfitri tanpa berkumpul dengan orang tercinta terasa kurang bagaikan...

Pengalaman Membersihkan Komedo dan Mengempiskan Jerawat di Lineation Centre

Pengalaman Membersihkan Komedo dan Mengempiskan Jerawat di Lineation Centre
Because a healty body will bring you to the real beauty.


Because a healty body will bring you to the real beauty.
-Lineation Centre-

Benar ya, yang namanya kecantikan itu lahir dari tubuh dan jiwa yang sehat. Biar sehat lahir batin kuncinya jaga pola hidup dengan pola makan, pola istirahat, dan olahraga seimbang. Seorang sahabat pernah mengatakan pada saya, segala sesuatu bermula dari apa yang kita makan. Makanan ternyata banyak fungsinya selain untuk tenaga dan pertumbuhan.

Because a healty body will bring you to the real beauty. Because a healty body will bring you to the real beauty. -Lineation Cent...

Liburan Jadi Mudah, Temukan Paket Tour Murah di Vizitrip.com

Liburan Jadi Mudah, Temukan Paket Tour Murah di Vizitrip.com
Liburan Jadi Mudah, Temukan Paket Tour Murah di Vizitrip.com


Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekarang pasti lagi pada was-was karena anak-anaknya mengahadapi musim ujian. Deg-deg ser gimana gitu, ya? Apalagi buat kamu yang lagi ujiannya. Ujian di bulan Ramadan memang menantang! Ya, ngerjain soal-soal, ya ujian kesabaran melawan hawa nafsu. Tsah! Ho ho ho. Tapi tenang ... segera setelah musim ujian berakhir, liburan panjang menanti. Iya, liburannya panjang karena libur kenaikan kelas plus libur Idul Fitri. Kado terindah banget karena libur Idul Fitri berarti semua anggota keluarga libur secara serentak. Saatnya buat jalan-jalan sekeluarga ke kampung halaman dan siapa tahu jalan-jalan ke luar negeri! What? Pasti mahal! No, no, jangan khawatir. Liburan jadi mudah, temukan paket tour murah di Vizitrip.com.

Liburan Jadi Mudah, Temukan Paket Tour Murah di Vizitrip.com Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekarang pasti lagi pada was-was karena anak-a...

5 Jenis Tas yang Wajib Dimiliki Cowok, Mavis Bisa Jadi Pilihanmu!

5 Jenis Tas yang Wajib Dimiliki Cowok, Mavis Bisa Jadi Pilihanmu!
5 Jenis Tas yang Wajib Dimiliki Cowok, Mavis Bisa Jadi Pilihanmu! (Sumber foto: Pixabay - Pexels)


Sekilas kalau saya lihat cowok yang pakai tas, kok itu-itu aja ya? Kalau enggak backpack ya sling bag. Kayaknya enggak mau ribet aja gitu ganti-ganti tas. Beda sama cewek yang suka banget ganti-ganti tas. Mulai dari yang modelnya lucu, tahan lama sampai yang serba guna. Seolah-olah model tas cowok tuh ya cuma dua jenis aja. Padahal enggak gitu juga, sih. Setelah melakukan penelusuran karena kekepoan tingkat tinggi, ternyata tas cowok juga banyak pilihan sesuai dengan kegunaan dan suasana, loh. Ini dia 5 jenis tas yang wajib dimiliki cowok, Mavis bisa jadi pilihanmu!

5 Jenis Tas yang Wajib Dimiliki Cowok, Mavis Bisa Jadi Pilihanmu! (Sumber foto: Pixabay - Pexels) Sekilas kalau saya lihat cowok ya...

Pilih Mobil Impianmu di Mobil123.com CarFest Bandung

Pilih Mobil Impianmu di Mobil123.com CarFest Bandung
Pilih Mobil Impianmu di Mobil123.com CarFest Bandung


Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Enggak kerasa banget, ya? Tahu-tahu musim mudik ke kampung halaman udah di depan mata, deh. Biasanya kamu mudik pakai apa? Ada rencana pakai kendaraan pribadi kayak motor atau mobil? Kondisi kendaraan harus prima buat mengarungi kondisi jalan yang pasang surutnya amit-amit. Kalau ada kepengin ganti mobil, datang yuk ke acara festival mobil. Pilih mobil impianmu di Mobil123.com CarFest Bandung.

Pilih Mobil Impianmu di Mobil123.com CarFest Bandung Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Enggak kerasa banget, ya? Tahu-tahu mus...

