Prompt #16 : Sempurna

“Mas, ini sudah kelima kalinya! Mau sampai kapan kamu begini? Kenapa tidak Mas ceraikan aku?!” pekik Raisa.

“Pelankan suaramu, Sa! Aku tidak mungkin menceraikanmu. Kamu ibu yang baik, istri yang sempurna,” ucap Reza.

“Lalu kenapa selalu mengkhianatiku?” tanya Raisa dingin.


“Aku lelah dengan segala kesempurnaanmu. Aku…. Sudahlah. Kita liburan saja ya, biar hubungan kita kembali normal,” bujuk Reza.

“Selalu begitu. Setiap kali ketahuan selingkuh, kamu akan mengajakku berlibur. Ke mana kali ini?”

“Terserahmu saja,” ucap Reza sambil membelai punggung tangan Raisa.

***

dokumentasi pribadi Hana Sugiharti

Tita memandang bangunan-bangunan putih teratur itu dari balik jendela. Entah ada di mana tempat ini. Yang jelas bagi Tita kecil, pemandangan di balik kaca itu indah sekali.

Dalam waktu satu tahun, tiga kali Ibu mengajaknya bertamasya ke tempat jauh. Biasanya mereka akan berlibur berempat bersama Bapak dan adiknya. Kali ini agak berbeda, Bapak tidak ikut serta.

“Tita, mandi dulu, Nak,” ucap Marni, pengasuhnya.

“Mau mandi sama Ibu!” teriak Tita merajuk.

“Nanti Ibu jemput Tita. Ibu lagi belanja dulu. Makanya Tita mesti sudah cantik waktu Ibu datang, ya,” bujuk Marni.

“Nih, Tisa juga lagi mandi,” ujar Sopiah, pengasuh adiknya dari ruangan lain.

“Enggak mau, ah! Tita mau mandi sama Ibu!” rengeknya.

Marni yang terbiasa dengan sikap Tita yang keras kepala hanya tersenyum lemah. Ditinggalnya gadis berusia empat tahun itu sendirian.

Mata Tita membulat ketika menangkap sosok Ibunya di jalan dekat salah satu bangunan putih besar.

“Ib….” Kalimat yang meluncur dari bibir mungil Tita terhenti. Dilihatnya Ibu mengandeng seorang lelaki berkumis tipis. Jelas itu bukan Bapak.

“Ibu… Ibu mau ke mana?!” teriak Tita. Tangannya sibuk memukul-mukul kaca yang menjadi pemisah antara dia dan ibunya.

***

“Aku sudah lama tahu, Ibu tidak akan pernah kembali,” ujar Tita lembut.

“Sebenarnya, ke mana Ibumu pergi? Kamu tidak sedih? Tidak ingin mencarinya?” tanya Danar calon suaminya.

“Sudah berlalu. Aku sudah merelakan Ibu pergi ke dunia itu. Dunia di balik kaca,” kata Tita sambil mengamit mesra lengan Danar.

“Ada aku di sampingmu. Aku tidak akan meninggalkanmu. Kamu adalah perempuan paling sempurna buatku,” ucap Danar pelan.

“Sempurna, ya?” gumam Tita. Bagi Tita, Ibu adalah perempuan yang sempurna. Semesta tempat dia bernaung.

“Kalau kamu nakal, aku akan menyusul Ibu…,” bisik Tita.

“Apa?”

“Tidak apa-apa, aku tadi hanya bergumam kalau aku mencintaimu,” ucap Tita lagi sambil tersenyum bahagia.

"Aku juga sangat mencintaimu, Tita Raisa."
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

31 comments:

  1. Eh itu si ibuuu??? itu ya? hehe

    keren ceritanyaaa

    ReplyDelete
  2. wah...si ibu ke dunia itu ternyata ya..

    ReplyDelete
  3. hihihihihi yang lain kok komennya pake kode semua sih? saya masi bingung niii :))). dunia di balik kaca itu maksudnya dunia prostitusikah? trus part 2 itu tita ma tisa ada dimana? weleh2, maappp, otak saya lagi lier, tanyanya ya juga banyak :D. tapi saya suka gaya bahasa en diksi yg dipake, mengalir lancar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ibu ke mana?

      *masih lemot*

      Nanti saya ulangi lagi bacanya ya.. :)

      Delete
    2. Mbak Na, jadi dunia di balik kaca memang cuma metafor yang dibikin oleh Tita. Tapi bukan dunia prostitusi, selingkuh aja dan enggak balik lagi.

      Part 2, Tita dan Tisa ada di tempat jauh, di luar negeri misalnya.

      Mbak Rini, ibunya pergi bersama selingkuhannya :D

      Delete
  4. Aku masih bingung mbak, menghubungkan kisah pertama kedua dan ketiga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kisah kedua dan ketiga itu maksudnya ada lompatan waktu :D

      Delete
  5. Ehmm Tita Raisa yg mau nikah dg Damar itu si Tita kecil kah, atau si Raisa sendiri, istri Reza? Aku nangkepnya dia itu si ibu *eh salah ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyikk akhirnya ada yang ngerti twistnya. Maksudnya memang gitu, Mbak. Jadi Mbak Lianny boleh pilih part 3 itu si Ibu atau anaknya :D

      Maksudnya boleh menjadikan part 3 itu kelanjutan dari hidup Tita atau percakapan Raisa dengan selingkuhannya :D

      Delete
  6. Gara-gara suaminya selingkuh, Raisa juga ikutan selingkuh dengan menjadikan dirinya wanita dibalik kaca begitukah? Trus Tita ini anaknya Raisa gitu kan Mbak? aku sih begitu nangkepnya

    ReplyDelete
  7. terlalu mbulet mbak.
    buatlah yang konfliknya tajam tapi mudah tertangkap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih masukannya, Mbak. Saya perbaiki untuk ke depannya :)

      Delete
  8. Akhhh Tita Raisaaaaa ...... *sambil ngelap kaca bekas telapak Tita*

    ReplyDelete
  9. owh ternyata bertema wanita dalam aquarium dan lelaki bermata genit....
    nice FF mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Ronal. Tapi kayaknya ini FF gagal, soalnya maksudnya bukan wanita dalam aquarium dan lelaki bermata genit, hanya perselingkuhan saja :D

      Delete
  10. Tita Raisa, bisa anaknya bisa ibunya? Idenya keren sih, anak yang ditinggal ibunya getuuu...hm, barusan aku bikin juga...tapi rada beda siiich...

    Salam
    Astin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak. Tapi kayanya FF yang ini gagal soalnya banyak yang #GagalPaham :D

      Delete
  11. hmmm
    there were times when I was fascinated, amazed when visiting a blog or website
    because that will add insight and knowledge I course. thanks for nice post

    ReplyDelete
  12. Ibunya jengah sm sikap suaminya kah? trus memutuskan jadi penjual...?
    hehe maaf ma belom mudeng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan sih, Mbak. Ibunya enggak jadi pelacur, cuma lari sama cowok lain.

      Heu :D ini memang FF gagal soalnya banyak yang enggak ngerti.

      Delete
  13. Kerennn Eviiiiiiii :D
    Twistnya kerenn :)

    ReplyDelete
  14. keren!
    tp saya hrs baca 2x br ngerti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha....
      Memang banyak yang bingung, Mbak :D

      Delete