Untuk Warung Blogger

Untuk Warung Blogger
I Love Warung Blogger


Dear Warung Blogger,
Bolehkah kupanggil kau anakku? Menggangguklah dengan mantap, Nak. “Kenapa?” tanyamu. Surat ini akan menjawabnya.

Empat tahun lalu, aku mulai menulis blog. Seorang teman mengatakan padaku untuk men-sharing blog post-ku di sebuah akun twitter, itulah saat aku pertama kali mengenalmu, @warung_blogger. Bahagia rasanya ketika kicauanku kaubagikan pada banyak orang. Hanya berselang beberapa bulan, aku mencoba-coba untuk menyeponsori salah satu programmu, #KUMIS. Aku ingat betul betapa followers-ku meningkat tajam. Namun ada satu hal di luar kendaliku, pertemuan dengan tiga punggawa pengurusmu. Ketiga laki-laki itu, biar kusebut namanya satu persatu, Kang Baha, Ari, dan Opick. Mereka begitu hangat dan sabar membimbingku mengikuti program tersebut. Pertemuan sekejap melahirkan takdir membentang di hadapanku.


Sebulan kemudian, salah satu punggawa menghubungiku. Kang Baha menawariku posisi sebagai admin, tanpa pikir panjang, tawaran itu kuterima. Usiamu saat itu hampir satu tahun. Menjelang ulang tahunmu, kami bekerja keras membuat sebuah syukuran kecil-kecilan demi meilhatmu tersenyum senang. Beberapa proposal kulayangkan, dan bersambut jabat tangan. Itu tiga tahun lalu. Pernahkah kaubayangkan waktu begitu cepat berlari, hingga membuatmu terlena dan tak sadarkan diri?

Kami berempat punya mimpi, kelak kau akan menjadi besar dan bisa berjalan sendiri. Mimpi kami muluk, mengingat usia sebuah sosial media tak pernah terlalu panjang. Lalu kami ingat, bahwa kau bisa bertransformasi dalam bentuk apa saja. Kami punya mimpi, kau tetap hidup. Itu saja.

Kemudian aku dipertemukan dengan lelaki di balik kelahiranmu, lelaki sahaja bernama Kang lozz. Kau tentu mengenalnya lebih baik dariku, Nak. Lelaki yang mengejarimu tetap merunduk dan membumi. Bisa kupastikan, sosok-sosok di belakangmu kebanyakan berjenis kelamin laki-laki. Mereka lebih menyerupai sosok ibu bagimu, dan aku ingin menjadi ibu untukmu. Berbahagialah Nak, kini kau memiliki banyak sentuhan perempuan, berbagai sosok ibu yang dinamis lagi manis. Dalam tubuhmu terdapat keseimbangan murni.

Sosok-sosok datang dan pergi, tangan-tangan mereka ikut membesarkanmu. Ah, terkadang aku benar-benar merasa kau ibu-kan. Aku yang begitu posesif melindungi, sering kali tak menerima sosok-sosok lain menjamahmu. Tidak dulu, tidak sekarang, tidak juga nanti. Aku adalah ibu yang mengharapkan sosokmu tetap menjadi anak-anak demi tetap bergantung padaku. Namun aku sadar, akan ada masanya, kau tetap butuh sendiri, dan aku akan melangkah pergi.

Nak, kau adalah tempat teduh di mana berbagai rupa manusia berkabar. Kau adalah tempat mengadu dan berbagi. Maka tak salah ketika Kang Lozz menamaimu Warung Blogger. Dengan pengabdian tanpa batas, kausajikan aneka kopi, mulai dari kopi robusta hingga kopi arabika, mulai dari kopi tubruk sampai kopi susu. Aneka penganan kausuguhkan, mulai dari gorengan hingga tumpengan, mulai dari kue basah hingga kue tart. Kau adalah paduan kesederhanaan dan kemewahan.

Nak, semua orangtua tentu setuju jika kukatakan bahwa hubungan anak dan ibu, anak dan bapak, saling mendewasakan. Kau memberiku banyak hingga tak terhitung, tak juga jumlah bintang dapat menyamainya. Kenangan kita bertumpuk, begitu lembut, begitu kasar, begitu bermakna.

Jika kau besar nanti, kau boleh melupakan aku. Sebanyak apa pun cinta yang kuberi. Kau boleh berpaling dan menghilang, kalaulah itu yang terbaik. Karena kenangan milik orang hidup, bukan milikmu. Terpatri lekat dalam sanubariku, ucapan Kang lozz pada satu waktu, “Berkomunitas itu harus siap diingat, harus siap dilupakan.”

Harapanku, juga harapan semua manusia penggerakmu, kau tetap dengan karakter terbaikmu. Tak peduli cuaca panas ataupun dingin, tak peduli di jurang maupun di puncak. Prinsipmu itulah yang membuatmu hidup selayaknya makhluk berdarah dan berdaging. Selamat ulang tahun keempat, Nak. Selamat bertambah umur Warung Blogger.

Penuh cinta,
Evi SR
Admin WB



Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

12 comments:

  1. setuju banget sama kata2nya,berkomunitas itu siap diingat,siap dilupakan ^^ *pengalaman sayah banget nih*

    ReplyDelete
  2. Ga bisa nahan air mata baca Tulisan ini :'( Bagus banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiks sama, aku juga nulisnya berkaca-kaca. Peluk Nova =(

      Delete
  3. 4 Tahun dalam berkomunitas bagi saya luar biasa, tentu akan banyak kisah dan drama yang bisa diceritakan. Semoga virus cintamu pada Warung Blogger bisa menular ke anggota yang lain.. Good Luck !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak Arman. Ayo gabung dengan Warung Blogger ;) *ujung-ujungnya promo*

      Delete
  4. Aku sangat terharu pas pertama kali baca surat ini, Kak Eviiiii. Tulisan ini menyetuh sekali :')

    ReplyDelete
  5. *tersedu2 di pojokan stasiun lempuyangan*

    ReplyDelete
  6. keren. aaaakkkkk . ka evi sampai ketemu dikopdar webe lain nya yaa! jaya terus webe! makasih webe sudah menaungiku dan teman blogger lainnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mia. Sampai ketemu di kopdar berikutnya. Sama-sama, makasih kalian terus berpegangan tangan sama WB :ng

      Delete