Oppo F7 Lebih Dari Sahabat Selfie-mu

Oppo F7 Lebih Dari Sahabat Selfie-mu
Oppo F7 Lebih Dari Sahabat Selfie-mu

Sadar nggak sih, makin banyak tempat wisata memakai konsep visualisasi untuk mempercantik fotomu di berbagai media sosial? Kita makin dimanjakan dengan tempat-tempat cantik yang seolah-olah melambai-lambaikan tangan buat kita berpose di sana? Tempat-tempat tersebut mesti juga didukung sama gawai yang mumpuni. Oleh sebab itu, Oppo mengerti kebutuhan para pencinta swafoto dengan meluncurkan produk terbarunya yaitu Oppo F7 pada 17 April lalu. Enggak butuh waktu lama produk ini untuk bisa menerobos pasar smartphone di Indonesia. Oppo F7 lebih dari sahabat selfie-mu. Smartphone terbaru Oppo tersebut sudah bisa dibeli di toko-toko handphone ataupun jaringan e-commerce di Indonesia.

Oppo F7 Lebih Dari Sahabat Selfie-mu Sadar nggak sih, makin banyak tempat wisata memakai konsep visualisasi untuk mempercantik fotom...

D’Dieuland Punclut, Wisata Baru di Bandung Buat Keluarga

D’Dieuland Punclut, Wisata Baru di Bandung Buat Keluarga
D’Dieuland Punclut, Wisata Baru di Bandung Buat Keluarga

Masalah yang dihadapi kaum urban adalah rutinitas kerja yang seringnya terasa menghimpit dada. Bangun pagi, beres-beres rumah, menyiapkan sarapan atau malah bablas enggak sarapan, kemudian pergi kerja. Pulang kerja sudah capek dan masih harus mengurusi segala hal di rumah. Kalau terpaksa bawa peer kerjaan ke rumah apalagi, rasanya pengin teriak (tanpa suara). Pergi piknik ke tempat sejuk sebetulnya cukup membantu menyegarkan tubuh dan pikiran. Misalnya datang ke D’Dieuland Punclut, wisata baru di Bandung buat keluarga.

D’Dieuland Punclut, Wisata Baru di Bandung Buat Keluarga Masalah yang dihadapi kaum urban adalah rutinitas kerja yang seringnya terasa...

Si Kembar Goes to Bali!

Si Kembar Goes to Bali!
Si Kembar Goes to Bali!


“Di keluarga ini, aku satu-satunya yang belum pernah ke Bali!” keluh Eva, kembaran saya, dengan nada sedih dan pandangan menerawang.

Si Kembar Goes to Bali! “Di keluarga ini, aku satu-satunya yang belum pernah ke Bali!” keluh Eva, kembaran saya, dengan nada sedih ...

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey
Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey

Petualangan Susur Jejak Spoorwegen bagi saya pengalaman menembus zaman. Seolah sedang menaiki mesin waktu Doraemon. Mengaduk-aduk perasaan, menyita kekuatan. 


Istirahat di Pasirjambu
Tak terasa hari sudah siang. Perut kami mulai keroncongan. Seperti dapat membaca hasrat perut kami, panitia mengajak kami istirahat di Pasirjambu. Sebuah tempat makan dengan konsep alam. Makan di saung-saung diiringi gemericik kolam ikan dan angin yang berhembus mengantarkan wewangian dedaunan bebungaan.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Rumah makan di Pasirjambu

Bagi peserta muslim dipersilakan untuk salat terlebih dahulu. Sehabis itu makan nasi kotak dengan menu masakan tradisional khas Sunda. Sambil makan, kami didongengi oleh kisah keluarga Kerkhoven yang membuka lahan-lahan perkebunan di selatan Priangan.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Para penyusur makan bersama

Stasiun dan Turntable Ciwidey
Perut sudah kenyang, jangan sampai kantuk menyerang. Segerelah kami melanjutkan perjalanan Susur Jejak Spoorwegen menuju Stasiun Ciwidey. Di sana minibus diparkirkan di lapangan kecil dekat gudang kereta api. Sebetulnya ada dua bangunan selayaknya gudang. Satu lagi posisinya harus memutar jalan. 

