Ini Bukti Sepatu Kets Buatan Lokal Enggak Kalah Kualitas dengan Brand Internasional

Ini Bukti Sepatu Kets Buatan Lokal Enggak Kalah Kualitas dengan Brand Internasional
Sepatu Kets - Sumber gambar Qlapa.com

Sejak zaman dulu, produk kerajinan Nusantara sudah terkenal berkualitas tinggi di mancanegara. Namun anehnya, seiring berjalannya waktu, p
roduk kerajinan dalam negeri seringkali dianggap sebelah mata. Ada saja sentimen negatif terhadap barang lokal. Padahal, nyatanya produk lokal punya pasar yang luas dan diakui sampai internasional termasuk sepatu kets buatan lokal.
 
Fakta Antusiasme Pasar Internasional pada Produk Kerajinan Indonesia
Menurut Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk kerajinan tanah air pada 2011 adalah sebesar 660 juta dollar US. Kemudian naik pada tahun 2012 hingga mencapai 700 juta dollar Amerika Serikat. Tujuan ekspor terbesar di antaranya ke Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, dan Australia.

Meski begitu, ternyata penjualan produk lokal masih lebih besar. Perdagangan kerajinan domestik besarnya 5,6 kali lebih besar daripada ekspor.

Secara general, ada lima produk ekspor Indonesia yang digemari pasar luar negeri. Apa saja sih?

   Olahan rempah. Indonesia jadi ladang rempah besar dunia. Hal ini menarik bangsa Eropa untuk berlayar ke sini ratusan tahun lalu. Saat ini, Eropa masih gemar mengonsumsi rempah Indonesia. Jerman adalah salah satu negara importir terbesar, disusul dengan Vietnam dan Brasil. Produk yang diminati berupa herbal, biji kopi, dan kacang-kacangan.
    Cokelat. Bisa dibilang cokelat hampir disukai semua orang. Makanan manis ini berasal dari biji kakao yang diolah sedemikian rupa. Indonesia menjadi salah satu pengekspor biji kakao terbesar. Negara pengimpor produk ini di antaranya Jerman, Italia, Belgia, Belanda, Prancis, Inggris, dan Denmark.
    Peralatan otomotif. Industri otomotif lokal enggak kalah loh sama luar negeri. Indonesia adalah pengekspor berbagai komponen otomotif ke Eropa.
   Alas kaki. Di antara produk fashion yang ada, sepatu kets buatan lokal jadi paling populer untuk ekspor Indonesia. Penerimanya kebanyakan negara-negara di Eropa. Indonesia memproduksi beragam jenis sepatu mulai dari gaya casual hingga formal.

Untuk menyukseskan program ekspor sepatu kets buatan lokal, perlu dukungan pemerintah dan kerjasama yang baik antara pengrajin sepatu dengan eksportir. Dan masyarakat Indonesia secara luas.

Gempuran Produk Tiruan Sempat Melemahkan Produktivitas Pengrajin Lokal
Kalau  kamu suka jalan-jalan, pasti sering lihat konter yang menawarkan barang branded 50 ribuan. Aneh ya, murah banget? Semua pasti langsung sadar kalau produk tersebut hanyalah tiruan dari barang asli.

Konter-konter penyedia barang tiruan enggak cuma satu atau dua, tapi cukup menjamur. Pasalnya, minat masyarakat lokal akan produk tersebut cukup tinggi. Aktivitas ini bisa dibilang menguntungkan kedua belah pihak.

Cina, salah satu produsen terbesar barang tiruan juga dapat banyak keuntungan ekonomi dari perdagangan ini. 63,2% barang tiruan berasal dari negara ini. Bila kesepakatan soal hak kekayaan intelektual ditegaskan, jutaan rakyat Cina akan kehilangan pekerjaan. Indonesia, meskipun bukan merupakan negara produsen, tetap jadi salah satu pasar terbesar untuk barang tiruan.

Sementara itu, dari sudut pandang brand asli, hal ini tentu merugikan mereka. Ambillah contoh tuntutan Gucci, Yves Saint Laurent, Puma, dan lain-lain terhadap salah satu marketplace karena dituding turut memasarkan produk tiruan. Pemalsuan barang Gucci melanggar hak kekayaan intelektual. Sama halnya dengan usaha lokal, mereka juga sebenarnya kena imbas.

Pemerintah sadar betul kalau ada banyak kerugian yang didapat dengan beredarnya barang palsu di pasaran. Salah satunya adalah menurunnya minat investor terhadap barang yang dipalsukan. Hal ini tentu akan menganggu pengrajin lokal yang barangnya dipalsukan.

Hasil survey Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan menyebutkan kalau kerugian ekonomi nasional akibat barang palsu mencapai 6,5 triliun rupiah! Pemerintah juga kehilangan pajak enggak langsung sebesar 424 miliar rupiah. Besar banget, kan?

