Sunday, January 31, 2016

Seribu Impian

Seribu impian bersama Eva Sri Rahayu
Seribu impian bersama Eva Sri Rahayu

Seribu Impian
:Eva Sri Rahayu

Seorang teman pernah mengatakan bahwa nasib anak kembar bersifat linier. Apakah kamu percaya, Pacan? Barangkali tidak persis sama, hanya mirip. Seperti wajahmu dan wajahku yang identik namun tetap memiliki karakteristik masing-masing. Bukankah hidup seolah ingin membuktikan pernyataan itu? Tak ada yang ingin bernasib buruk, sebab buruk adalah sesuatu yang salah. Namun kita juga belajar, menjadi benar seringkali mesti berbuat salah.

Seribu impian bersama Eva Sri Rahayu Seribu Impian :Eva Sri Rahayu Seorang teman pernah mengatakan bahwa nasib anak kembar bers...

Friday, January 29, 2016

Seri Novel Dunia: The Moviegoer Karya Walker Percy

Seri Novel Dunia: The Moviegoer Karya Walker Percy
Seri Novel Dunia: The Moviegoer Karya Walker Percy


Seri novel dunia berjudul The Moviegoer adalah karya Walker Percy Obl.S.B., seorang penulis Amerika Selatan dari Covington, Louisiana, yang sangat tertarik pada kajian filsafat dan semiotika. Berikut adalah biografi singkat Walker Percy dan cerita tentang novel The Moviegoer.

Seri Novel Dunia: The Moviegoer Karya Walker Percy Seri novel dunia berjudul The Moviegoer adalah karya Walker Percy Obl.S.B. , s...

Thursday, January 28, 2016

Seri Novel Dunia: Catch-22 Karya Joseph Heller

Seri Novel Dunia: Catch-22 Karya Joseph Heller
Seri Novel Dunia: Catch-22 Karya Joseph Heller

Seri novel dunia berjudul Catch-22 adalah karya Joseph Heller, seorang novelis dan penulis cerita pendek asal Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai penulis cerita satir dalam novelnya. Berikut adalah biografi singkat Joseph Heller dan cerita tentang novel Catch-22.

Seri Novel Dunia: Catch-22 Karya Joseph Heller Seri novel dunia berjudul Catch-22 adalah karya Joseph Heller, seorang novelis dan pe...

Wednesday, January 27, 2016

DF Clinic Diary: Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Laser

DF Clinic Diary: Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Laser
DF Clinic Diary: Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Laser

Masalah kulit wajah saya sebenarnya agak complicated sejak dari SD. Kelas 5 SD saat semua anak masih berwajah mulus, jerawat sudah sering mampir di sela-sela hidung atau ruang antara bawah bibir dan dagu. Saya memang kebilang terlalu dini mendapat fase haid, risikonya hormon naik dan begitulah kulit mulai bermasalah.

Sebenarnya masalah kulit setelah fase haid pertama alamiah adanya, namun sayangnya ketika enggak dibarengi dengan edukasi cara merawat kulit akan menghasilkan serentetan masalah lainnya. Misalnya kebiasaan saya yang malas cuci muka sejak dini, dan saya suka gemas sama jerawat atau komedo sehingga tangan gatal buat memencet-mencet. Akibatnya timbul bopeng di wajah.

Setelah beberapa kali konsultasi dengan Dr. David dari DF Clinic, saya disarankan untuk menggunakan laser agar bopeng-bopeng di wajah saya hilang dan mulus kembali.

DF Clinic Diary: Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Laser Masalah kulit wajah saya sebenarnya agak complicated sejak dari SD. Kelas...

Petualangan Body Rafting di Sungai Citumang

Petualangan Body Rafting di Sungai Citumang
Petualangan Body Rafting di Sungai Citumang

Tahun 2004, pertama kalinya saya mencoba rafting. Waktu itu saya ikutan perhimpunan mahasiswa pencinta alam, salah satu kegiatan wajibnya adalah menjalani pendidikan berbagai divisi seperti panjat tebing, caving, rafting, naik gunung, dan lain-lain. Kegiatan rafting ini sangat berkesan buat saya.

