Seri Novel Dunia: The Wings Of The Dove Karya Henry James

Seri Novel Dunia: The Wings Of The Dove Karya Henry James
Seri Novel Dunia: The Wings Of The Dove Karya Henry James

Inspirasi menulis novel bisa dari mana saja dan siapa saja. Kepekaan seorang penulis mengantarkannya pada ide dan gagasan. Ada kalanya menuliskan kisah pribadi penulisnya sendiri, tak jarang cerita orang-orang terdekat penulis. Seperti Henry James yang mengabadikan sosok Minny Temple, sepupunya, dalam novel karyanya berjudul The Wings Of Dove. Seri novel dunia kali ini akan mengupas kehidupan Henry James dan novelnya tersebut.


Biografi Singkat Henry James

Seri Novel Dunia: The Wings Of The Dove Karya Henry James
Henry James

Henry James adalah seorang novelis Amerika dan naturalisasi Inggris, putra dari Henry James, Sr. sekaligus saudara filsuf dan psikolog terkenal William James. Ia lahir pada tanggal 15 April 1843, di New York City. Henry James adalah seorang tokoh penting dalam budaya sastra transatlantik, ia menjadi salah satu penulis paling terkenal di generasinya dan tetap begitu sampai hari ini, untuk karya-karyanya seperti The Portrait of a Lady dan The Turn of the Screw, masih sering banyak dibaca dan dibahas. Ia meninggal pada tanggal 28 Februari 1916, di London, Inggris.

Keluarga James pertama tinggal di Albany dan kemudian pindah ke Fourteenth Street di New York City, ketika ia masih sangat muda. Lalu Pada tahun 1860 keluarganya, kembali ke Newport. Henry menjadi teman dari pelukis John La Farge yang memperkenalkannya pada sastra Perancis, dan khususnya, untuk karya-karya Balzac. Henry kemudian menyebut Balzac sebagai "seniman terbesar" dan bahwa ia telah belajar banyak kepada karya-karyanya.

Pada tahun 1864 keluarga James pindah ke Boston, Massachusetts, dan kemudian di sekolah kedokteran. Pada tahun 1862, ia menghadiri Harvard Law School, tapi kemudian menyadari bahwa ia tidak tertarik untuk mempelajari hukum. Ia mengejar minatnya dalam sastra dan berhubungan dengan penulis sekaligus kritikus, William Dean Howells dan Charles Eliot Norton di Boston dan Cambridge, juga menjalin persahabatan seumur hidup dengan Oliver Wendell Holmes, Jr.

James terkenal karena sejumlah novel yang menunjukkan Amerika dalam menghadapi Eropa. Metode menulisnya dari sudut pandang karakter, memungkinkan ia untuk mengeksplorasi isu-isu yang berkaitan dengan kesadaran dan persepsi. Gaya dalam karya-karyanya kemudian telah dibandingkan dengan lukisan impresionis. Penggunaan imajinasi dari sudut pandang, monolog interior, dan pencerita membawa kedalaman baru untuk narasi fiksi.

James memberikan kontribusi signifikan terhadap kritik sastra, bahwa penulis diizinkan
untuk melakukan kebebasan sebesar apa pun dalam menyajikan pandangan mereka tentang dunia. James menyatakan bahwa teks pertama dalam sebuah karya harus realistis dan mengandung representasi dari kehidupan yang dikenali pembacanya, itulah novel yang baik menurutnya.

Selain menerbitkan fiksi, James juga menerbitkan artikel dan buku perjalanan, biografi, otobiografi, kritik, dan naskah drama. James berganti-ganti tempat tinggal antara Amerika dan Eropa selama dua puluh tahun pertama hidupnya; dan akhirnya ia menetap di Inggris. James dinominasikan untuk Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1911, 1912, dan 1916. Henry James juga dianggap sebagai salah satu tokoh kunci realisme sastra abad ke-19.

Tulisan pertamanya yang diterbitkan adalah sebuah review pertunjukan, "Miss Maggie Mitchell In Fanchon The Cricket" dimuat pada tahun 1863. Sekitar setahun kemudian, Henri mempublikasikan cerpen pertamanya berjudul, A Tragedi of Error. Selama empat belas bulan Henry melakukan perjalanan jauh, melalui Eropa pada tahun 1869-1870, ia juga bertemu Ruskin, Dickens, Matthew Arnold, William Morris, dan George Eliot. Dia sangat terkesan pada kunjungannya ke kota Roma, dan menulis, "Here I am then in the Eternal City." Lalu ia menulis kepada saudaranya William, "At last—for the first time—I live! Ia berusaha hidup sebagai penulis lepas di Roma kemudian mendapatkan posisi sebagai koresponden Paris untuk New York Tribune melalui editor John Hay. Ketika upaya ini gagal ia kembali ke New York City. Antara 1874-1875, ia menerbitkan Transatlantic Sketsa, A Passionate Pilgrim, dan Roderick Hudson. Selama periode awal karirnya sebagai penulis, ia sempat dipengaruhi oleh Hawthorne.