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Gudang kereta api di Ciwidey

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Gudang kereta api di Ciwidey

Kami berjalan menyusuri rumah-rumah penduduk untuk sampai ke turntable kereta api. Di antara gang-gang sempit masih terlihat bekas rel kereta api. Melihatnya harus secara jeli karena sangat menyaru dengan jalan.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Bekas rel kereta api

Sejujurnya saya kurang paham apa itu turntable? Sederhananya barangkali tempat memutar arah kereta api. Ini saya kutip dari Wikipedia Indonesia: Pemutar rel (bahasa Inggris: turntable) adalah sebuah alat untuk memutar jalur gerbong kereta. Ketika lokomotif uap masih banyak digunakan, beberapa perusahaan kereta api memerlukan cara untuk memutar lokomotif untuk perjalanan pulang karena operasi kereta tidak diatur untuk mundur dalam jarak jauh dan di beberapa lokomotif kecepatan tertingginya lebih rendah dibandingkan kecepatan mundur. Pemutar rel juga digunakan untuk memutar gerbong observasi sehingga ujung ruang jendelanya menghadap bagian belakang kereta.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Turntable kereta api di Ciwidey

Oh, jadi kalau kereta api zaman dulu tidak bisa bergerak mundur. Makanya dibutuhkan pemutar rel atau turntable ini. Turntable di Ciwidey kondisinya agak mengenaskan. Dikepung rumah penduduk dan dijadikan tempat pembuangan sampah juga tempat mengeringkan pakaian.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey
Kang Alex bercerita tentang anak kecil yang terbawa kereta api

Stasiun Ciwidey juga kondisinya cukup menyedihkan. Bangunannya nampak tidak terurus. Menurut Kang Alex, zaman dulu, keberangkatan kereta api bisa dipakai sebagai penanda waktu. Misalnya keberangkatan kereta api pertama jam 04.00 dipakai sebagai patokan imsak. Dan banyak cerita lucu. Ada anak kecil yang terbawa kereta api kemudian dipulangkan keesokan harinya. Ya ampun ini anak kok jarambah banget, ya? He he he.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Stasiun Ciwidey

Di sini kami masih bisa menemukan rumah kepala stasiun kereta api berkat petunjuk penduduk setempat. Kondisi rumahnya seperti tidak dipugar. Entah siapa yang menempatinya sekarang.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Rumah kepala stasiun kereta api Ciwidey

Kebun Teh Ciwidey
Entah mengapa setiap kali datang ke sebuah perkebunan, baik itu teh dan kopi membuat saya merasa bahagia. Jajaran pohon serupa pola-pola, para petani yang memetik buah, harum dedaunan, dan bau tanah basah membuat saya rindu. Makanya begitu Kang Ridwan mengumumkan bahwa kami diberi bonus buat mengunjungi kebun teh Ciwidey saya girang sekali.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Kebun teh Ciwidey

Begitu sampai, saya dan beberapa teman langsung menyebrang jalan, naik ke puncak-puncak. Brrr... udaranya sumpah dingin banget! Kabut tebal menyelimuti kami. Telinga saya sampai sakit saking kedinginannya. Namun perasaan bahagia tetap membuncah.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Evi di kebun teh Ciwidey

Kebiasaan saya ketika berada di perkebunan atau alam bebas adalah berteriak! Menumpahkan segala rasa dan menyapa seluruh penghuni alam. Setelah itu, perasaan jadi lega. Saya ingin menari. Berlari menyusuri lorong-lorong tanaman teh. Lorong-lorong ini tentu punya sejarah, saya ingin mereka berbisik dan bercerita di telinga saya.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Evi di kebun teh Ciwidey

Sekitar setengah jam kami menjelajah perkebunan teh akhirnya menyerah juga oleh cuaca dingin. Di warung, segelas kopi menghangatkan kami. Dan tentu saja obrolan ringan yang membuahkan gelak tawa.

Jembatan Andir Atau Jembatan Cikabuyutan
Tempat terakhir yang kami datangi adalah Jembatan Andir atau Cikabuyutan yang terletak di petak antara Pasirjambu dan Cukanghaur. Jembatan yang menghubungkan Desa Cikoneng dan Desa Cukanggenteng ini berada di wilayah Andir. Saya agak bingung sih, bukannya Andir itu di Bandung dekat pasar Ciroyom, ya? Ternyata wilayah yang bernama Andir ini setidaknya ada tiga!

