Ijazah

Surat Balasan untuk Evaliana yang berjudul Faktor X

Dear Eva,

Seorang teman bertanya padaku: Kamu tidak berminat mencari pekerjaan? Sayang kan, ijazahnya!

Sekilas, ketika orang melihat, pekerjaan freelance dan wirausaha yang kugeluti seperti tidak menjanjikan.
Tak heran ada saja yang bertanya seperti itu. Seolah-olah pekerjaan adalah melulu jenis kantoran.

Apakah seorang freelancer atau wirausaha tidak membutuhkan ijazah? Apakah ijazah adalah milik mereka yang berdasi? Milik mereka yang pergi pagi dan pulang malam?
Padahal pekerjaan kita boleh dibilang tidak kenal waktu, tidak kenal weekend, tidak kenal musim gajian.
Apakah hal seperti itu tidak sebanding dengan selembar ijazah? Entah temanku terlalu konvensional, entah aku yang tidak mengerti.

Bagaimana menurutmu?

Bukankah menjadi freelancer atau wirausaha membutuhkan skill manajemen dan sepaket skill lain yang lebih banyak? Apakah pekerjaan seperti itu tidak membutuhkan pendidikan? Bukankah seharusnya pendidikan lebih banyak kita butuhkan dengan pilihan seperti itu? Aku tak habis pikir.

Tapi ya sudahlah, biarkan temanku itu bicara. Toh, yang menjalankan adalah aku sendiri.

Eva,
sungguh aku butuh bertukar pikiran. Lalu bagaimana menurutmu?

Salam deadline

Your mate


Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

2 comments:

  1. ihh samaa bangeett kita.. salam kenal evi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mufiyda, terima kasih sudah berkunjung ya :D Semangat ya kita walaupun sering dikasih opini di atas hehehe

      Delete