Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi

Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi
Uber - sumber foto web Uber

Kepikiran juga sih keinginan untuk dijemput kendaraan roda empat untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain. Bukannya manja pengin yang roda empat, tapi kadang kalau lagi pakai busana tertentu atau lagi banyak bawa barang cukup repot juga, apalagi kalo naik kendaraan umum. Sekali lagi ini bukan manja yah.

Memang ada pilihan lain, taksi misalnya, namun terkadang terkendala juga di masalah tarif yang relatif cukup tinggi. Sampai akhirnya seorang teman dari IDGeekGirls, komunitas perempuan kece yang geek memberikan saya alternatif lain. Uber namanya, jasa transportasi berbasis aplikasi. Akhirnya saya datang ke acara Uber yang dilaksanakan di Bober Cafe tanggal 2 Juli 2015 bersama Komunitas IDGeekGirls. Inilah pengalaman saya mencoba layanan Uber.

Apa itu Uber?
Uber asal kata dari Bahasa Jerman yang berarti ‘Super’ adalah perusahaan dari Amerika yang bergerak di bidang jaringan transportasi yang memiliki markas di San Franscisco sana. Scope bisnisnya mencakup pengembangan, pemasaran, dan pengoperasian Uber Mobile App, yang memberikan konsumen untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Kamu bisa menggunakan Uber dengan mengunduh aplikasinya via Google Playstore, Apple Appstore, atau Window Store.

Jenis Uber
Uber dapat diklasifikasikan jadi dua berdasar pada unit kendaraan yang digunakan yaitu Uber X dan Uber (saja). Uber X menggunakan unit kendaraan yang relatif lebih mewah ketimbang Uber (saja). Dan untuk Bandung sendiri saat ini konsumen dapat dijemput dari wilayah Gede Bage hingga Geger Kalong, dengan destinasi tujuan bebas selama dijemput di wilayah tersebut.

Wilayah Operasi Uber
Per 28 Mei 2015 Uber sendiri sudah dapat digunakan di 58 negara dan 300 kota di seluruh dunia, semenjak Uber diluncurkan beberapa perusahaan ada juga yang mengadopsi pola bisnis Uber, dan trend ini biasa disebut Uberfication.
Di Indonesia, Uber baru mulai beroperasi di Jakarta dan Bandung, segera untuk kota Surabaya dan Bali. Uber bekerja sama dengan beberapa pemilik bisnis rental mobil dan driver yang sah.

Cara Menggunakan Uber
Cara menggunakan Uber sangat simpel. Pertama, kamu harus install dulu aplikasi Uber. Kedua, sign up langsung. Di sana, kamu harus menyantumkan kartu kredit, kalau kamu nggak punya, boleh punya orangtua, saudara, teman, atau perusahaan. Ketiga, setelah selesai install, tentukan lokasi kamu minta dijemput, kemudian isi tujuan kamu. Dari data tersebut, akan keluar harga jasa yang harus kamu bayarkan.

Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi
Install aplikasi Uber

Tarif Uber
Penghitungan tariff Uber berdasarkan jenis mobil, jarak, dan waktu tempuh. Adakah minimal pembayaran? Ada, yaitu Rp3.000, ekonomis banget.

Kelebihan Uber
Uber telah menggebrak sistem transportasi dengan inovasinya. Inilah kelebihan Uber dari pada sistem transportasi biasa yang saya rasakan:

Memanfaatkan teknologi dengan menciptakan aplikasi. Karena memang beroperasi di kota-kota besar yang notabene smartphone addict, nggak sulit mengedukasi penggunaan aplikasi praktis dan sederhana Uber. Dilengkapi dengan GPS, Uber bisa mengetahui lokasi penjemputan meskipun kamu nggak tahu alamat lengkapnya.

Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi
One Tap to Ride - Sumber foto web Uber

Informasi tentang mobil penjemputan cukup detail, seperti jenis mobil, nama supir, dan kamu bisa menghubungi supirnya langsung. Satu hal menarik dari aplikasi Uber ini adalah fitur live tracking, fitur ini memudahkan kita mengetahui posisi kendaraan secara live, jadi kita tinggal tunggu saja sambil monitor. Dan bukan hanya itu saja fitur ini juga membiuat pihak Uber mengetahui posisi kita ketika sedang berkendara sehingga perjalanan kita terpantau dan lebih aman.

Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi
Reliable Pickups - Sumber foto web Uber

Transparansi harga. Setelah kita mengisi tempat penjemputan dan tempat tujuan akan keluar harga. Kalau menurutmu harganya kemahalan, kamu bisa cancel. Intinya, harga sudah kamu ketahui sejak awal jadi kamu nggak akan syok begitu sampai tujuan. Harga tersebut sebenarnya bisa berubah ketika kamu berniat buat jalan-jalan atau belok-belok dulu.

Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi
Clear Pricing - Sumber foto web Uber

Menyukseskan program pemerintah yaitu cashless. Berhubung sistem pembayaran Uber ini nggak langsung bayar tapi melalui kartu kredit. Pihak Uber sendiri sedang mengusahakan bekerja sama dengan bank-bank tertentu agar nggak usah menggunakan kartu kredit. Menurut saya, ini langkah tepat karena pengguna kartu kredit belum menyeluruh.

Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi
Cashless - Sumber foto web Uber

Sistem feedback dari penumpang kepada penyedia jasa. Kamu dapat memberikan Rating pengalaman selama berkendara bersama Uber yang memberikan motivasi kepada driver untuk berlomba–lomba mendapatkan poin. Pengalaman saya keliling Bandung dengan Uber cukup menyenangkan. Supirnya pun ramah. Sepertinya sistem rating cukup efektif. Jika kamu merasa kurang puas, kamu bisa memberi rating dan menuliskan keluhanmu di aplikasi Uber.

Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi
Feedback Matters - Sumber foto web Uber

Uber juga menerepakan sistem split your fare. Artinya, kamu bisa minta tolong kepada sesama pengguna Uber untuk membayar jasa yang telah kamu pakai. Agar kamu merasa lebih aman, Uber memberikan asuransi jiwa kepada empat orang penumpang, lho kok cuma empat? Yah, karena batas penumpang yang menaiki satu unit kendaraan hanya dibatasi empat saja, untuk mencegah terjadinya sardenisasi di dalam kendaraan. Dan untuk mencegah kerepotan dalam prosesi udunan yang cenderung lumrah di masyarakat kita Uber juga menyediakan fitur tersebut lho, jadi biaya yang dikenakan dapat dibagi rata kepada jumlah penumpang.

Uber: Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi
Split Your Fare - Sumber foto web Uber

Promo Uber Referral Code. Dengan menginstal aplikasi dan memasukkan kode referral kamu bisa mendapatkan credit sebesar Rp150.000 dan apabila kamu melakukan pemesanan selama bulan Ramadhan bertepatan dengan jam buka puasa, kamu juga mendapat santapan buka.

Kekurangan Uber
Dengan banyaknya kelebihan Uber yang konsumen oriented, apakah Uber nggak memiliki kekurangan? Menurut saya ada. Berikut kekurangan Uber:

Legalitas. Saya sempat membaca-baca tentang Uber yang masih berurusan dengan pemerintah Jakarta. Di Bandung sendiri, pihak Uber yang diwakili oleh Mbak Christy mengaku mendapat dukungan dari Pak Walikota, Ridwan Kamil. Saya coba mencari tahu tentang hal tersebut dan mendapat info sebagai berikut, Pak Ridwan Kamil mempertimbangkan apakah Uber bisa beroperasi atau nggak di Bandung, bisa dibaca di sini. Pak Ridwal Kamil sebenarnya cukup memberi solusi dengan akan mengadakan seminar bersama masyarakat dan pihak Uber pekan ini, bisa dibaca di sini.