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Jembatan Andir atau Jembatan Cikabuyutan

Menarik bila mengetahui asal kata Andir ini. Menurut Kamus Bahasa Sunda yang disusun oleh R.A. Danadibrata, Andir berarti tukang yang mengurus jalan di desa atau di kota. Keberadaan Andir biasanya di tepi jalan utama. Saya memang pernah baca di buku Jan Breman bahwa Cultuur Stelsel itu tidak hanya mengenai tanam paksa, melainkan melibatkan kerja pengabdian bagi petinggi pribumi dan pengurusan jalan. Apakah Andir ini juga terlahir dari masa itu? Entahlah.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Jembatan Andir atau Jembatan Cikabuyutan

Jembatan Andir atau Kabuyutan ini posisinya agak lebih dalam dari jembatan-jembatan sebelumnya. Terhalang ruko dan pom bensin. Kami pun berjalan kaki dari pom bensin menyusuri pematang sawah dan rumah-rumah penduduk. Dari sebuah rumah yang posisinya agak tinggi, saya bisa menyaksikan jembatan ini secara keseluruhan. Konsutruksi rangkanya terbuat dari besi dan masih berdiri kokoh.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Jembatan Andir atau Jembatan Cikabuyutan

Bila melihatnya dari dekat, barulah terlihat bahwa tengah jembatan ini berlubang-lubang. Kondisinya paling ‘antik’, di tengah-tengahnya digelar jalinan bambu dan kayu. Sulit untuk menyusuri jembatan itu karena kiri-kanannya cukup dalam. Karena kondisinya riskan untuk dilalui, di antara kami tak ada yang berani menyebranginya. Menikmatinya dari tepi, menganguminya sebatas pandang. Entah bila penduduk sekitar apakah mereka menggunakannya dalam keseharian? Kalau tidak, bisa dibilang jalur ini mati sama sekali.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Evi di tepi Jembatan Andir atau Jembatan Cikabuyutan

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Evi di tepi Jembatan Andir atau Jembatan Cikabuyutan

Jembatan Andir disebut juga Jembatan Kabuyutan karena letaknya bersebrangan dengan Kabuyutan yaitu makam keramat. Kang Hevi pun bercerita bahwa di Kabuyutan tersebut disemayamkan Adipati Kertamanah dan empat muridnya yaitu Eyang Geleng Pangacingan, Eyang Jaga Satru, Eyang Kumis Bereum, dan Eyang Mangku Bumi. Hikayat menyebutkan bahwa Adipati Kertamanah merupakahn turunan ke-4 dari Prabu Siliwangi yang menyebarkan agama Islam pada abad 15.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Kabuyutan

Hari menginjak senja. Para penyusur kembali ke mobil dengan hati gembira. Lelah membuat kantuk di pelupuk mata tak bisa ditawar-tawar. Tahu-tahu kami sudah berada di Kedai Preanger lagi. Rasanya petualangan Susur Jejak Spoorwegen, rel kereta api yang membelah Bandung hingga Ciwidey ini sebuah mimpi panjang yang menawan.

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2
Kang Hevi dan Kang Ridwan

Berwisata Sejarah Bersama Mooi Bandoeng 
Berwisata sejarah bersama Mooi Bandoeng membuat saya ketagihan. Ada hal-hal yang tidak bisa saya dapatkan ketika berwisata sejarah sendirian—yang merupakan kebiasaan saya. Pertama, setiap penyusur dibekali goodiebag berisi pin, buku panduan, penganan kecil, dan jas hujan. Kedua, ada tour guide yang menjelaskan sejarah setiap tempat sehingga saya tidak perlu mereka-reka informasi. Ketiga, tour guide bisa saya tanyai sepuas hati. He he he. Keempat, bertemu kawan-kawan dengan minat yang sama.

Ingin mengikuti kegiatan seperti Susur Jejak Spoorwegen atau wisata sejarah menarik lainnya bersama Mooi Bandoeng? Ikuti Instagram mereka @MooiBandoeng dan @komunitasaleut. Tonton penyusuran kami di sini:



Selepas Susur Jejak Spoorwegen, benak saya bertanya-tanya, kapan PT. KAI akan mengaktifkan kembali jalur-jalur tersebut? Yang bisa jadi solusi pemerataan infrakstuktur pembangunan dan ekonomi. Wilayah tersebut memang belum terkesan macet, namun siapa tahu sepuluh tahun ke depan? Lagipula perkebunan-perkebunan di Priangan kembali hidup dengan ditanamnya kembali kopi.

Lalu bila jalur kereta api wilayah Bandung – Ciwidey ini dibangun kembali, bagaimana nasib masyarakat yang kadung menempati? Pasti akan menimbulkan kerusuhan dan isu pengusuran walaupun secara administrasi wilayah tersebut milik pemerintah. Apakah sky train bisa menjadi solusi?

Dan terakhir, risiko pengaktifan jalur kereta api Bandung – Ciwidey apakah berdampak pengrusakan alam? Sungguh ini bukan saja pekerjaan pemerintah, ini adalah pekerjaan kita bersama. Dan sungguh, ketika masanya tiba, semoga saya bisa memberikan sumbangsih secara nyata.