Dengan mengetahui kondisi ini, Menteri Perdagangan akan berusaha meminimalisir perdagangan barang palsu. Salah satu langkahnya adalah dengan standarisasi yang baik.

Perjuangan Para Pengrajin Sepatu Kets Indonesia
Di tengah pasar yang penuh dengan barang tiruan, beberapa pengrajin sepatu kets malah jadi terpacu untuk menciptakan desain yang lebih kreatif. Misalnya saja nih, ada menjual sepatu kets lukis. Ada juga yang meningkatkan ragam sepatu mereka, seperti merek di bawah ini:

    Kanan Kiri Shoes. Label ini menjual sepatu kanvas model slip-on. Mereka menyediakan karakter lucu seperti Minion. Meski begitu, kamu tetep bisa memesan desain costumize.
    Fourcils. Fourcils punya sepatu ala Converse yang modelnya dilukis.
   Partystic. Produksi Partystic mirip seperti sepatu kets Fourcil. Namun uniknya, Partystic menyediakan jasa melukis sepatu yang udah kamu punya!
   Rockickz. Rockickz juga menyediakan jasa lukis sepatu kets dan pewarnaan ulang. Label ini enggak memproduksi sepatu, hanya berupa jasa.

Ini Bukti Sepatu Kets Buatan Lokal Enggak Kalah Kualitas dengan Brand Internasional
Sepatu kets lukis - Sumber gambar Qlapa.com

Kreativitas label-label di atas terkadang enggak dikenal dengan baik. Perlu trik pemasaran khusus supaya sepatu kets buatan lokal banyak dilihat. Salah satunya adalah dengan memasarkannya di marketplace online Qlapa.

Marketplace ini jadi jembatan antara pengrajin dan konsumen loh. Pendirinya sendiri punya cita-cita memperkenalkan kreativitas lokal lewat internet. Ia memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan kerajinan lokal. Situsnya sendiri sangat user-friendly dan gampang dioperasikan oleh siapa pun.

Buat yang masih takut buat belanja online, beli sepatu kets di Qlapa.com dijamin barang yang dipasarkannya berkualitas. Soalnya, sebelum diizinkan berjualan, barang kerajinan diseleksi dulu satu per satu. Salah satu fitur situs ini yang menarik adalah costumize. Jadi, kamu bisa pesan barang sesuai keinginanmu. Asyik, kan?
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

Selamat datang di dunia Evi Sri Rezeki, kembarannya Eva Sri Rahayu *\^^/* Dunia saya enggak jauh-jauh dari berimajinasi. Impian saya mewujudkan imajinasi itu menjadi sebuah karya. Kalau bisa menginspirasi seseorang dan lebih jauhnya mengubah peradaban ^_^

13 comments:

  1. iya barang produksi lokal sebenarnya gak kalah bagus dan harganya pasti lebih terjangkau, masyarakat sih suka mikir gengsi, yang penting branded, tapi belinya KW, kalau memang gak sanggup beli yang asli mending beli merk lokal ya

    ReplyDelete
  2. pengen punya sepatu ketz lukis baru tahu merk-merk itu teh Evi langsung cus ah buka qlapa.com :)

    ReplyDelete
  3. Tanpa disadari banyak orang belum `ngeh` kalau sepatu produk lokal juga bisa bersaing dengan produk internasional

    ReplyDelete
  4. industri kreatif lokal sekarang pada keren - keren ide nya

    ReplyDelete
  5. Sepatu yang bermotif gitu jadi bikin mood bagus yaa, dan jadi lebih pede.. selain produk dalam negeri juga jadi membudayakan karya anak negeri 🤗🙂

    ReplyDelete
  6. Kece banget sepatunya Teh. Aku gak punya sepatu model gini

    ReplyDelete
  7. sepatu di bordir se kreatif ini ga sangka loh, brand lokal juga harus up up terus

    ReplyDelete
  8. Pingin kembaran sama suami pake sepatu kets.
    Tapi apa karena bentuk kaki atau gak biasa yaa...?
    Berasa aneh makenya.

    ReplyDelete
  9. Sebetulnya buatan lokal memang lebih bagus kualitasnya, harganya aja yg kelihatan lebih mahal.

    ReplyDelete
  10. Produk lokal juga gak kalah bagus dari produk luar, ya, Teh ...
    Buktinya, sepatu kets lukis itu,cakep sekali...��

    ReplyDelete
  11. Keren teh sepatunya... Unik jd pengen hehe..

    ReplyDelete
  12. Duh baru aja kemarin beli sepatu, belum tau banyak kalo sepatu kets buatan indo keren-keren juga :D

    ReplyDelete
  13. Viiii,
    Sepatu kets-nya meuni lucu banget, mana brand lokal lagih! Harus diborong ini mah! Halah...

    ReplyDelete