Work From Café di Merawat Coffee and Space: Ketika Bekerja Juga Perlu Dirawat

 

Work From Café di Merawat Coffee and Space

Pernahkah kamu merasa lelah bekerja di rumah? Bukan karena pekerjaannya terlalu banyak, tetapi karena perhatian kita terpecah ke mana-mana. Baru membuka laptop, tiba-tiba teringat mencuci piring. Sedang mencari ide, malah beralih menyiapkan minuman. Rasanya sulit menemukan ruang yang benar-benar membuat kita bisa fokus sekaligus merasa nyaman. Perasaan itulah yang saya rasakan ketika mencoba work from café di Merawat Coffee and Space. 


Mengapa Work from Café?

Pekerja lepas atau freelancer dalam satu dekade terakhir ini bukanlah status kerja yang langka. Begitu juga dengan sistem kerja remote atau jarak jauh yang semakin massif sejak era Covid-19. Sebagai freelancer sejak tahun 2011 yang saat itu masih jarang, saya merasakan fase perubahan mulai dari orang belum memahami arti pekerja lepas sampai jadi tren. Seringkali, orang memandang saya sebagai pengangguran tetap berpenghasil dan bertanya-tanya dari mana datangnya uang dalam rekening saya. Hiks-hiks.

 

Saya tidak ingat sejak kapan saya mulai suka work from café alias bekerja di kafe. Namun, alasan saya melakukan itu agar tidak disangka ‘pengangguran’. Minimal saya pergi dari rumah. Selain itu, ruang kerja di rumah seringkali tidak efektif. Mengapa? Sebab, dari bangun tidur sampai tidur lagi saya terus bekerja. Tak ada sekat ruang dan waktu yang jelas antara kerja, istirahat, dan bermain. Kalau kata anak zaman sekarang, sekat itu tetap dibutuhkan agar tercipta keseimbangan hidup.

 

Bekerja di rumah kadang juga tidak produktif. Saya kerap terjebak dengan produktivitas semu yang ujung-ujungnya menunda-nunda pekerjaan. Ketika saya mesti mengeluarkan biaya katakanlah untuk ongkos bolak-balik, ngopi, dan makan, saya akan memastikan biaya itu tidak sia-sia. Harus ada pekerjaan yang selesai, dan saya lebih bisa mengatur prioritas.

 

Alasan terakhir, saya butuh suasana baru dan bertemu dengan orang-orang baru. Jika saya mesti mewawancarai orang atau berjumpa dengan teman, kafe adalah tempat yang tepat. Tidak semua orang bisa masuk ke ruang pribadi saya.

 

Sejak saya pindah ke Bandung Timur, saya kadang-kadang berburu kafe yang nyaman untuk bekerja. Sampai saya bertemu dengan Merawat Coffee and Space, hati saya jatuh pada pandangan pertama.

 

Ruang Kerja, Sosial, dan Kreatif di Merawat Coffee and Space

Merawat Coffee and Space terletak di Jl. Arcamanik Endah No.23, Kota Bandung. Buka setiap hari dari jam 08.00-23.00 WIB, bahkan ketika hari raya. Jamnya cocok untuk kita yang kadang tidak punya jam kerja he he.

 

Area parkir

Merawat Coffee and Space bukan sekadar kafe. Lebih dari itu ia ialah ruang kerja, sosial, dan kreatif yang tercermin dari setiap sudut tempatnya. Oke, saya mulai dari lokasinya yang strategis, mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun umum. Tempat parkirnya cukup luas yang dapat menampung sekitar 5 mobil dan lebih dari 10 motor. Buat kamu yang bawa motor, ada tempat penitipan helm juga, loh.

 


Begitu masuk ke Merawat Coffee and Space, saya sudah disambut oleh aura kreatifnya. Bagian depan terdiri dari toko baju dan aksesoris, serta tempat pemesanan makanan maupun minuman. Mengesankan ketika melihat sebuah piano di sudut ruang dan dinding yang dihiasi lukisan maupun mural. Ada sebuah kaca besar juga untuk kita melihat apakah kaos yang kita beli cocok atau tidak. Konon, cermin besar itu juga merupakan spot favorit untuk berfoto.