Sekolah Dasar tempat saya sekolah di Banjaran boleh jadi sudah tak ada, namun kenangan menyisir pematang sawah dan memandangi kereta api lewat tak ikut luluh lantah. Susur Jejak Spoorwegen melintasi Banjaran menghidupkan memori masa kecil saya. Saya percaya, suatu hari kelak, kereta api akan kembali hidup di tengah-tengah masyarakat Priangan Selatan. 

Referensi: Buku panduan Susur Jejak Spoorwegen yang disusun Mooi Bandoeng. 

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Petualangan Susur Jejak Spoorwegen bagi saya pengalaman...

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 1

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 1
Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey


Susur Jejak Spoorwegen - Menyusuri jalanan lurus berbatu yang diapit pematang sawah merupakan ritual pagi saya selama tiga tahun di bangku SDN 7 Banjaran. Jalan kecil itu dibelah rel kereta api yang tak jauh dari sekolah. Berujung pada jalan raya kemudian tergelarlah alun-alun Banjaran. Sesekali jalanan sekitar rel tersebut bergetar sewaktu kereta lewat. Tak lebih dari dua gerbong dengan lokomotif, seingat saya. Gerbongnya coklat lusuh, berkarat, tua disepuh zaman. Sesekali bayangan kepala-kepala manusia nampak dari balik jendela. Sambil menyaksikannya lewat, benak saya mengira-ngira, bagaimana rasanya naik kereta?

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Susur Jejak Spoorwegen - Menyusuri jalanan lurus berba...

Ini Bukti Sepatu Kets Buatan Lokal Enggak Kalah Kualitas dengan Brand Internasional

Ini Bukti Sepatu Kets Buatan Lokal Enggak Kalah Kualitas dengan Brand Internasional
Sepatu Kets - Sumber gambar Qlapa.com

Sejak zaman dulu, produk kerajinan Nusantara sudah terkenal berkualitas tinggi di mancanegara. Namun anehnya, seiring berjalannya waktu, p
roduk kerajinan dalam negeri seringkali dianggap sebelah mata. Ada saja sentimen negatif terhadap barang lokal. Padahal, nyatanya produk lokal punya pasar yang luas dan diakui sampai internasional termasuk sepatu kets buatan lokal.

Sepatu Kets - Sumber gambar Qlapa.com Sejak zaman dulu, produk kerajinan Nusantara sudah terkenal berkualitas tinggi di mancanegara....

KukuBima Ener-G! Dukung Dunia Sepak Bola Indonesia dan Penyelamatan Sungai Citarum

KukuBima Ener-G! Dukung Dunia Sepak Bola Indonesia dan Penyelamatan Sungai Citarum
KukuBima Ener-G! Dukung Dunia Sepak Bola Indonesia dan Penyelamatan Sungai Citarum

Ketika kecil, saya senang menyaksikan pertandingan sepak bola di layar televisi bersama keluarga. Tontonan wajib bagi keluarga saya adalah Piala Dunia. Meski sedih juga karena Indonesia belum kunjung tampil ke kancah dunia tersebut. Sesekali, kami juga menonton pertandingan Persib, Maung Bandung. Sepak bola merupakan olah raga ajaib yang bisa menyatukan juga menceraikan. Gegap gempita di stadion mampu merasuk ke dalam jiwa. Maka tak heran ketika saya mendapat kabar bahwa KukuBima Ener-G! Menseponsori lima klub sebagai dukungan kepada dunia sepak bola Indonesia. Program-program Sido Muncul dengan berbagai brand-nya acapkali menyentuh kebutuhan masyarakat.

KukuBima Ener-G! Dukung Dunia Sepak Bola Indonesia dan Penyelamatan Sungai Citarum Ketika kecil, saya senang menyaksikan pertandinga...

3 Tempat Nongkrong di Bandung ini Punya Pemandangan Indah, Bikin Instagram Kamu Makin Kece!

3 Tempat Nongkrong di Bandung ini yang Punya Pemandangan Indah, Bikin Instagram Kamu Makin Kece!
3 Tempat Nongkrong di Bandung ini yang Punya Pemandangan Indah, Bikin Instagram Kamu Makin Kece!

Friendship ... is born at the moment when one man says to another "What! You too? I thought that no one but myself . . .” tulis C.S. Lewis dalam karyanya The Four Loves. Persahabatan memang enggak lahir dalam semalam. Perlu proses panjang. Yang paling sulit adalah merawat persahabatan. Salah satu jalan merawatnya dengan bertemu atau seenggaknya berkomunikasi. Enggak lupa momen itu kamu abadikan dengan berfoto. Nah, 3 tempat nongkrong di Bandung ini punya pemandangan indah, bikin Instagram kamu makin kece. Dua keuntungan sekaligus. Hangout bareng sahabat dan koleksi foto cakepmu bertambah. Yeay!

