Pengalaman Berhubungan Dengan Asuransi Prudential

asuransi-prudential
Pengalaman Berhubungan Dengan Asuransi Prudential - Sumber gambar kalhh from Pixabay

Di masa pandemi ini saya semakin sadar akan kebutuhan asuransi. Baik itu yang menyangkut kesehatan, jiwa, pendidikan, ataupun kendaraan. Namun jujur saja, saya belum tahu harus pilih asuransi apa hingga sahabat saya bercerita tentang pengalamannya. Sahabat saya punya sedikit pengalaman tentang asuransi Prudential. Pengalaman yang bisa jadi informasi bagi kita bagaimana cara memilih perusahaan asuransi yang tepat.


Di masa-masa awal-awal pandemi, sekitar bulan April 2020, sahabat saya membantu tetangga mengajukan klaim asuransi. Tetangganya itu mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor yang cukup parah hingga harus masuk ICU. Tangan dan kaki kirinya juga mesti diamputasi.



Karena tetangga sahabat saya jauh dari keluarga, sahabat saya coba membantunya dengan cara mencari informasi tata cara untuk mengajukan komplain/klaim asuransi melalui contact center. Kebetulan, produk asuransi yang dipilih tetangganya itu asuransi perlindungan kecelakaan dan disabilitas Prudential.



Setelah mendapat informasi dari contact center Prudential Indonesia, sahabat saya pun mengajukan surat pengaduan yang menjelaskan kecelakaan yang dialami tetangganya dengan melengkapi syarat-syarat dokumen lainnya. Tanpa proses panjang, pengajuan klaim asuransi itu diselesaikan dalam kurun waktu tujuh hari kerja.



Klaim disetujui dalam jangka waktu lima hari setelah penyerahan syarat-syarat dokumen. Dua hari kemudian klaim dibayarkan. Standar pelayanan asuransi Prudential benar-benar membuat sahabat saya takjub, karena setahu dia pengajuan klaim asuransi cukup lama dan berbelit-belit, apalagi jika klaim yang diajukan itu berkaitan dengan kecelakaan.



Setelah mendapat pengalaman mengurus pengajuan klaim asuransi, serta belajar dari peristiwa kecelakaan yang dialami tetangga, sahabat saya mulai berpikir untuk mendaftar asuransi juga. Dia menceritakan pengalamannya tersebut pada saya. Kami pun mencari tahu mengenai asuransi Prudential dan produk-produk asuransinya.  Saya harus berjaga-jaga karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.



Prinsip-Prinsip Asuransi

Sebelum mencari tahu dan memilih perusahan asuransi Prudential, saya terlebih dahulu memahami dengan baik prinsip-prinsip asuransi. Hal ini saya lakukan agar terhindar dari kesalahpahaman, serta membuat saya mengetahui apakah saya akan mendapat manfaat asuransi yang sesuai dengan harapan.



Ada enam prinsip yang dikenal dalam dunia asuransi.  

  1. Insurable Interest 

Prinsip ini menjelaskan bahwa seseorang diberikan hak untuk mengasuransikan sesuatu karena terdapat hubungan keluarga atau ekonomi yang mendasarinya. Hak ini otomatis timbul setelah adanya perjanjian yang selanjutnya disebut Polis dan telah memiliki dasar hukum. Kita tentu bisa mengasuransikan diri sendiri. Ini persis seperti yang dilakukan tetangga sahabat saya itu. Tetangga sahabat saya memilih produk asuransi perlindungan kecelakaan dan disabilitas Prudential untuk dirinya sendiri.



b.   Utmost Good Faith

Prinsip yang kedua ini memiliki arti itikad baik.  Dalam proses membeli produk asuransi, baik Tertanggung (nasabah) maupun Penanggung (perusahaan asuransi) harus menyampaikan informasi dengan terbuka, rinci, dan jujur. Nasabah harus menjawab dengan jujur beberapa pertanyaan pada screening risiko sebelum membuat kesepakatan, seperti penyakit bawaan, pengalaman dirawat di rumah sakit, dan lain-lain.



Hal ini juga berlaku untuk perusahaan asuransi. Misalnya, saat sahabat saya menghubungi contact center untuk mengetahui tentang asuransi Prudential, dia benar-benar mendapat info detail mengenai produk-produk asuransinya. Sahabat saya mendapatkan penjelasan rinci dari masing-masing produk asuransi Prudential, sehingga dia bisa membedakan antara produk asuransi yang satu dengan yang lain tanpa merasa dibodohi.


c.   Indemnity

Indemnity sering juga disebut sebagai prinsip ganti rugi. Perusahaan asuransi selaku Penanggung harus memberikan ganti rugi kepada Tertanggung sesuai dengan kesepakatan pada perjanjian atau polis. Kemudian, nilai tanggungan harus sesuai dengan nilai klaim yang sudah diajukan tanpa pengurangan atau penambahan nilai.



Hal ini juga sahabat saya dapati dalam pengajuan klaim Polis asuransi saat membantu tetangganya yang kecelakaan. Prudential selaku Penanggung, memberikan nilai tanggungan sesuai dengan nilai klaim yang diajukan. Benar-benar cepat dan tepat tanpa kurang sepeser pun.



d.   Subrogation 

Subrogasi berkaitan dengan kondisi di mana kerugian yang dialami Tertanggung disebabkan oleh pihak ketiga (orang lain). Dalam asuransi, subrogasi mengharuskan Tertanggung memilih salah satu dari sumber pengganti kerugian, yaitu Penanggung atau pihak ketiga. Lain halnya jika Tertanggung tidak mendapat ganti rugi secara penuh dari pihak ketiga, maka Tertanggung dapat meminta hak ganti rugi sesuai dengan selisih yang ada kepada Penanggung.



Untuk kasus tetangga sahabat saya, karena sumber kerugian merupakan kecelakaan tunggal, maka pihak Penanggung yang dalam hal ini asuransi Prudential, sepenuhnya mengganti kerugian sesuai dengan kesepakatan pada Polis asuransinya. 



e.   Contribution 

Dalam prinsip ini, pihak asuransi memiliki hak untuk mengajak Penanggung lainnya untuk menanggung kerugian Tertanggung.



f.   Proximate Cause 

Prinsip asuransi yang terakhir adalah prinsip kausa proksimal, dimana setiap kerugian yang terjadi pasti ada penyebabnya. Mengacu prinsip ini, Penanggung hanya akan mengganti kerugian Tertanggung apabila suatu peristiwa diakibatkan oleh penyebab yang diatur dalam Polis.



Setelah mempelajari enam prinsip-prinsip asuransi, kami pada akhirnya mantap memilih asuransi Prudential. Melalui prinsip Utmost Good Faith yang dipegang teguh Prudential, kami yakin Premi yang kami bayar setiap bulannya akan dikembangkan pada instrumen-instrumen investasi, sehingga memberikan kami rasa aman secara finansial dan juga perlindungan jiwa atau kesehatan di saat yang bersamaan.


Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

Selamat datang di dunia Evi Sri Rezeki, kembarannya Eva Sri Rahayu *\^^/* Dunia saya enggak jauh-jauh dari berimajinasi. Impian saya mewujudkan imajinasi itu menjadi sebuah karya. Kalau bisa menginspirasi seseorang dan lebih jauhnya mengubah peradaban ^_^

No comments:

Post a Comment