Petualangan Body Rafting di Sungai Citumang Tahun 2004, pertama kalinya saya mencoba rafting . Waktu itu saya ikutan perhimpunan mah...

Tuesday, January 26, 2016

Seri Novel Dunia: Light in August Karya William Faulkner

Seri Novel Dunia: Light in August Karya William Faulkner
Seri Novel Dunia: Light in August Karya William Faulkner

Seri novel dunia berjudul Light in August adalah karya William Faulkner, seorang sastrawan terkenal sekaligus dihormati di Amerika. Faulkner adalah pemenang Hadiah Nobel Sastra dari Oxford, Mississippi. Faulkner banyak menulis novel, cerita pendek, drama, puisi, esai, dan skenarioBerikut adalah biografi singkat Faulkner dan cerita tentang novel Light in August.

Seri Novel Dunia: Light in August Karya William Faulkner Seri novel dunia berjudul Light in August adalah karya William Faulkner, s...

DF Clinic Diary: Mikrodemabrasi dan Facial Oxygen

DF Clinic Diary: Mikrodemabrasi dan Facial Oxygen
DF Clinic Diary: Mikrodemabrasi dan Facial Oxygen

Agar kulit wajah terbebas dari kering, pori-pori besar, berminyak, kusam, flek hitam, bekas-bekas jerawat, dan keriput, apakah cukup perawatan sehari-hari? Untuk kulit wajah yang sudah mulus bisa saja cukup, namun untuk kulit wajah kayak punya saya alias banyak masalah seperti berminyak, ada bekas parut, kering juga, dst-dst yang bikin hiks-hiks, perlu penanganan khusus. Atas saran Dr. David dari DF Clinic, saya mendapat terapi mikrodemabrasi dan facial oxygen. Apa itu mikrodemabrasi dan facial oxygen? Saya akan bahas satu per satu. Sebenarnya saya sudah beberapa kali menjelaskan tentang mikrodemabrasi pada artikel sebelum-sebelumnya, kali ini saya akan bahas lebih detail.

DF Clinic Diary: Mikrodemabrasi dan Facial Oxygen Agar kulit wajah terbebas dari kering, pori-pori besar, berminyak, kusam, flek hit...

Monday, January 25, 2016

Seri Novel Dunia: The Death Of The Heart Karya Elizabeth Bowen

Seri Novel Dunia: The Death Of The Heart Karya Elizabeth Bowen
Seri Novel Dunia: The Death Of The Heart Karya Elizabeth Bowen

Penulis dengan latar belakang hidup di zaman perang memang memiliki hidup yang keras, namun ada hikmah yang dapat dipetik oleh penulisnya, salah satunya kekayaan dalam cita rasa yang tercermin dalam karyanya. Di Indonesia, tentu kita mengenal Pramoedya Ananta Toer. Dari belahan dunia lain, ada Elizabeth Bowen. Pada tahun 1938, Elizabeth Bowen merilis novel keenamnya, berjudul The Death of the Heart, salah satu novelnya yang terkenal dan populer. Bowen menyebutnya sebuah novel 'pra-perang', sebuah karya novel yang mencerminkan waktu pra-perang dengan ketegangan yang tinggi, kecemasan yang semakin meningkat, dan stres yang besar pada individualisme.

Seri novel dunia yang saya bahas kali ini adalah novel The Death of the Heart karya Elizabeth Bowen. Novel yang masuk ke dalam jajaran book wish list saya tahun 2016. Seperti apakah cerita novel tersebut dan bagaimana kisah hidup penulisnya?

Seri Novel Dunia: The Death Of The Heart Karya Elizabeth Bowen Penulis dengan latar belakang hidup di zaman perang memang memiliki h...