3 Tempat Nongkrong di Bandung ini yang Punya Pemandangan Indah, Bikin Instagram Kamu Makin Kece! “ Friendship ... is born at the mom...

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma— Seorang lelaki bertubuh tinggi, berkacamata dengan senyum khas, berdiri di balik meja bar. Apron yang ia kenakan serasi dengan kemeja dan celananya. Kami sudah bertemu beberapa kali sehingga ia cukup tahu kalau saya selalu memesan latte. Lelaki itu menawari saya secangkir kopi hitam seduhan manual, di luar kebiasaan saya. Katanya, biji kopinya berasal dari Jawa Barat dan baru saja disangrai beberapa hari lalu. Mengapa tidak? jawab saya.

Cuaca di Bandung sedang dingin-dinginnya, ditambah kedai kopi yang sedang saya sambangi berada di daerah tinggi. Selembar sweater tidak cukup menghangatkan. Dan secangkir kopi hitam adalah penghangat terbaik.

Menari. Saya selalu merasa seorang barista sedang menari ketika membuat kopi. Memanaskan air, menyiapkan alat seduh, membasahi kertas saring, menggiling biji kopi, kemudian menggulirkan air panas dari kettle. Sambil memegang kuping kettle, barista memutarnya pelan sehingga air yang tumpah membentuk pola. Terakhir, barista memutar server untuk membaurkan rasa seduhan kopi.

Lelaki itu menuangkan kopi dari server ke gelas berukuran kecil lalu menyodorkannya pada saya. Berkat hawa dingin, tidak butuh lama agar kopi turun suhunya. Cobalah, katanya. Saya menurut. Cairan kopi membasahi lidah meluncur ke tenggorokkan secara mulus. Bagaimana rasanya? tanyanya. Saya berpikir agak lama sampai akhirnya menjawab, enak! Ia tersenyum senang. Itulah pertama kalinya saya mencoba kopi yang diseduh manual.

Bagi saya yang tidak mengenal dunia kopi, pengalaman malam itu sungguh ajaib sekaligus menghancurkan pikiran sederhana saya tentang kopi. Saya pikir, kopi hanya berupa kopi sachet dan espresso based. Menurut kawan barista saya itu, agar bisa mengenal karakter kopi, lebih mudah dengan menyeduhnya secara manual atau manual brewing.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Secangkir kopi hasil seduh manual

Jauh sesudah peristiwa itu, saya kemudian mempelajari metode manual brewing ini di 5758 Coffee Lab, sekolah mengenai kopi yang bersertifikasi Internasional SCA yaitu Specialty Coffee Association. Dengan instruktur-instruktur bersertifikasi dan merupakan Q Grader juga R Grader.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab
Basic manual brewing class—kelas dasar seduh manual—yang diadakan 5758 Coffee Lab mulai dari jam 9 pagi hingga menjelang magrib. Satu kelas terdiri dari 12 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Yang selalu menarik dari kelas 5758 Coffee Lab adalah peserta bisa praktik langsung. Sehingga para peserta bisa melakukannya kembali di rumah.

Bagi saya yang bukan barista dan pemilik kedai, manual brewing punya kelebihan daripada belajar espresso based. Pertama, menyangkut pelalatan. Alat-alat kopi seduh manual banyak pilihan, mudah didapat, dan perawatannya tidak sulit. Kedua, menyangkut budget. Harga alat-alatnya lebih terjangkau.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Suasana kelas di 5758 Coffee Lab

Bertindak sebagai instruktur yang menyampaikan sesi teori adalah Sandi Septian, kami biasa memanggilnya Obit. Obit dengan gaya yang kocak memaparkan teori secara santai namun mengena. Di sesi praktik, instruktur terdiri dari tiga orang sesuai alat seduhnya yaitu, Kang Andi K. Yuwono, Mas Adi Taroepratjeka, dan Obit.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Sandi Septian, instruktur 5758 Coffee Lab

Di sela-sela sesi teori, para peserta disuguhi kopi. Kami bebas berpendapat tentang rasa kopi yang kami minum. Ada yang rasanya asam sekali, pahit, manis, atau kompleks. Mengapa bisa demikian? Ternyata rasa kopi dapat kita atur dengan variabel-variabel tertentu.

