Cerita Tentang TBC Usus: Semua Penderita TB Bisa Sembuh

Cerita Tentang TBC Usus: Semua Penderita TBC Bisa Sembuh
Cerita Tentang TBC Usus: Semua Penderita TBC Bisa Sembuh

Tubuh kita adalah produk dari pikiran kita. Kita mulai memahami tingkat ilmu kedokteran ketika sifat pikiran dan emosi menentukan substansi, struktur, dan fungsi fisik dari tubuh kita. –Dr. John Hagelin, Fisikawan kuantum dan ahli kebijakan publik—

Ketika saya menulis artikel ini, saya telah sembuh dari penyakit TB usus, tepatnya bulan awal Desember 2015. Sebuah proses panjang selama sembilan bulan telah saya jalani sebagai proses penyembuhan. Dan ketika saya menulis artikel ini, sebulan yang lalu, saya telah kembali menonton video dokumenter kesayangan saya, The Secret. Saya menyesal enggak menonton video tersebut pada saat saya sakit.

Cerita Tentang TBC Usus: Semua Penderita TBC Bisa Sembuh
Hasil rotgen yang menyatakan kesembuhan saya

Penyakit TB enggak bisa dibilang penyakit ringan. Beberapa jenis TBC bahkan sulit didiagnosa seperti TB usus. Karena susah tegak diagnosanya, seringkali penangan penyakit ini terlambat atau salah diagnosa menyebabkan salah juga pemberian obat. Namun ketika diagnosanya tepat, secara psikologis tercipta kengerian menghadapi penyakit TB. Lamanya proses pengobatan bisa membuat penderita menyerah di tengah jalan.

Saya, sebagai mantan pesakitan TB usus ingin berbagi denganmu. Pada para penderita TB seperti saya maupun pihak keluarga atau para sahabat. Ada dua faktor yang menyebabkan penyakit TB ini begitu mengerikan yaitu proses pengobatan yang lama dan psikologi lingkungan.

Proses Pengobatan yang Lama
TB paru-paru dikutip dari perbincangan saya dengan Dr. Silvia bisa sembuh minimal dengan pengobatan intens selama enam bulan. TB usus seperti saya bisa sembuh minimal dengan pengobatan intens selama sembilan bulan. TB otak lebih lama lagi. Bisa kamu bayangkan proses selama itu sangatlah melelahkan. Penderita enggak boleh absen makan obat dengan jadwal yang ketat berikut aturan mengonsumsi makanan dan minuman. Besar kemungkinan akan jatuh pada kejenuhan. Kondisi ini diperparah dengan efek sembuh ‘sementara’ yang menipu setelah penderita mengonsumsi obat beberapa lama. Penderita merasa cukup sehat sehingga berhenti berobat padahal bisa menyebabkan resistensi dan sakit yang lebih parah di kemudian hari.

Psikologi Lingkungan
Kebanyakan masyarakat telah tahu bahwa penyakit TB menular lewat udara dan air liur. Maka timbullah perlakuan ‘pengucilan’ terhadap penderita TB di lingkungan kerja maupun lingkungan sosial lainnya. Padahal penularan penyakit TB enggak sesederhana itu. Sesungguhnya kondisi seperti ini yang paling sulit dihadapi penderita ketimbang melawan penyakit TB itu sendiri.

Dua Faktor di atas dapat kita antisipasi agar enggak mengganggu proses pengobatan dan menyehatkan baik secara fisik maupun psikologi. Kita disini adalah penderita, keluarga, dan para sahabat. Pertama-tama, saya sangat menyarankan kamu, siapa pun kamu untuk menonton video dokumenter The Secret, ada bagian rahasia untuk kesehatan. Butuh kerendahan hati untuk meresapi video dokumenter tersebut, jauhkan pikiran bahwa ‘saya sudah tahu’, ‘cuma gini doang’, ‘teorinya sih gampang’, dan lain sebagainya. Tonton, hayati, catat, dan praktikan.

Ada beberapa langkah yang bisa mempercepat penyembuhan:

Bahagia dan Bersyukur
Bahagia berasal dari perasaan positif, keselarasan antara keinginan dan perwujudan dalam kehidupan. Perasaan bahagia bisa mempercepat penyembuhan. Berkonsentrasilah atau ubah sudut pandangmu ketika sakit. Misalnya, jika di lingkungan kerja teman-temanmu mengucilkan, anggap saja mereka telah memberi waktu untukmu mengerjakan hal lain di luar kebiasaan. Keluar dari rutinitas adalah hal yang menyenangkan. Kalau biasanya kamu makan bersama teman-temanmu sambil ngobrol sana-sini, kamu sekarang bisa makan sambil membaca.

Cathy Goodman mengisahkan dalam video dokumenter The Secret, ketika ia divonis kanker payudara, setiap hari ia akan menonton film lucu bersama suaminya. Mereka tertawa setiap hari. Cathy Goodman enggak mengizinkan pikiran negatif merasuki otaknya. Hanya dalam waktu tiga bulan, ia dinyatakan sembuh oleh dokter.

Bahagia enggak bisa dipisahkan dari kata syukur. Memfokuskan diri pada sisi lain ketika menderita penyakit berkaitan dengan pola pandang apa yang kita miliki. Saya waktu itu memang sakit, tapi saya masih bisa berkarya. Hal tersebut yang saya syukuri. Kamu tentu punya daftar syukur yang berbeda. Ingat, kesembuhan berawal dari pikiran. Berpikirlah dengan sungguh-sungguh bahwa kamu akan sembuh.

