Seri Novel Dunia: Sons and Lovers Karya D.H. Lawrence

Seri Novel Dunia: Sons and Lovers Karya D.H. Lawrence
Seri Novel Dunia: Sons and Lovers Karya D.H. Lawrence

Sons and Lovers sebagai seri novel dunia adalah novel yang ditulis oleh D.H. Lawrence yang juga seorang penyair, kritikus, dan penulis naskah asal Inggris.  Sons and Lovers, terbit pertama kali pada tahun 1913 yang membuat sang penulis dikenal dan dikagumi di dunia.  80 bagian dari Novel ini sempat diedit secara serius dan besar-besaran oleh Edward Garnett pada tahun 1913. Sebelum publikasi awal, novel ini sempat diberi judul oleh Lawrence yaitu Paul Morel, sesuai dengan nama tokoh dalam cerita. Tapi diurungkan karena alasan tertentu. Membaca tentang kehidupan Lawrence sangatlah menarik mulai dari awal karir hingga mencapai ketenaran. Karakter Lawrence memperkuat novelnya.


Biografi Singkat D.H. Lawrence

D. H. Lawrence
D. H. Lawrence

D.H. Lawrence, sampai hari ini masih dianggap penulis paling berpengaruh dari abad ke-20, dia lahir 11 September 1885, di kota pertambangan kecil Eastwood, Nottinghamshire, Inggris. Ayahnya, Arthur John Lawrence, seorang penambang batubara, dan ibunya, Lydia Lawrence, bekerja di industri pembuatan renda untuk menambah penghasilan keluarga. Ibu Lawrence berasal dari keluarga kelas menengah, berpendidikan, dan mempunyai rasa cinta yang besar terhadap sastra sebelum mengalami kehancuran finansial. Dia menanamkan kepada D.H. Lawrence untuk cinta pada buku-buku.

Asal-usul tentang ayah D.H Lawrence dan pengalamannya sebagai kelas pekerja membuat kesan yang kuat pada dirinya. Lawrence kemudian menulis tentang pengalamannya tumbuh di sebuah kota pertambangan yang buruk. "Apa pun yang saya lupa," dia kemudian berkata, "Aku tidak akan melupakan Haggs, sebuah peternakan bata merah kecil di tepi kayu, di mana saya mendapat insentif pertama saya untuk menulis.” Inilah yang mungkin menjadi cikal bakal inpirasi Lawrence dalam menulis tentang kelas-kelas pekerja dan mempengaruhi beberapa novel-novelnya.

Pada musim panas 1901, Lawrence mengambil pekerjaan sebagai petugas pabrik untuk produsen peralatan bedah Nottingham disebut Haywoods. Namun musim gugur itu, kakaknya William tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal. Dalam kesedihannya, Lawrence juga terjangkit pneumonia. Setelah sembuh, dia mulai bekerja sebagai guru mahasiswa di British School di Eastwood, di mana ia bertemu dengan seorang wanita muda bernama Jessie Chambers yang menjadi teman dekat dan pendamping intelektual. Dia mulai menulis puisi dan juga mulai menyusun novel pertamanya yang akhirnya akan menjadi The White Peacoc.

Novel Sons and Lovers
Novel Sons and Lovers menceritakan perjuangan muda Paul Morel, seorang pemuda, seniman pemula, anak penambang, untuk membangun dirinya di kelas menengah dan untuk membebaskannya dari dominasi ibunya. Ini juga kisah ibu Paulus, seorang wanita beradab yang menemukan dirinya terjebak dalam kemiskinan dan pernikahan tanpa cinta. Untuk mengimbangi, dia melampiaskan cinta pada anak-anaknya secara berlebihan, pertama William, kemudian Paul. Novel ini juga gambaran utuh kehidupan pekerja di pertambangan, studi intensif tentang keluarga, kelas bawah, dan hubungan seks dini.  Di chapter pertama, pembaca diajak untuk mengenal peristiwa-peristiwa awal mengenai asal usul Paul Morel dan keluarganya yang dari kelas pekerja penambang. 