Variabel yang Memengaruhi Hasil Seduhan Kopi
Ada empat variabel yang memengaruhi hasil seduhan kopi dalam manual brewing yaitu:
1.    Kadar mineral dalam air
2.    Suhu air
3.    Tingkat halus kasar gilingan
4.    Alat seduh

Kadar Mineral Dalam Air
Mengapa kopi membutuhkan mineral dalam air? Karena kadar mineral yang ideal membuat kandungan kopi luruh maksimal sehingga kompleksitas rasa kopi keluar seluruhnya. Ada sebuah alat yang dapat mengukur mineral air, namanya TDS Meter. Selain itu, tingkat keasaman air pun berpengaruh. Asam di sini bukanlah rasa asam melainkan PH atau asam dan basanya air. Alat untuk mengukurnya disebut PH Meter.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
TDS Meter dan PH Meter

Suhu Air
Coba perhatikan ketika barista bekerja. Biasanya mereka menyetel kettle untuk memanaskan air pada suhu tertentu. Semakin tinggi suhu air, kopi terekstraksi maksimal sebab pori-pori kopi terbuka. Semakin rendah suhu air, kopi semakin tidak terekstraksi. Namun hati-hati, bila suhu air terlalu tinggi bubuk kopi akan gosong sehingga rasanya akan pahit. Jadi kita mesti pandai-pandai menyesuaikan suhu air untuk menyeduh kopi.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Lama waktu menyeduh memengaruhi rasa kopi

Lamanya menyeduh juga memengaruhi rasa kopi. Semakin lama menyeduh, kopi semakin terekstraksi. Sebaliknya, semakin sebentar kopi tidak akan terekstraksi maksimal. Terlalu lama menyeduh juga menyebabkan kopi menjadi pahit.

Tingkat Halus Kasar Gilingan
Sebelum diseduh, biji kopi tentu harus digiling. Nah, tingkat halus kasar gilingan kopi sangat berpengaruh terhadap rasa hasil seduhan. Gilingan halus menghasilkan partikel yang lebih terbuka. Kuncinya, semakin halus semakin terekstraksi, semakin kasar semakin tidak terekstraksi. Semakin halus gilingan kopi, rasa yang dihasilkan semakin pahit.  

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Biji kopi

Dalam manual brewing, kita harus mengenal rasio yaitu perbandingan kopi dengan air. Misalnya rasio 1:15. Maksudnya adalah 1 gram kopi diseduh dengan 15 ml air. Jadi kalau kopinya 15 gram, berapakah airnya? Saatnya membawa kalkulator. He he he.
  
Alat Seduh
Kalau kita main ke kedai kopi biasanya kita akan disuguhi pemandangan alat-alat seduh kopi manual berjajar di meja bar. Lalu kita akan ditanya, mau seduh kopi pakai alat apa? Saya suka bingung sih kalau ditanya begitu. Soalnya saking banyaknya alat manual brewing, saya tidak tahu namanya satu per satu. Bentuknya unik-unik dan cantik. Yang saya tahu adalah V60, Chemex, Kalita Wave, flat bottom, AeroPress, dan Vietnam Drip.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
French press, alat seduh manual kategori rendam

Nah, ternyata kita dapat membagi jenis-jenis alat seduh manual tersebut menjadi tiga yaitu rendam (immersion), tuang (pour over), tekanan (pressure). Alat seduh manual yang masuk kategori rendam seperti ibrik, tubruk, dan french press. Alat seduh manual yang masuk kategori tuang seperti V60, Kalita Wave, dan Chemex. Sedangkan alat seduh manual yang masuk kategori tekanan seperti AeroPress. Setiap alat memiliki keiistimewaan masing-masing.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Vipiti

Ada satu alat manual brewing yang menarik berasal dari Indonesia, tepatnya dari Cipta Gelar yaitu Vipiti. Bentuknya mirip V60, tebuat dari anyaman bambu dan tidak perlu memakai kertas saring. Saya jadi ingat ketika kecil, mama angkat saya suka memasak nasi dengan menggunakan aseupan. Bentuknya persis Vipiti namun ukurannya besar.

Sehabis makan siang, basic manual brewing class 5758 Coffee Lab diisi dengan sesi praktik. 12 peserta dibagi menjadi tiga kelompok terdiri dari empat orang. Ada tiga meja dengan instruktur yang berbeda yang membimbing kami menggunakan alat seduh manual V60, Kalita Wave, dan AeroPress.