 


Memasuki bagian dalam, terdapat ruang besar yang meski ada sedikit sekat-sekat tetap terasa luas. Yang paling saya suka adalah ketinggian ruangnya. Jarak antara atap dan lantai yang cukup tinggi, membuat saya merasa lebih bisa bernapas. Bagian dalam terbagi menjadi dua: semi indoor dan outdoor. Pemisahan ruang yang bisa dan tidak merokok juga membuat nyaman. Kursi yang disediakan berupa kursi kayu dan sofa.

 


Aura kreatif Merawat Coffee and Space semakin awur-awuran di sini. Setiap dinding dihiasi mural dan lukisan dengan komposisi yang pas. Tidak membuat pening karena terlalu penuh. Saya paling suka mural di bagian outdoor yang berwarna biru. Ada lukisan kover buku Kafka di sana. Saya bukan penggemar Kafka tapi saya sangat menyukai gambar kovernya.

 


Hal lain yang saya sukai adalah perhatian Merawat Coffee and Space terhadap kebutuhan pengunjung yang beragam. Jika kamu seorang muslim, tersedia mushola yang nyaman di bagian samping bangunan. Di depannya, terdapat area pemanggangan biji kopi yang bisa dilihat secara langsung.

 


Bagian toilet dan wastafelnya sungguh semarak. Dinding wastafelnya bergambar kepala kucing, lucu sekali. Toiletnya bersih, tentu saja, dan saya tidak menyangka ada satu rak yang berisi pembalut! Iya, kamu tidak salah baca. Dan itu gratis. Saya sampai terharu loh, melihatnya sebab sebagai Perempuan, saya merasa diperhatikan.


 

Menariknya lagi, tempat ini juga ramah keluarga. Ada kursi bayi untuk pengunjung yang membawa anak kecil, serta peralatan menggambar dan mewarnai yang bisa digunakan anak-anak. Bahkan hasil karya mereka dipajang di mading dekat konter pemesanan. Detail kecil seperti ini membuat saya merasa bahwa tempat ini memang dipikirkan untuk semua kalangan.

 


Saya pikir, Merawat Coffee and Space ini benar-benar nyaman untuk bekerja. Meskipun letaknya di pinggir jalan, tidak berisik. Ketika saya melihat ke sekeliling, banyak orang seperti saya sedang bekerja sendirian. Namun, tak jarang juga ada group meeting. Suasana terasa hidup sekaligus teratur.

 

Merawat Coffee and Space, Merawat Manusia

Pernahkah kamu berpikir ketika bekerja rasanya juga ingin dirawat? Maksudnya, saya ingin bekerja dengan fokus agar memunculkan ide-ide kreatif. Namun, seringkali ketika bekerja di rumah, saya juga mesti menyediakan waktu untuk menyiapkan makanan, minuman, membersihkan ini-itu, dan sebagainya. Ya, namanya pekerjaan rumah memang tidak ada habisnya.

 


Di sisi lain, saya juga ingin berinteraksi dengan manusia tentu dengan vibes yang positif dan menyenangkan. Berinteraksi di sini secara nyata bukan lewat internet.

 

Saya baru menyadari bahwa rasa nyaman itu ternyata lahir dari hal-hal sederhana. Senyum Pak Budi di area parkir, sapaan hangat dari pelayan, hingga suasana yang tertib tanpa terasa kaku. Semuanya membuat saya merasa dirawat sejak pertama datang hingga pulang. Mungkin itulah alasan mengapa nama Merawat Coffee and Space terasa begitu tepat.

 

Cara Merawat Coffee and Space ‘merawat manusia’ terbilang dalam. Perhatian mereka terhadap manusia ternyata tidak berhenti pada pelayanan sehari-hari. Ada satu cerita yang menurut saya sangat menggambarkan filosofi "merawat" yang mereka bangun. Bahkan ketika hari raya Idulfitri pun buka. Mereka menyajikan kue-kue kering dan opor khas lebaran secara gratis demi pengunjung yang tidak bisa pulang ke kampung halaman.

 

Menariknya, banyak pekerja yang bertahan cukup lama di sini. Bagi saya, hal itu menjadi salah satu indikator bahwa Merawat Coffee and Space juga berupaya merawat sumber daya manusianya. Sebab, di tengah kondisi saat ini, membangun lingkungan kerja yang sehat bukanlah hal yang mudah.