Menjalani Sesi Pengobatan dengan Sabar
Rhonda Byrne dalam buku The Secret menuliskan bahwa penyembuhan melalui pikiran dapat bekerja selaras dengan obat-obatan. Disiplin menjalani sesi pengobatan demi pengobatan. Saya tahu bosannya setiap bulan periksa dan konsultasi ke dokter, bahkan ada waktu-waktu seminggu sekali. Saya juga mengerti mualnya minum obat setiap hari. Namun pikirkan itu bukan harga yang mahal bagi kesembuhanmu.

Buatlah jadwal alarm untuk mengingatkanmu makan obat dan pergi ke dokter. Mintalah dua nggota keluarga terdekat untuk mengingatkanmu. Kenapa harus dua, karena kalau satu orang lupa, yang lain mungkin ingat. Cukup ingat kondisi tubuhmu sedang sakit pada waktu makan obat, selebihnya fokuskan bahwa tubuhmu sehat.

Berbagi Bukan Mengeluh
Saya ingat betul awal-awal saya sakit TB usus, saya seringkali mengeluhkan penyakit saya itu. Semakin banyak saya mengeluh, semakin kuat rasa sakit tersebut. Pikiran saya tertuju pada penyakitnya bukan kesembuhannya. Ditambah lagi jika ada teman-teman yang menengok dan menanyakan kondisi saya, saya akan bercerita panjang lebar.

Kemudian saya putuskan untuk berhenti mengeluh. Saya tuliskan pengalaman demi pengalaman saat sakit TB usus di blog. Niat saya untuk berbagi. Maka jika ada orang yang bertanya tentang penyakit saya, saya akan merujuk mereka untuk membaca saja blog saya. Saya terhindar untuk membicarakan atau tergoda mengeluhkan sakit saya.

Efek tulisan saya cukup positif, orang-orang yang menderita penyakit TB usus menghubungi saya satu demi satu. Kami berbagi tips dan fokus pada penyembuhan. Kami berbagi kabar gembira.

Khusus untuk kamu yang menengok teman sakit, apa pun sakitnya, jangan menanyakan kronologis sakit pada penderita karena itu malah berakibat buruk secara fisik dan psikologisnya. Ngobrol hal-hal ringan dan menyenangkan akan lebih baik. Bawalah sebuket bunga, buku, koleksi musik, atau apa saja yang bisa membahagiakan si sakit. Berikan waktu yang berkualitas hingga si sakit lupa bahwa ia sedang dalam kondisi kurang baik.

Doa dan Cinta
Apalagi energi paling besar di dunia ini selain cinta? Cinta pada Sang Pencipta, cinta pada keluarga, cinta pada sahabat. Berdoa pada Maha Pencipta untuk kesembuhanmu, untuk kesembuhan pasanganmu, untuk kesembuhan keluargamu, untuk kesembuhan sahabatmu. Doa adalah sebentuk cinta yang ajaib. Percayalah doamu akan terkabul.

Cinta juga membuatmu enggak lelah menyemangati dan mengurus keluarga yang sakit. Kamu mungkin tahu betapa besar energi yang dibutuhkan untuk melayani si sakit. Dengan cinta bertumbuhlah energi tiada batas itu. Bagi kamu yang sakit, cinta bisa menyemangatimu untuk secepatnya sembuh. Kamu tentu ingin segera membahagiakan pasangan, keluarga, dan para sahabatmu.

Artikel ini adalah seri terakhir dari cerita tentang TB usus, dan saya sangat berharap, siapa pun kamu, di mana pun kamu yang sedang sakit TB, percayalah bahwa semua jenis penyakit TB bisa sembuh. Bahkan semua penyakit bisa sembuh. Asal kamu percaya bahwa kamu akan sembuh. Tanamkan dalam pikiranmu, karena apa pun yang bisa dipikirkan manusia, bisa menjadi kenyataan. Tuhan bersama kita yang berjuang.
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

7 comments:

  1. Selamat ya, Epican. Seneng Epi sembuh. Yeaay!

    ReplyDelete
  2. pagi mbaa, saya mau nanya, waktu sakit tb usus apa mba sesek nafas juga? terima kasih

    ReplyDelete
  3. pagi mba evi saya salah satu penderita TBC Usus ,saya hanya mau tips untuk tetap sabar menghadapi pengobatan yang panjang terkadang saat "rasa" itu datang saya hampir putus asa mba, bagaimana cara mba menyikapi saat rasa itu datang menyerang pasti ada saat kondisi kita berada di bawah. dan yang saya harus belajar dari cara mba tidak mengeluh dan ttp jd pribadi yg ceria . selain itu soal makanan apakah kehilangan selera karena saat ini makanan terasaa kurang menggairahkan . dan pada bulan ke berapa mba nampak perubahan signifikan hingga dinyatakann sembuh . terimakasih salam sejawat :)

    ReplyDelete
  4. pagi kak evi saya salah satu penderita TBC USUS sebenarnya saya juga pengen sekali shering shering masalah TBC usus, kak evi menjadi inspiransi bagi para penderita TBC USUS. ^_^

    ReplyDelete
  5. Sy jg penderita tb usus, memang prlu kesabaran dn keikhlasan yg luar biasa mnghadapi pnyakit ini.
    Sdikit tanya mbak bulan k berapa mbak mrasakan kondisi bnar2 baik, soalx sy skarang sdang minum obat pase kedua yg brwarna kuning tp masih sering mrasakan sakit dn efek2 lainx d setiap persendian sy

    ReplyDelete