DF Clinic Diary: Tetap Muda dan Bebas Jerawat dengan Pola Hidup Sehat

DF Clinic Diary: Tetap Muda dan Bebas Jerawat dengan Pola Hidup Sehat
DF Clinic Diary: Tetap Muda dan Bebas Jerawat dengan Pola Hidup Sehat  

Impian manusia sejak dulu kala adalah menjadi cantik atau tampan dan tetap muda. Di zaman sekarang rasanya enggak mustahil lagi. Teknologi canggih seperti operasi plastik bisa mewujudkan, setidaknya mendekati impian manusia tersebut. Menjaga dan mencegah penuaan dini juga identik dengan produk kecantikan yang mahal. Namun ada cara yang lebih efektif dan efisien agar manusia tetap terlihat cantik atau tampan dan muda yaitu dengan pola hidup sehat. Begitu juga dengan mencegah dan mengobati jerawat.

Dalam beberapa sesi pertemuan saya dengan Dr. David dari DF Clinic, saya selalu disarankan untuk menjalankan pola hidup sehat yang dibagi kedalam tiga pola: pola istirahat, pola makan, dan pola olah raga.  Dr. David menegaskan bahwa menjaga dan mencegah penuaan dini juga mencegah dan mengobati jerawat enggak bisa hanya dengan obat luar, diatas semua itu, pola hidup sehat tetap menjadi kunci keberhasilan. Cara Dr. David mengedukasi saya membuat saya makin percaya pada perawatan di DF Clinic.

DF Clinic Diary: Tetap Muda dan Bebas Jerawat dengan Pola Hidup Sehat   Impian manusia sejak dulu kala adalah menjadi cantik atau ta...

Sunday, January 24, 2016

Seri Novel Dunia: Death Comes For The Archbishop Karya Willa Cather

Seri Novel Dunia: Death Comes For The Archbishop Karya Willa Cather
Seri Novel Dunia: Death Comes For The Archbishop Karya Willa Cather


Setelah menyusun beberapa artikel tentang seri novel dunia pada website pribadi saya, saya menemukan benang merah kehidupan para penulis yang menelurkan karya mendunia ini, yaitu mereka dengan proses yang sangat ketat, produktivitas luar biasa, dan disiplin dalam menulis mencapai popularitas karya. Kegelisan dirilah yang membawa mereka merangkai kata, latar belakang hidup, dan optimisme terhadap impian. Lalu ketika mereka, katakanlah sampai ke puncak pertama, kegelisahan hadir dalam bentuk yang lebih mengerikan, akankah ada karya yang bisa mereka ciptakan mengungguli karya sebelumnya? Apakah kesimpulan saya benar atau tidak, hanya berupa spekulasi saja.

Kali ini seri novel dunia akan membahas tentang sekelimut kehidupan Willa Catcher dan novelnya Death Comes for the Archbishop. Selamat membaca ^_^

Seri Novel Dunia: Death Comes For The Archbishop Karya Willa Cather Setelah menyusun beberapa artikel tentang seri novel dunia pad...

DF Clinic Diary: Jenis Kulit dan Perawatannya

DF Clinic Diary: Jenis Kulit dan Perawatannya
DF Clinic Diary: Jenis Kulit dan Perawatannya

Begitu melihat katalog majalah atau lagi lirik-lirik webnya Beauty Blogger, saya suka gemas sendiri pengin cobain berbagai produk yang bikin pipi model atau Beauty Blogger-nya merona merah dan segar. Tapi ... begitu ngerasain produknya sendiri, kadang-kadang malah jadi gatal di kulit wajah atau timbul bruntus. Nah lho? Saya yakin betul ini bukan persoalan produknya yang jelek, letak kesalahannya ada di kecocokan produk dengan jenis kulit.

Sepakat nggak kalau wajah itu salah satu aset berharga buat kita? Makanya mesti pandai jaga dan rawatnya. Permasalahnya, akan sulit menjaga dan merawat kalau kita sendiri nggak tahu jenis kulit. Kita juga bakalan meraba-raba saja makeup dekoratif apa yang baik buat wajah kita. Berdasarkan kasus di atas dan keinginan biar kesalahan nggak terjadi lagi, saya berangkat ke DF Clinic buat konsultasi dengan Dr. David. Oke, ini hasil konsultasi saya.

