Sang Makelar

Aku tersesat dalam rimba impian. Impianku tidak sederhana, mungkin tidak masuk akal. Impianku hidup dalam dunia imajinasi. Kau tidak per...

Passion

RF MeetUp Bandung Bagian 2 You are what you do. If you do boring, stupid, monotonous work, chances are you’ll end up boring, stupid, and ...

Rekam Jejak

RF MeetUp Bandung Bagian 1 Kesuksesan selalu meninggalkan jejak - The Secret - Pernah dengar tentang Ruang Freelance? Ruang Fre...

Cooking Class -October Adventure Part 1-

Bulan Oktober ini saya bertekad untuk melewatkannya dengan beberapa petualangan. Tidak perlu menyusuri hutan belantara atau menerj...

The Cabin In The Woods: Karnaval Para Monster

You think you know the story. Klasik! Itulah yang terpikir oleh saya pada adegan-adegan awal film ini. Mungkin itu juga yang terbes...

Lari

LARI Semalam, hujan jatuh seperti dikayuh. Segelas kopi tandas dalam sekejap. Sekedar penghangat sambil lalu. Aku masih di depan layar...

PENGUMUMAN AUDISI "SELL YOUR SOUL!"

Selamat siang. Terimakasih kami ucapkan kepada 53 peserta audisi "Sell Your Soul!". Menentukan 10 judul cerpen untuk dibukukan b...

UP DATE PESERTA AUDISI ANTOLOGI THRILLER “SELL YOUR SOUL!”

UP DATE PESERTA AUDISI ANTOLOGI THRILLER “SELL YOUR SOUL!” Pecinta Thriller. terimakasih sudah mengikuti audisi "Sell Your Soul!...

Malam, Secangkir Teh, dan Ciuman

Secangkir teh aku hidangkan sebagai penghangat malam. Satu persatu teman berangkat lelap. Rumah kayu ini mulai terasa sepi. Sudah hampir...

Menjadi Sinar

sinar tidak akan berarti tanpa bayangan, dan bayangan terlahir atas kehadiran sinar

Rumah di Pojok Jalan

Setiap Daerah punya legenda kota, begitupun di sini. Legenda itu bisa jadi berasal dari kisah nyata atau hanya desas-desus masyarakat kota...

Bayang-bayang

“Apa yang kau bayangkan tentang masa depan Nila?” Tanya Kama, lelaki itu memeluk perempuannya. “Sebuah rumah, nenek tua dengan banyak k...

Akar Tunas Pertiwi

Cerpen ini saya persembahkan untuk Alm. Bapak Samsir Mohamad. Saya sangat bahagia bisa mengenal beliau semasa hidupnya. Semoga beliau bahag...

Aroma Senja

Setiap siang menuju sore, penduduk sekitar rumah itu telah terbiasa melihat pemandangan dua perempuan menatap langit dari atas loteng. Mer...