Tuesday, June 20, 2017

Mudik Gratis Sido Muncul 2017 Memasuki Tahun Ke-28 Mengantarkan Para Perantau Menuju Kampung Halaman


2017 Memasuki Tahun Ke-28 Mengantarkan Para Perantau Menuju Kampung Halaman
2017 Memasuki Tahun Ke-28 Mengantarkan Para Perantau Menuju Kampung Halaman

 Mudik Gratis Sido Muncul 2017 Memasuki Tahun Ke-28 Mengantarkan Para Perantau Menuju Kampung Halaman - Bagaimana kamu memaknai rumah? Lalu bagaimana kamu mengartikan kampung halaman? Bagi saya, rumah adalah tempat orang-orang yang saya cintai berada terutama orangtua. Rumah adalah seseorang bukan bangunan. Lalu Kampung halaman bagi saya tempat tinggal secara geografi orang-orang yang saya cintai, dan suatu tempat bertumbuh penuh histori.

Karena secara geografis saya tinggal di Bandung sejak kecil dan kedua orangtua saya tinggal di Bandung juga, otomatis Bandung adalah rumah sekaligus kampung halaman. Saya hanya cukup berjalan kaki sepanjang 500 meter untuk mengunjungi orangtua. Jadi saya enggak mengenal istilah mudik. Kalau kata seorang teman, saya ini khas anak urban. Nah, kalau kata saya sih lebih tepatnya, saya ini khas anak yang enggak merantau. Banyak juga anak kota merantau ke desa dan anak desa merantau ke kota.

Istilah pulang kampung populer disebut mudik kala Bulan Ramadhan tiba. Ibadah panjang sebulan penuh mendapat ganjaran besar dari Tuhan dan imbalan menyenangkan dari perusahaan atau tempat para perantau bekerja berupa bonus THR dan liburan. Imbalan ini tentunya enggak mau disia-siakan. Sayang banget kalau liburan enggak dipakai buat mengunjungi orangtua, mumpung ada juga rezeki buat biaya perjalanan, beli oleh-oleh, dan buat ngasih uang pemenuhan kebutuhan orangtua.

Ternyata pulang ke kampung halaman butuh pengorbanan waktu dan biaya. Keduanya mesti klop. Waktunya ada tapi enggak ada biaya, mana bisa pulang? Ada biaya tapi enggak bisa cuti, pulang jadi angan-angan. Karena itulah hanya menjelang Idul Fitri kedua unsur itu menjadi klop, para perantau pun bisa kembali ke rumah, ke keluarga tercinta. Sayangnya enggak semua orang mendapatkan keberuntungan ‘klop’ ini. Masih banyak dari para perantau yang nasibnya kurang baik di tempat bermukim. Jangankan untuk biaya pulang ke kampung, buat makan saja masih pas-pasan. Tapi yang namanya kerinduan atas kebersamaan merayakan momen kemenangan itu enggak bisa dipungkiri. Banyak perantau bertekad pulang berbekal nekad. Dan tekad kuat itu selalu menemu jalan keluar.

Adalah PT. Sido Muncul Tbk yang pertama kali menangkap fenomena di atas kemudian mempelopori acara mudik gratis di Indonesia. Perusahaan yang bergerak di industri jamu dan farmasi asli Indonesia ini selalu berkomitmen pada masalah sosial. Pada 1991 pertama kali Sido Muncul mengadakan mudik gratis dan sekarang telah menyelenggarakannya ke-28 kali dengan tajuk Mudik Bareng Guyub Rukun.

Jatuh pada tanggal 17 Juni 2017, Sido Muncul memberangkatkan para pemudik sebanyak 15.000 orang menggunakan 260 bus ke tujuh kota tujuan yaitu Cirebon, Tegal, Banjarnegara, Kuningan, Yogyakarta, Solo, dan Wonogiri. Sebanyak 160 bus akan diberangkatkan dari area Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur dan bus lainnya akan diberangkatkan dari Sukabumi, Bandung, Tangerang, Cilegon, Serang, Cikampek, Bogor, dan Cibinong.

Peserta mudik gratis Sido Muncul  yang adalah para pedagang jamu, pedagang asongan, dan pembantu rumah tangga dilepas oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Drs H. Djarot Saiful Hidayat, M.s, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Sugiharjo, Kepala BPOM RI Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen BPOM RI Drs. Ondri Dwi Sampurno, M.So., Apt., Walikota Adminitrasi Jakarta Timur Drs. Bambang Musyarawdana, M.Si, Direktur Utama PT Sido Muncul, Tbk Jonatha Sofjan Hidajat, dan Direktur PT Sido Muncul, Tbk Irwan Hidayat.

Bapak Irwan Hidayat dalam sesi konfrensi pers (16/06/2017) mengatakan, "Bahkan yang dirasakan seluruh keluarga besar Sido Muncul, bisa menyelenggarakan mudik gratis selama 28 kali adalah sebuah mukjizat. Selamat hari Idul Fitri 1438 H. Mohon maaf lahir batin."

Selama 28 kali mudik gratis Sido Muncul masih berkisar pemberangkatan dari JABODETABEK yang bertujuan ke sekitar Pulau Jawa. Untuk ke depannya program mudik gratis akan berkembang ke beberapa kota tujuan di Sumatera. Kami doakan sepenuh hati semoga segera terealisasi.

2017 Memasuki Tahun Ke-28 Mengantarkan Para Perantau Menuju Kampung Halaman
2017 Memasuki Tahun Ke-28 Mengantarkan Para Perantau Menuju Kampung Halaman

Barangkali cakupan mudik gratis Sido Muncul memang masih terbatas, namun spirit dan gaungnya menyebar hingga pelosok nusantara. Menggerakkan berbagai institusi, lembaga, maupun komunitas untuk melakukan hal serupa. Kebaikan akan menularkan kebaikan. Kebaikan yang mengantarkan para perantau menuju jalan pulang.
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

3 comments:

  1. kereeen ya program ini. Sangat bermanfaat pastinya..banyak yang ikut yaa

    ReplyDelete