DF Clinic Diary: Jenis Kulit dan Perawatannya Begitu melihat katalog majalah atau lagi lirik-lirik webnya Beauty Blogger , saya suka...

Saturday, January 23, 2016

Seri Novel Dunia: Henderson The Rain King Karya Saul Bellow

Seri Novel Dunia: Henderson The Rain King Karya Saul Bellow
Seri Novel Dunia: Henderson The Rain King Karya Saul Bellow 

Saya hampir tidak terkejut menemukan kenyataan bahwa selama ini saya tidak mengenal Saul Bellow. Padahal di dunia sastra internasional Saul Bellow telah melegenda. Persoalannya, kepedulian saya terhadap bacaan dunia masih kebilang kurang. Tanpa keraguan, saya memasukan semua novel karya Saul Bellow sebagai book wish list saya tahun 2016. Seperti apakah perjalanan Saul Bellow dalam mencipta karya sastra dan bagaimana cerita Henderson the Rain King yang masuk seri novel dunia kali ini?

Seri Novel Dunia: Henderson The Rain King Karya Saul Bellow  Saya hampir tidak terkejut menemukan kenyataan bahwa selama ini saya ti...

DF Clinic Diary: Mekanisme Perawatan dan Pengobatan Kulit Wajah

DF Clinic Diary: Mekanisme Perawatan dan Pengobatan Kulit Wajah
DF Clinic Diary: Mekanisme Perawatan dan Pengobatan Kulit Wajah

Kulit wajah sehat, cantik, dan senantiasa terlihat muda adalah impian setiap orang. Hayo ngaku, kamu pengin juga kan? Nggak semua orang dianugerahi kulit kenyal, halus, dan mulus bak artis korea. Pada dasarnya kita lahir dengan kulit sehat, namun seiring berjalannya waktu ada saja yang bikin rusak kulit. Entah itu pemakaian kosmetik yang berlebih atau malas merawat kulit. Suka bingung nggak sih gimana caranya merawat dan mengobati kulit yang kadung bermasalah? Pakai obat takut malah makin parah.

Awalnya, saya juga punya kekhawatiran terhadap kulit. Bingung gimana mengembalikan keadaan kulit biar sehat. Dari pada saya salah kaprah, saya kemudian rajin datang ke DF Clinic. Nah, artikel DF Clinic Diary kali ini akan memaparkan bagaimana mekanisme perawatan dan pengobatan kulit wajah. Siapa tahu jadi solusi masalah kulitmu juga ^_^

DF Clinic Diary: Mekanisme Perawatan dan Pengobatan Kulit Wajah Kulit wajah sehat, cantik, dan senantiasa terlihat muda adalah i...

Friday, January 22, 2016

Seri Novel Dunia: Wide Sargasso Sea Karya Jean Rhys

Seri Novel Dunia: Wide Sargasso Sea Karya Jean Rhys

Selama membaca beberapa kali biografi penulis yang mendunia, hampir selalu ada fase dimana penulis tersebut menarik diri dari publik atau mengasingkan diri, entah untuk membuat karya atau memperbaiki hidup. Salah satunya penulis seri novel dunia berjudul Wide Sargasso Sea yaitu Jean Rhys. Biasanya, karya yang dihasilkan dari pengasingan itu menjadi legenda. Saya jadi tergoda juga untuk mengikuti jejak tersebut he he he. Siapa tahu saya juga bisa menghasilkan novel yang keren. Baiklah, mari saya bahas novel Wide Sargasso Sea yang masuk ke dalam jajaran book wish list saya tahun 2016.

