Serial TV Oshin

Serial TV Oshin
Serial TV Oshin

Waktu kecil, ada sebutan popular buat anak-anak bermata sipit yaitu ‘Oshin’. Kembaran saya, Eva, termasuk salah satunya. Setengah mati, saya pengin dipanggil Oshin, sayangnya, mata saya kalah sipit sama Eva. Satu lagi, Oshin itu gadis kecil manis, penurut, dan rendah hati. Sungguh jauh dari sosok saya waktu kecil dan begitu dekat dengan sosok Eva saat itu.

Sebenarnya siapa sih Oshin itu? Oshin adalah judul serial tv asal Jepang yang diputar di TVRI setiap hari tahun 80an, kemudian tayang ulang beberapa kali tahun 90an dan 2000an.  Di Jepang sendiri, Oshin termasuk kedalam Renzoku Terebi Shōsetsu (Novel Televisi Berseri) atau lebih populer dengan sebutan Asadora. Asadora atau drama pagi adalah serial drama televisi yang disiarkan pada pagi hari oleh stasiun televisi NHK  atau TVRI versi Jepang. Ciri khas drama seri ini adalah tokoh utama dalam cerita selalu anak gadis yang sedang menghadapi tantangan untuk mencapai cita-cita. Seri ini telah ditayangkan di 59 negara, termasuk Indonesia.



Storyline
Serial TV ini menceritakan kisah nyata perjalanan hidup Kazuo Wada, pendiri Yaohan sebuah bisnis supermarket Jepang. Shin Tanokura yang biasa dipanggil Oshin di era Meiji sampai awal 1980-an. Oshin dibesarkan dikeluarga yang sangat miskin. Ibunya seorang wanita penghibur yang tabah. Ketika orang tuanya sakit-sakitan, Oshin yang baru berumur 7 tahun harus banting tulang mencari nafkah bagi kelangsungan hidup keluarganya. Oshin kecil memulai pekerjaannya sebagai pembantu dan pengasuh di rumah saudagar beras yang memiliki anak gadis bernama Kayo, musuh bebuyutannya semasa kecil. Kendati begitu, Oshin yang berhati mulia dan menghadapi segala sesuatu dengan senyuman dapat mencairkan hati Kayo. Oshin adalah gambaran ketulusan tanpa topeng.

Cita-cita Oshin sederhana saja, menjadi penata rambut. Berkat kegigihannya, Oshin bisa mewujudkan impiannya, walau pun akhirnya karena terlalu keras bekerja di ladang, dia kehilangan kemampuannya memotong rambut. Oshin yang pantang menyerah mencoba berbagai profesi seperti berdagang kain. Tak heran, Oshin bisa sukses menjadi pemilik waralaba toko swalayan Yaohan hingga memiliki 450 outlet di 16. Nasib buruk sepertinya senang mampir pada Oshin, meski sukses usaha waralaba tersebut negara meski akhirnya bangkrut.

Kisah perjuangan hidupnya Oshin begitu mengharu biru, ditambah lagi dengan kisah cintanya yang menyayat-nyayat. Cinta pertamanya dengan Kota mesti ablas karena terlibat cinta segitiga bersama Kayo. Oshin akhirnya menikah dengan Ryuzo. Seingat saya, Oshin menikah dua kali setelah Ryuzo bunuh diri karena frustrasi.

Sepanjang ingatan saya, serial tv ini banyak menguras air mata, namun tidak terasa cengeng, melow dan galau. Perjuangan Oshin mengajarkan saya tentang kegigihan, kekuatan, dan cinta perempuan. Ya, serial ini memang sarat akan pesan moral dan nilai feminism positif. Serial yang memotret kehidupan Negara Jepang dengan sangat baik, mulai dari kebudayaan, karakter, sampai kehidupan masyarakat Jepang bangkit dari efek perang dunia kedua.

Masih dalam ingatan saya, serial ini kental dengan nuansa salju. Yang paling berkesan adalah adegan ketika Oshin meninggal dalam keadaan tertidur sambil tersenyum. Betapa hidup telah membombardirnya dengan badai luar biasa, Oshin tetap bersyukur dan bahagia. Oshin adalah gambaran perempuan tak lekang oleh zaman. Saya berani bertaruh, kekuatan Oshin mampu membuatnya sukses dalam zaman bagaimana pun.

Oshin
Genre: Drama  
Durasi: 15 menit
Tanggal Release: 4 Apri 1983
Season 1: 1983 - 1984, 279 episode
Pemain: Kobayashi Ayako (Oshin 6 - 10 tahun), Tanaka Yuko (Oshin 16 - 46 tahun), Otowa Nobuko (Oshin 50 - 84 tahun)

Sumber: Wikipedia dan IMDb
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

11 comments:

  1. Oh, jadi gitu ya ceritanya film Oshin, dari dulu pengen tahu Oshin seperti apa alur ceritanya. Karena pada waktu balita dulu aku juga ikut nonton mak, sayang gak ngerti apa sih ini ceritanya kok tiap nonton ini ibu aku selalu nangis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya abis ceritanya emang mengharukan T.T

      Delete
  2. aku suka banget nget sama film satu ini mbak...critanya sangat mengena di hati..bahwa u meraih sukses harus bekerja keras..sayangnya sekarang ini sudah jarang ada film seperti ini ya? patut disayangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga aja ada yang mau nanyangin lagi serial ini :)

      Delete
  3. Aku suka nonton serial ini, mulai dari Oshin saat kecil. Perjuangan Oshin patut diacungi jempol ya, aku sudah agak2 lupa sih jalan ceritanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, banyak pelajaran dari serial ini, Mbak :)

      Delete
  4. Halo mbak..saya pikir ada ada seri oshin terbaru yang di re-work, ternyata masih oshin yang jaman bahela itu..hihi.. tontonan mama saya jaman dulu euy.

    Sebenernya saya baru tau ni detail cerita oshin setelah baca blog mbak, hehe dari dulu pengen nonton oshin karena dari kecil mama dan teman2 mama saya bilang muka saya mirip oshin, tapi belum sempet nonton sampe sekarang. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada versi filmnya, Teh Ayu. Tapi lebih menyoroti Oshin kecil. Sekarang susah nyari serial ini

      Delete
  5. Serial oshin itu legend banget ya, waktu masih SD suka nonton di TVRI, salut dengan kegigihannya, n baru tau diangkat dari kisah nyata toh :)

    ReplyDelete
  6. Jadi inget dulu sering dipanggil Oshin waktu kecil, kalau sekarang jadi Oshon mbak Evi :)

    ReplyDelete
  7. Ini epik banget dramanya :D Kenangan sepanjang masa deh.

    ReplyDelete