Lelaki, Perempuan dan Aku

Lelaki yang diam di balik jendela
menafakuri perempuan pelantun tembang jawa
aku hanya jadi penonton di persimpangan

Aku seperti sampan dalam danaumu
telah kubuang dayungnya
agar riak gelombang menjadi nakhodaku

Lelaki yang diam di balik jendela
membayangkan perempuan dengan sajak
aku menanti di ujung persimpangan

Ku potong tali pengikat sampan
agar tenggelam!
dan kulihat warna dasarmu
mengendapkan kenangan

Perempuan bisu dalam dunianya
aku pergi dari persimpangan
lelaki diam di balik jendela


Persembunyian
07.07.05
21:48

Puisi ini masuk kedalam Antologi Puisi "Roh, Kumpulan Puisi Penyair Muda Jawa Barat – Bali" Buku Pop - 2005

Previous
Next Post »