Pada tahun 1869, ia menetap di London. Di sana ia menjalin hubungan dengan Macmillan dan penerbit lainnya yang menulis sebuah serial untuk diterbitkan menjadi buku. Ia diperkenalkan ke masyarakat Inggris oleh Henry Adams.

Pada tahun 1884, Henry James membuat kunjungan lagi ke Paris. Di sana ia bertemu lagi dengan sastrawan-sastrawan besar Perancis seperti Emile Zola, Daudet, dan Goncourt. Ia telah mengikuti perkembangan realis dan naturalis dari penulis-penulis Perancis dan semakin dipengaruhi oleh mereka. Pada tahun 1886, ia menerbitkan The Bostonians dan The Princess Casamassimn. Henry juga menjalin pertemanan dengan beberapa penyair seperti Robert Louis Stevenson, John Singer Sargent, Edmund Gosse, George du Maurier, Paul Bourget, dan Constance Fenimore Woolson. Novel ketiga dari Henry terbit pada tahun 1880-an, berjudul The Tragic Muse. Kurangnya keberhasilan dalam penjualan novelnya menyebabkan keuangannya menjadi kritis, selama tersebut, Henry mencoba menulis untuk teater

James menghabiskan
cukup lama di Italia pada tahun 1887. Pada tahun itu, The Aspern Papers dan The Reverberator terbit. Pada tahun 1897-1898, ia pindah ke Rye, Sussex, dan menulis The Turn of the Screw. Pada tahun 1899-1900, The Awkward Age dan The Sacred Fount terbit.

Selama tahun  1902 sampai dengan 1904, ia menulis karya-karya penting seperti The Ambassadors, The Wings of Dove, dan The Golden Bowl. Pada tahun 1905, ia kembali mengunjungi Amerika dan mengajar mengenai karya-karya Balzac. Pada 1906-1910, ia menerbitkan The Scene Amerika dan menjadi editor untuk  New York Edition, koleksi dua puluh empat volume karya-karyanya. Pada tahun 1910, saudaranya, filsuf dan psikolog terkenal, William James meninggal dunia. Pada tahun 1913, ia menulis otobiografinya berjudul A Small Boy and Others dan Notes of a Son and Brother.

Cerita Novel The Wings of Dove
Salah satu karya novelnya yang ditulis pada tahun-tahun 1902-an itu adalah novel legendarisnya, yang berjudul The Wings of Dove, sebuah novel yang sarat dengan disiplin ilmu psikologis. Novel ini bercerita tentang Milly Theale, seorang ahli waris kaya dari Amerika yang terserang penyakit serius dan mempunyai efek pada orang-orang di sekelilingnya. Beberapa orang dari teman Milly mempunyai sikap hormat padanya, sementara yang lain lebih mementingkan diri sendiri.

Novel tersebut berdasarkan inspirasi dari Minny Temple (1845-1870), sepupu tercinta dari Henry James. Dalam otobiografinya, Henry James mengatakan bahwa The Wings of Dove adalah usahanya untuk membungkus ingatannya dalam "keindahan dan martabat seni". Meskipun analisisnya terlalu kritis, The Wings of Dove dianggap salah satu novel terkuat, transisi yang efektif antara sastra romantis dari abad kesembilan belas dan literatur berorientasi psikologis dari abad kedua puluh. Pada hal pribadi, James memaksudkan novelnya itu menjadi sebuah penghormatan kepada sepupunya yang tercinta, Minny Temple yang meninggal karena TBC pada tahun 1870. Ia ingin melestarikan memori Minny dalam sebuah karya seni dan berdasarkan karakter Milly Theale pada dirinya.

Pada tahun 1998, Modern Library memasukan novel The Wings of  Dove pada peringkat 26,  pada daftar dari 100 novel berbahasa Inggris terbaik abad ke-20. Pada tahun 1916, Henry James, dianugerahi Order of Merit. Ia meninggal pada tanggal 28 Februari 1916, di Chelsea, London. Abunya dimakamkan di Cambridge pemakaman di Massachusetts.

Sumber referensi dan gambar:
http://www.henryjames.org.uk/
http://www.enotes.com/topics/wings-dove
wikipedia.org
www. biography.com
modernlibrary.com
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Anonim
AUTHOR
11 Juni 2016 03.41 delete

RantaiQQ.com Agen bandarQ dan judi domino online terpercaya di Indonesia
http://elfebri.blogspot.co.id/2016/05/rantaiqqcom-agen-bandarq-dan-judi_21.html

Reply
avatar