Alkisah, di sebuah pesta dansa natal, Walter Morel bertemu dengan Getrude Coppard. Mereka jatuh cinta lalu berhubungan seks. Pernikahan mereka ternyata berbeda dengan apa yang diharapkan Coppard. Coppard sering bertengkar dengan Morel. Coppard menyadari tekanan ekonomi mereka yang penuh dengan kesulitan, karena gaji Morel minim dan mereka hanya tinggal di rumah kontrakan yang kecil. Mereka akhirnya berpisah dan hidup sendiri-sendiri. Secara berangsur-angsur, rasa cinta dan kasih sayang Coppard berpindah ke anak-anaknya, dimulai dari anak sulungnya yaitu William, lalu ke anak keduanya Paul Morel.  William tak bisa hidup tanpa Ibunya.

Saat tumbuh menjadi remaja, William sering membela ibunya dari ayahnya. Setelah dewasa, William merantau ke London, untuk menaikan kelas sosialnya, sebagai kaum kelas menengah. Bekerja lalu bertunangan dengan wanita munafik. Sampai dia meninggal dunia. Coppard bersedih atas kematian putra sulungnya.  Paul, putra kedua yang jatuh cinta dengan orang lain, bernama Miriam, gadis desa petani. Mereka berdua sering berdiskusi menyoal buku-buku.  Dibenak Paul, sempat terlintas untuk pergi dari ibunya, untuk bisa merasakan jatuh cinta pada gadis yang dia sukai. Diam-diam Paul ingin menyangkal tentang ketertarikan dirinya pada ibunya. Pertemuan Paul dengan Clara, perempuan yang telah berpisah dari suaminya, membuat Paul ingin juga menjalin hubungan intim dengan Clara. Pertemuan mereka berdua dimulai di peternakan Miriam. Hubungan mereka tak lama. Setelah itu mereka berpisah. Dia kembali ke ibunya.

Setelah belajar dari pengalaman dengan William, Coppard mengambil pendekatan yang berbeda dengan Paul yang tampaknya menjadi kesempatan terakhir, harapan terbaik untuk membenarkan hidupnya sendiri. Hubungannya dengan Paul menjadi terang-terangan secara seksual. Ketika mereka pergi ke luar bersama-sama, mereka berperilaku seperti kekasih yang sedang berkencan. "Dia membelai rambut ibunya, dan mulutnya di lehernya." Ketika Paulus mengatakan kepada ibunya bahwa dia tidak mencintai Miriam, dia mencium ibunya dalam panjang, ciuman kuat. “Anakku!" kata Coppard dengan suara gemetar karena gairah cinta. Pada akhirnya, satu-satunya keintiman yang Paul mampu adalah dengan ibunya.

Sons and Lovers adalah sebuah karya yang sangat kaya, dan pembaca dapat mendekatinya dalam beberapa cara, studi psikologis konflik keluarga; pemeriksaan kelas; kritik dari industrialisme; dan asmara, dimana tiga wanita (satu ibu) berjuang untuk cinta Paulus. Salah satu tema Lawrence dalam pekerjaan ini (dan banyak lainnya) adalah sejauh mana cinta harus didasarkan pada fisik dan spiritual.

Tidak seperti beberapa karya lain Lawrence, seperti Women in Love, dimana Lawrence mengeksplorasi tema yang tinggi dengan nada filosofis dan muram, Sons and Lovers adalah turun ke bumi dengan kasar, keras, namun menyenangkan.

Jadi tak salah, kalau novel Sons and Lovers menempati urutan nomor sembilan, dari seratus novel terbaik dunia versi The Modern Library, sepanjang abad 20.

Referensi dan gambar:
http://www.biography.com/people/dh-lawrence-17175776
https://en.wikipedia.org/wiki/D._H._Lawrence
http://dennyja-world.com/ensiklopedia_inspirasi/post/743
http://img1.fantasticfiction.co.uk/images/n22/n114498.jpg
http://a2.files.biography.com/image/upload/c_fill,cs_srgb,dpr_1.0,g_face,h_300,q_80,w_300/MTE5NDg0MDU1MjYwNzkyMzM1.jpg
Previous
Next Post »