The Art of Storytelling Part 1

Cerita memenuhi hidup kita seperti air memenuhi kehidupan para ikan –Clara Ng-
The Art of Storytelling Part 1
The Art of Storytelling


Teman-teman, tulisan saya kali membahas The Art of Storytelling. Mengulas materi dari Clara Ng saat workshop Gramedia Writing Project, Maret silam. Tulisan ini telah disarikan dan menurut pandangan saya selaku penerima materi, kurang lebihnya semata-mata karena keterbatasan daya tangkap saya.


What Is A Story?
Menurut Clara Ng, cerita adalah bentuk ikatan di masyarakat, yaitu koneksi antara manusia dan peristiwa. Saya sangat sepakat dengan pernyataan tersebut. Ingat saja betapa kita senang curhat pada sahabat atau keluarga tentang berbagai kejadian dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal remeh-temeh sampai peristiwa besar semacam perayaan.

Cerita dari zaman ke zaman: gambar di gua prehistoric sampai kisah hantu ketika kemping; dari novel klasik sampai film Hollywood; dari selebaran iklan tua sampai berbagai format digital. Contoh cerita di masyarakat: mitos, dongeng, legenda, sejarah, cerita rakyat.

Narrative Intelligence
Cerita yang baik adalah cerita yang memiliki interaksi, bukan one-way-relationship.
One way relationship: “I tell the story, and you are to listen.” Cerita dirancang untuk menjadi bangunan di dalam pikiran pembaca. Cerita dirancang untuk menarik perhatian, menggoda, dan menyentuh. The desire to touch the audience. Barangkali karena itulah perbanyak teknik show dari pada tell saat membuat cerita.

Three Time Honored Storytelling Techniques
Membangun rahasia. Rahasia membuat cerita menjadi seru. Misalnya rahasia masa lalu tokoh. Buka rahasia perlahan-lahan.

Mendesain konflik. Cerita yang seru melahirkan kasus, masalah, problema, kondisi.  Kadang bisa diselesaikan, kadang tidak diselesaikan.

Melahirkan para hero. Karakter yang hebat menggaung sepanjang zaman.  Contoh karakter hebat: Nick Carraway, Don Quixote, Scarlett O’Hara. Karakter-karakter tersebut kuat dan punya ciri khas.

What Makes A Good Story?
Theme.
Plot. Plot berupa plot maju, mundur, dan maju mundur.
Character
Setting
Style And Tone. Buat saya pribadi, style and tone ini semacam nada dalam musik. Ada juga yang menggambarkan tone sebagai warna dalam kanvas.
Story Structure
Opening and Closing/Ending. Menurut Clara Ng, tiga halaman pertama novel harus nendang untuk menyedot perhatian pembaca. Sepemahaman saya, ada tiga macam ending yaitu, happy ending, sad ending, dan open ending.

Understanding What It Is Not A Story
‘Situasi’ bukan cerita. Misalnya, kamu menulis tentang penggambaran cuaca.

‘Ide’ bukan cerita. Misalnya, kamu punya ide tentang aksi kepahlawanan. Ide menjadi sekadar ide jika kamu hanya menuliskan garis besarnya saja.

Karakter tanpa sesuatu yang terjadi bukan cerita. Misalnya kamu menciptakan karakter-karakter unik tanpa memasukkan konflik, tak akan menjadi sebuah cerita.

Aksi tembak-tembakan, gaya seksi, cinta-cintaan, syair lagu indah, kalimat-kalimat manis bukan cerita. Banyak penulis terjebak untuk membuat kalimat-kalimat mendayu-dayu namun tak ada esensi dalam cerita tersebut, tidak juga menjadi cerita. Hanya menjadi serentetan kata-kata saja.

“Aku bangun pagi, mandi, sarapan oat choco, pergi ke kantor” bukan cerita.

What Happens Next?
Intinya, TANPA KONFLIK, CERITA TIDAK BISA DIBANGUN.

A Story Is A Journey
Cerita bukan saja tentang “apa”, melainkan tentang “bagaimana”. Apa: kisah cinta dua manusia. Bagaimana: lika-liku mereka bisa bersatu. Dari dulu, banyak yang mengangkat kisah cinta, namun apa yang menjadi pembeda? Jalan cerita.

Ada peralihan yang nyata dari awal cerita sampai akhir cerita. Ini dinamakan PERUBAHAN.

Theme and Premise
Tema adalah inti dari cerita. Tema menyimpulkan semuanya menjadi satu kata. Misalnya: kesepian, cinta, kematian, pengkhianatan, dan lain-lain

Premis adalah konsep  dasar  yang menggerakan alur cerita. Misalnya: “anak lelaki kecil melihat orang-orang yang sudah mati”, “vampir tak berbahaya yang jatuh cinta dengan manusia”, “kota kecil yang diteror oleh ikan hiu”, dan lain-lain.

Bersambung ke The Art of Storytelling Part 2


Sumber gambar: 
https://m2.behance.net/rendition/pm/3936831/disp/b75fe2714fee71bc3a9b2f0ccf0e85fa.jpg
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Diah Utami
AUTHOR
7 Maret 2017 20.07 delete

Wah makasih bagi-bagi ilmunya :)

Reply
avatar