Perkembangan terbaru, pihak Uber memberikan pernyataan bahwa akan menguningkan plat nomor mobil Uber sehingga sah menjadi moda transportasi masyarakat, bisa di baca di sini. Saya sebagai calon pengguna Uber sangat berharap pihak Uber segera merealisasikan hal tersebut.

Daya jangkau masih terbatas. Mungkin karena perusahaan baru di Indonesia sehingga daya jangkau masih terbatas. Keterbatasan ini juga diakibatkan oleh sinyal, di satu sisi sangat mudah pemesanannya, di satu sisi sangat tergantung pada jangkaun sinyal. Pada dasarnya keterbatasan diciptakan oleh teknologi yang belum merata.

Dibutuhkan informasi terpusat. Saya sempat mencari web Uber, ternyata baru ada web Uber yang di luar negeri. Harapan saya, Uber segera membuat web tersendiri untuk di Indonesia yang memberikan informasi secara detail tentang jasa tersebut. Juga dibutuhkan call centre untuk pengaduan. Memang sudah ada media sosial seperti Twitter @Uber_BDG dan Instagram @uber_bdg, namun demi kenyamanan konsumen nggak ada salahnya memberi informasi lebih.

Kesimpulan saya, aplikasi ini sebenarnya sudah mencakup kebutuhan berkendara saya dan merupakan sebuah revolusi di dalam dunia digital. Saya pun menantikan perjalanan kembali bersama Uber.

Previous
Next Post »

15 komentar

Write komentar
HM Zwan
AUTHOR
10 Juli 2015 21.58 delete

über kalao baasa jawa itu kejar, diuber=dikejar hehehe...
minimalnya 3000,ekonomis banget

Reply
avatar
Lusi
AUTHOR
10 Juli 2015 22.14 delete

Bagian komplainnya bagaimana ya? Misalnya nunggu kelamaan gitu. Kalau taxi biasa kan tinggal telpon n ngomel2?

Reply
avatar
Keke Naima
AUTHOR
11 Juli 2015 00.21 delete

banyak yang bilang Uber itu bagus. Tapi, karena pake CC, saya masih rada mikir, nih

Reply
avatar
Euisry Noor
AUTHOR
11 Juli 2015 21.49 delete

Kalau punya CC mah kepingin tuh install Uber. Sudah sempat nyoba nebeng temen :).

Reply
avatar
Idah Ceris
AUTHOR
12 Juli 2015 09.16 delete

Idiiih, demen banget ngomel2 deh Kakak yg satu ini. :D

Reply
avatar
Idah Ceris
AUTHOR
12 Juli 2015 09.18 delete

Yaaa secara sering jadi EO kan musti punya langganan roda empat ya, Kak. hihihi

Reply
avatar
admin
AUTHOR
27 Agustus 2015 16.43 delete

Sardenisasi itu semacam pindangisasi bukan vi? Hahay

Reply
avatar
27 Agustus 2015 21.16 delete

Mantap...
Jasa transportasi skrg sudah semakin canggih. Banyak strategi yang digunakan untuk bisa mendapatkan pelanggan. Sudah tidak jamannya lagi nunggu pelanggan datang... tpi sudah jemput bola sendiri.

Reply
avatar
31 Agustus 2015 23.16 delete

Iya Mbak Lusi, makanya butuh call center :D

Reply
avatar
31 Agustus 2015 23.16 delete

Iya ekonimis banget kan ^_^

Reply
avatar
31 Agustus 2015 23.17 delete

Mungkin bisa dicoba dulu, Mbak :)

Reply
avatar
31 Agustus 2015 23.17 delete

Doakan saja semoga segera terealisasi yang kerjasama bank itu, Teh :D

Reply
avatar
31 Agustus 2015 23.18 delete

Hehehe iya sardenisasi itu pindangisasi ^^V

Reply
avatar
31 Agustus 2015 23.19 delete

Betul, semakin ketat persaingan, service pun harus semakin lengkap dan baik :)

Reply
avatar