 

Biografi Singkat Jean Rhys


Seri Novel Dunia: Wide Sargasso Sea Karya Jean Rhys
Jean Rhys


Jean Rhys lahir dengan nama asli Elle Gwendolen Rees Willams adalah salah satu novelis penting perempuan abad ke 20 masa-masa pertengahan. Lahir dan dibesarkan di pulau Karibia Dominika tepatnya di Roseau, ibukota Dominika, sebuah pulau di British Hindia Barat.  Jean Rhys lahir pada tanggal 24 Agustus 1890, dia termasuk penulis yang berumur panjang, meninggal pada usia ke 88, pada tanggal 14 Mei 1979, sebulan sebelum dia menargetkan menyelesaikan tulisan otobiografinya.  Ayahnya bernama William Rees Williams, adalah seorang dokter dan ibunya, Minna Williams, adalah generasi ketiga Dominika Creole keturunan SkotlandiaRhys dididik di Dominika sampai usianya 16 tahun.

 

Sebagai seorang gadis kulit putih di sebuah komunitas yang didominasi kulit hitam, Rhys merasa jiwa sosialnya dan intelektualnya terisolasi. Pada tahun 1907 ia meninggalkan pulau Karibia  untuk sekolah di Inggris. Dia sempat kembali hanya sekali, yaitu pada tahun 1936. Meskipun sikap Rhys untuk tempat kelahirannya tetap bersifat ambivalensi sepanjang hidupnya. Karibia pada akhirnya akan membentuk kepekaanya sebagai pengarang. Dia tetap bernostalgia dan menghormati vitalitas maupun emosional masyarakat kulit hitam, sebagai konflik antara keindahan dan sejarah kekerasan.

Selama   perang dunia pertama berlangsung Jean Rhys sempat  menjabat sebagai pekerja sukarela di kantin tentara  dan  pada tahun 1918 dia bekerja di kantor pensiun

Pada tahun 1924 Rhys datang dibawah pengaruh dari penulis Inggris
bernama Ford Madox Ford. Setelah mereka berdua bertemu di Paris. Jean Rhys mulai menulis cerita pendek. Ford mengakui bahwa pengalamannya sebagai pengasingan memberi Rhys sudut pandang yang unik.  Ford-lah yang menyarankan bahwa dia harus mengubah namanya menjadi Jean Rhys (dari Ella Williams). Sebuah nama baru yang akan dia gunakan selamanya untuk karya-karya novelnya.

Latar belakang Jean Rhys di Dominika cukup penting untuk karya-karyanya, berperan sangat vital dalam kedua karya fiksinya yang terkenal seperti Voyage in the Dark dan Wide Sargasso Sea. Dominika adalah wilayah yang paling kasar dari kepulauan Karibia. Puncak yang naik ke hampir 5000 kaki meskipun hanya 29 mil panjangnya. Kontras kekerasan antara vegetasi yang lebat, ngarai yang dalam, air terjun, dan membentang dari gurun gersang benar-benar tidak seperti suasana yang Rhys sajikan setelah kedatangannya ke Inggris. Tak terdamaikannya sebuah lanskap yang digambarkan dalam novel Wide Sargasso Sea.

Kehidupan awal Rhys disejajarkan dengan para penulis-penulis postkolonial lainnya yang merasa dirinya dikhianati oleh realitas Inggris. Dibentuk oleh semangat naluriah yang diciptakan dari perjuangan untuk memahami keadaan terisolasi sendiri. Tulisan-tulisan Rhys keras kepala dan tidak konvensional.

Pada tahun 1940, Jean Rhys menghilang dari pandangan publik. Pada tahun 1955 sampai dengan tahun 1960 dia tinggal di Bude, di CornwalSetelah lama menghilang dari mata publik dia menerbitkan novel Wide Sargasso Sea pada  bulan Oktober tahun 1966, setelah menghabiskan tahun-tahun penyusunan dan editing. Wide Sargasso Sea adalah salah satu novelnya yang membuat namanya dikenang sepanjang masa. Ketika itu umurnya sudah hampir 70 tahun. Dan Rhys mengatakan kesuksesan novelnya itu sebagian pendakian yang telat,Ini semua datang terlambat.” Rhys tidak begitu terkesan dengan ketenaran sastranya saat itu. Dalam sebuah pengakuannya, dia mengatakan kalau seandainya dia dilahirkan kembali dia akan memilih hidup bahagia ketimbang menulis.