Praktik Seduh Manual Menggunakan V60
Kang Andi K. Yuwono membimbing kami menggunakan alat seduh manual V60. Pertama-tama kami diperkenalkan anatomi V60 dan apa saja yang harus disiapkan sebelum menyeduh. V60 berbentuk corong, di dalamnya terdapat ulir-ulir mengarah ke dasar yang berbentuk lubang besar.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Andi K. Yuwono, instruktur 5758 Coffee Lab

Agar bubuk kopi tidak kehilangan aromanya, biasakan memanaskan air terlebih dulu, basahi kertas saring, baru kemudian menggiling kopi. Ketika kita menuangkan air di atas kertas saring dan bubuk kopi, hasilnya akan membentuk kawah. Bila tidak, maka airnya beleber sehingga rasa seduhan kopi tidak maksimal. Ada teknik-teknik tertentu yang bisa membuat rasa seduhan nyaman dan sesuai selera.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Praktik seduh manual menggunakan V60

Berdua-berdua, kami mempraktikan arahan Kang Andi. Karena mejanya cukup tinggi, saya mesti menjinjit. He he he. Setiap peserta boleh saling mengomentari hasil seduhan masing-masing. Lalu dibahas mengapa hasilnya bisa begitu.

Praktik Seduh Manual Menggunakan Kalita Wave
Pada praktik seduh manual menggunakan Kalita Wave, Mas Adi Taroepratjeka giliran membimbing peserta. Kalita Wave adalah alat manual brewing yang mirip corong namun lebih bulat. Ulir di dalamnya juga bulat-bulat, dasarnya memiliki tiga lubang yang kecil. Kertas saringnya bulat bergelombang.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Praktik alat seduh manual Kalita Wave

Mas Adi mewanti-wanti agar kami meletakkan kertas saring dengan benar sehingga ujung-ujungnya merata. Karena Kalita Wave ini termasuk jenis alat seduh tuang, cara kerjanya mirip dengan V60. Namun keistimewaannya menurut Mas Adi, kita bisa membuat resep dan lebih mudah mengatur rasa hasil seduhan kopi.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Mas Adi sedang mendemonstrasikan penggunaan Kalita Wave

Selembar kertas berupa resep disodorkan Mas Adi untuk kami praktikan. Mengikuti resep ini susah banget buat saya. Konsentrasi mesti penuh karena waktu dan jumlah air harus sesuai. Seru banget!

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Mas Adi Taroepratjeka, instruktur 5758 Coffee Lab

Praktik Seduh Manual Menggunakan AeroPress
Kembali bersama Obit di sesi praktik seduh manual menggunakan AeroPress. Alat manual brewing ini terdiri dari dua bagian berbentuk pipa. Cara penggunaannya, setelah memasukan bubuk kopi dan air, kita harus menekannya sehingga air turun ke bawah.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Sandi Septian sedang menjelaskan penggunaan AeroPress

Keistimewaan AeroPress adalah body kopi yang dihasilkan lebih tebal, kopi dipaksa terekstraksi secara maksimal, namun hasil seduhannya terlihat keruh. Saat menekan AeroPress jangan terlalu kencang karena air akan menyembur keluar tidak terkendali.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Praktik alat seduh manual AeroPress

Ada ketiga persamaan yang saya simpulkan setelah praktik alat manual brewing di atas. Blooming. Proses merekahnya bubuk kopi saat dituang air di awal. Proses ini penting karena membuka pori-pori kopi dan mengeluarkan kandungan karbon dioksida. Lamanya blooming sekitar 30-45 detik.

Jangan malas eksplorasi alat seduh. Setiap alat seduh manual memiliki kelebihan dan mampu mengeluarkan karakter istimewa biji kopi. Alat manual brewing bersinergi dengan tiga variabel lain yaitu kadar mineral dalam air, suhu air, dan grind size (gilingan).

Dan yang paling penting menurut Obit, jangan bosan mengeskplorasi biji kopi. Kita tidak menyadari bahwa kopi berbicara pada kita lewat rasa dan aroma saat kita menyeduhnya.

Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma
Seluruh instruktur dan peserta kelas dasar seduh manual 5758 Coffee Lab

Ingin mengikuti basic manual brewing class 5758 Coffee Lab? Kamu bisa daftar langsung ke kontak di bawah ini.

5758 Coffee Lab
Rusa Pinus Raya E1-D
Jl. Pinus Raya Barat, Kompleks Pondok Hijau Indah
Gegerkalong, Bandung
IG: @5758coffeelab
Jadwal kelas, informasi biaya, dan pendaftaran:
0822-5533-5758 (WA Messenger only, no phone)



Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat Kopi Bicara Lewat Rasa dan Aroma Basic Manual Brewing Class 5758 Coffee Lab, Saat...