 

Komunikasi antara pihak Merawat Coffee and Space dengan konsumen terjalin dengan baik sehingga banyak orang menjadi pelanggan. Termasuk saya. Kamu akan terkesan dengan bagaimana mereka mendengarkan suara konsumen. Setiap masukan dan keluhan ditindaklanjuti. Bahkan mereka tidak segan-segan melibatkan kita untuk pengambilan keputusan apa saja makanan dan minuman yang akan ditulis di menu.

 

Merawat Coffee and Space, Merawat Rasa

Percayalah bahwa setiap minuman dan makanan yang disajikan di Merawat Coffee and Space rasanya enak atau enak banget. Hal ini disebabkan oleh proses mendengarkan suara kita sebagai konsumen tadi.

 


Memang variasi makanan dan minumannya tidak banyak. Namun, setiap makanan dan minuman memiliki bahan dan rasa yang konsisten. Tidak main-main, Merawat Coffee and Space memproses minuman cold brew dalam jangka waktu dua bulan sampai ke lidah kita.

 

Bicara soal variasi, jangan khawatir jika kamu bukan penggemar kopi. Masih banyak pilihan minuman lain. Namun, kalau kamu berani mencoba, ada beberapa kopi light yang menurut saya akan cocok di lidah siapa pun. Misalnya Black Sunkist atau Es Kopi Bandung yang didapuk sebagai es kopi paling kalcer di Bandung. Saya sendiri lebih suka kopi yang kuat sehingga untuk kopi susu, saya suka es kopi aren.


 

Rasanya sulit merekomendasikan makanan dan minuman di sana. Namun, saya akan mencoba memintamu merasakan rice bowl katsu mushroom dan pasta carbonara. Untuk camilannya, dimsumnya patut dicoba.

 


Rice bowl katsu mushroom berisi nasi pulen, katsu ayam dengan suas jamur yang creamy, dan salad sayuran. Sementara pasta carbonara terdiri dari spageti dengan toping jamur, smoked beef, potongan ayam besar, dan keju parmesan. Keduanya benar-benar memuaskan. Bahkan, pasta carbonara di sini masuk dalam salah satu carbonara terenak yang pernah saya coba di Bandung.

 

Saya juga merasa Merawat Coffee and Space tidak hanya merawat ruang, manusia, dan rasa, tetapi juga merawat kantong para pengunjungnya. Harga makanan dan minumannya terbilang terjangkau untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja lepas, karyawan, hingga keluarga muda.

 

Menurut saya, hal ini penting karena sebuah tempat bekerja yang nyaman seharusnya tidak menjadi kemewahan yang hanya bisa dinikmati segelintir orang. Dengan harga yang bersahabat, kita bisa datang kembali tanpa rasa khawatir dan tetap menikmati suasana yang mendukung produktivitas. Konsep merawat yang diusung tempat ini terasa semakin utuh: merawat ruang untuk beraktivitas, merawat manusia yang datang, merawat rasa yang disajikan, sekaligus merawat kemampuan pengunjung untuk terus kembali.

 

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa bekerja ternyata bukan hanya soal menyelesaikan daftar pekerjaan yang panjang. Ada kalanya kita juga membutuhkan ruang yang membuat kita merasa tenang, fokus, dan terhubung kembali dengan orang-orang di sekitar.

 

Bagi saya, Merawat Coffee and Space berhasil menghadirkan itu melalui ruang yang nyaman, pelayanan yang hangat, komunikasi yang baik, serta makanan dan minuman yang konsisten. Jadi, jika akhir-akhir ini kamu sedang mencari tempat untuk work from café, cobalah datang ke sana. Siapa tahu, yang sedang kamu butuhkan bukan sekadar tempat untuk bekerja, melainkan tempat yang membuatmu merasa dirawat.

Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

Selamat datang di dunia Evi Sri Rezeki, kembarannya Eva Sri Rahayu *\^^/* Dunia saya enggak jauh-jauh dari berimajinasi. Impian saya mewujudkan imajinasi itu menjadi sebuah karya. Kalau bisa menginspirasi seseorang dan lebih jauhnya mengubah peradaban ^_^

No comments:

Post a Comment