Cerita Novel Wide Sargasso Sea
Novel Wide Saragasso Sea, menceritakan tentang Antoinette seorang gadis muda di awal abad kesembilan belas di Jamaika. Putri kulit putih pemilik mantan budak, dia tinggal di perkebunan rusak disebut Coulibri Estate. Lima tahun telah berlalu sejak ayahnya, Mr. Cosway, dikabarkan mabuk sendiri sampai mati, keuangannya menjadi bangkrut setelah berlalunya Emansipasi Act of pada 1833, yang membebaskan budak hitam dan menyebabkan kematian pemilik budak kulit putih. Sepanjang kehidupan Antoinette, permusuhan antara aristokrasi kulit putih runtuh dan para pelayan miskin mereka pekerjakan

Novel Wide Sargasso Sea diatur dalam warna-warni yang eksotis Jamaika pada tahun-tahun 1830-an.  Dalam bagian satu Wide Sargasso Sea, kita mengikuti tokoh bernama Antoinette dan ruang lingkup masyarakat kolonialisme dari Jamaika saat dia melarikan diri dari perkebunan ke rumah bibinya bernama bibi Cora. Bagian satu menggunakan poin of view atau dari titik pandang Antoinette.

Bagian kedua yang merupakan bagian lebih panjang, terutama diceritakan dari sudut pandang Mr. Rochester, meskipun dia tidak pernah diberi nama, justru menambah misterinya. Dalam buku ini, Mr. Rochester adalah karakter misterius, dan kita akan lebih mengenal istrinya yang cantik.  Mr. Rochester jelas sangat cinta kepada Antoinette, tetapi ketika rumor mengenai masa lalu Antoinette mulai menganggunya, Rochester mulai percaya bahwa rumor itu mungkin membawa lebih dari sedikit kebenaran, terutama ketika beberapa dari mereka yang dikonfirmasi oleh Antoinette. Dia mulai menampilkan beberapa kegilaan pertama yang kita lihat di Charlotte Bronte, Jane Eyre—ini bukan spoiler, jika kamu sudah membaca Jane Eyre, kamu pasti tahu istri Rochester memang gila.

Jean Rhys sang penulisnya, menyamakan dirinya seperti dalam tokoh Antoinette. Dalam karakter Antoinette, Rhys menciptakan karakternya. Dia mengidentifikasikan karakter sebagai tokoh yang didorong hampir sepenuhnya oleh emosi. Karakter yang akan tunduk pada serangan irasionalitas, spontanitas, dan gangguan mental, meskipun kita akan jatuh simpatik. Kita akan mengerti mengapa Antoinette adalah cara mengidentifikasi jiwa Rhys. Untuk membawa simpati ini, Rhys mengajak pembaca mengetahui rahasia masa-masa penuh gejolak Antoinette dan waktu ketika dia merasa ditolak oleh mereka yang dicintainya lagi dan lagi.

Sementara Rochester jelas pahlawan untuk Jane Eyre, dia lebih terlihat menjadi penjahat daripada di dalam Wide Sargasso Sea. Ketika dia "jatuh cinta" dan menjadi pengantin muda, dia tidak bisa merasakan keinginan untuknya, dan dia tidak bisa merasakan cinta—kita harus bertanya-tanya bagaimana Jane menghadapi takdir sebagai istrinya. Dan pada akhirnya, kepada Antoinette, setidaknya, dia bisa merasakan keinginan dan cinta.

Wide Sargasso Sea penuh dengan citra subur, citra eksotis untuk orang seperti Rochester yang telah datang dengan harapan seperti langit berkabut dari Yorkshire yang membosankan dan senang memperbandingkannya. Di Karibia buat Jean Rhys, segala sesuatu tampaknya terus mekar, terus berubah, mencair, dan hidup berwarna-warni. Sementara Antoinette memuja kemuliaan di antara warna-warni tersebut, Rochester terganggu oleh itu. "Semuanya terlalu banyak," katanya, "terlalu banyak biru, terlalu banyak ungu, terlalu banyak hijau." Dan jika warna yang hidup tidak cukup, ada orang-orang aneh—Christophine dan Amélie—ritual dan praktik aneh mereka. Ini semua sangat memabukkan dan membingungkan bahwa kita hampir bisa memaafkan kesalahan Rochester. Hampir, tapi tidak cukup. Buku ini penuh dengan simbolisme dalam setiap detail-detail utamanya, dan gema-gema narasi dari insiden.

Novel ini membuat kita percaya bahwa nasib Antoinette—didorong kegilaaan—mungkin saja tak terelakkan. Antoinette membiarkan dirinya berpikir begitu. "Saya tidak akan berusaha untuk menyelamatkan diri," katanya, "jika ada orang yang mencoba menyelamatkan saya, saya akan menolak. Ini harus terjadi." Dan Jean Rhys tampaknya setuju dengan Antoinette.

Namun dalam Wide Sargasso Sea, kita belajar bahwa nasib tragis Antoinette sebenarnya tidak perlu. Seperti saat dia menunggu dengan suami barunya untuk meninggalkan rumah bulan madu itu, Rochester berpikir, "Jika dia ... menangis, aku akan membawanya dalam pelukanku." Dan Antoinette ingin menangis, tapi dia sudah memperingatkan bahwa air mata tidak akan berpengaruh. Rochester tidak bisa memberitahu istrinya apa yang dia inginkan dan butuhkan. Dengan harapan bahwa keduanya akan berjalan ke pelukan masing-masing dan membuat perasaan mereka muncul.

Pembaca harus melihat ke Jane Eyre untuk menemukan nasib akhir Antoinette, meskipun Jean Rhys telah mengatakan bahwa dia membayangkan itu sebagai kemenangan. Jean Rhys mengatakan, “Saya tidak melihat seperti itu. Saya melihatnya sebagai tragedi menumpuk tragedi, bahkan dalam kematian, Antoinette tidak membalas dendam pada suami yang kejam, tapi pergi ke pelukan lain, sebagai gantinya.”

Novel Wide Saragasso Sea melukiskan konvensi tematik dengan mengedepankan kisah Antoinette, juga berinovasi secara gaya, mengadopsi narasi, temporal, dan skema estetika yang mencerminkan pluralisme budaya dan ras. Bercokol di antara keprihatinan sastra zaman pertengahan abad kedua puluh, Wide Sargasso Sea memiliki simbol-simbol dan gambar-gambar  yang mendasari mimpi-mimpi besar seperti dalam plot yang menginformasikan potongan-potongan atas narasi besar tersebut. Menggali ke dalam jiwa karakter utamanya, Rhys meneliti identitas terfragmentasi dan sadar ketakutan dengan fokus pada dunia batin yang mencerminkan kesan dari lanskap atau fisik yang menggugah. Struktur tripartit dari novel, dengan adanya pergeseran dalam suara-suara narasi dan melompat melalui ruang dan waktu.  Wide Sargasso Sea berjuang melawan tradisi yang dominan dengan postkolonial, feminis, dan modernis kritikus. The Modern Library memasukan novel Wide Sargosso Sea sebagai salah satu novel terbaik dunia dari 100 karya sastra terbaik yang pernah ditulis pada abad 20.

Sumber referensi dan gambar:
http://www.open.uwi.edu
Wikipedia.org
www.sparknotes.com
www.modernlibrary.com
http://literarycornercafe.blogspot.co.id

Seri Novel Dunia: Wide Sargasso Sea Karya Jean Rhys Selama membaca beberapa kali biografi penulis yang mendunia, hampir selalu ada fas...