Cerita Tentang TBC Usus: Tips Menunggui Orang Sakit

Cerita Tentang TBC Usus Bagian Pertama
Lagi sakit masih sempat narsis -_-*

Beberapa bulan ini, perut saya sakit banget, mual, muntah dan sulit buang air besar. Sebenarnya bukan cerita baru. Sejak bayi, kata Mama, saya sering bermasalah dengan pencernaan. Jadi dari kecil, saya ini sulit buang air besar. Pernah satu kali, saya enggak bisa BAB selama dua minggu. Akhirnya ke dokter, lalu dokter menyarankan saya minum susu steril. Sembuh deh!

Sejak remaja, saya juga terbiasa dengan mual dan muntah. Bukan cuma telat makan atau masuk angin, kebanyakan makan juga bisa bikin saya muntah. Penyakit mual dan muntah ini datang sekitar dua sampai tiga bulan sekali. Saking terbiasanya, saya mengakalinya dengan pola makan yang enggak terlalu banyak. Biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Makanya, sakit perut yang ini pun saya enggak menanggapinya dengan serius.


Nah ceritanya, dari bulan Desember 2014, saya sakit perut berkepanjangan. Biasanya sakit perutnya datang dan pergi sesuai dengan asupan makanan saya. Semisal saya makan kepedasan, ya sakit perut. Tapi kok ini terus-terusan? Kok lama-lama mengganggu aktivitas ya? Sakit perut yang ini gejalanya agak beda. Perutnya kembung dan sakitnya berubah-ubah mulai dari bagian ulu hati, pindah ke perut bawah bagian kiri, lalu perut bawah bagian kanan. BAB saya selain susah juga selalu mencret.

Kalau sudah sakit perut, saya enggak bisa ngapa-ngapain, cuma bisa teronggok di kasur. Karena itu, saya konsultasi sama teman, kebetulan dia dokter yang lagi PTT. Teman saya menyarankan buat minum suplemen enzim biar lancar BAB. Bisa jadi, sakit perutnya karena sulit BAB, dan menyebabkan mual dan muntah juga. Saya nurut saja minum suplemen enzim itu dengan teratur sehari satu kali. Memang ada perubahan, BAB saya mulai lancar, tapi tetap mencret.

Beberapa waktu kemudian, saya konsultasi lagi sama Teman. Teman saya menyarankan buat saya minum obat maag dan makan dengan teratur karena ciri-ciri sakitnya mirip sakit maag. Sakit perut saya mulai mereda setiap kali mengkonsumsi obat sakit maag. Sayangnya, sakitnya hanya reda sekitar satu sampai dua jam saja. Setelah itu, saya kembali diserang rasa sakit yang luar biasa, merambah ke wilayah pinggang, paha hingga tulang saya linu sampai kaki. Bahkan setiap pagi, saya mulai kram perut!

Teman saya menyuruh saya periksa ke dokter secara menyeluruh. Ya sudah, pada tanggal 25 Februari 2015 saya pun datang ke puskesmas terdekat. Dokternya waktu itu bilang kemungkinan saya sakit usus buntu. Dokternya langsung merujuk ke rumah sakit besar untuk segera ditangani.

Sesampainya di IGD rumah sakit, saya langsung dicek oleh dokter bedah. Saya diharuskan rawat inap biar kalau ada apa-apa langsung bisa ditangani. Seumur hidup, inilah pertama kalinya saya memakai infus.

Dokter: Sakit perutnya udah berapa lama?
Saya: Udah dua bulan lebih, Dok.
Dokter: Kalau udah lama gitu, enggak mungkin usus buntu! Sakit usus buntu biasanya cuma seminggu. 
Saya: Terus saya sakit apa dong, Dok? -___-*
Dokter: Enggak tahu. Kita tes dulu aja!

Saya menjalani beberapa tes ketika dirawat berupa tes darah, tes urine, rontgen di bagian dada, USG perut, dan satu tes yang saya enggak tahu namanya. Seorang suster menusukkan jarum kecil ke telinga sampai berdarah, lalu dihitung kecepatan mengeringnya luka tersebut. Serentetan tes ini untuk menguji apa benar saya terkena usus buntu? Kalau memang benar, saya harus langsung dioperasi buat mengangkat usus buntu jangan sampai pecah di dalam hingga infeksi menjalar ke organ dalam lainnya.

Selama saya di rumah sakit, keluarga saya menunggui saya. Menunggui orang sakit itu bukan ‘cuma menunggui’, tapi harus merawat juga loh. Menunggui orang sakit itu capek banget lho. Jangan sampai orang yang menunggui orang sakit malah ikut sakit juga. Makanya ada beberapa persiapan yang harus kamu lakukan ketika menunggui orang sakit. Ini dia tips menunggui orang sakit:

Pertama, siapkan perbekalan makanan dan minuman. Usahakan makanan berat atau camilan berat. Kamu enggak bisa jalan-jalan ke sana ke mari sering-sering, jadi siapkan makanan bergizi buatmu. Minumannya juga siapkan yang mengandung banyak mineral dan nutrisi baik bagi tubuh, misalkan air putih, susu, dan hot chocolate. Minuman praktis yang bisa langsung diseduh. Kebanyakan rumah sakit menyediakan air panas buat kamu seduh minuman.

Kedua, suplemen vitamin. Karena kamu akan menunggui orang sakit di tempat banyak yang sakit, siapkan tubuhmu agar tidak terkena penyakit. Selama kamu menjaga si sakit, minumlah suplemen vitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuhmu.

Ketiga, siapkan alat-alat tidur yang nyaman. Semisal bantal, selimut, jaket tebal, dan kupluk. Jangan sampai kamu kedinginan apalagi kalau ruangannya ber-AC. Pastikan juga posisimu nyaman ketika tidur.

Keempat, siapakan alat komunikasi seperti gadget dan charger. Ada kalanya, sang penunggu dipanggil dokter atau suster, atau harus keluar kamar. Jika si sakit membutuhkan kamu, dia akan mudah menghubungi lewat telepon selular. Selain itu, banyak juga yang akan menghubungi untuk menanyai kabar si sakit.

Kelima, siapkan alat-alat hiburan. Menunggui orang sakit, mau enggak mau kamu akan diserang rasa bosan. Padahal kamu mesti terjaga agar sigap membantu si sakit. Makanya, siasati dengan membawa alat-alat yang bisa menghiburmu, yang praktis saja ya seperti buku novel atau komik. Jangan juga kamu bawa play station ke rumah sakit, kamu malah akan mengganggu si sakit.

Semoga tips menunggu orang sakit di atas bermanfaat ^_^. Cerita tentang TBC Usus bersambung ke bagian kedua.
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

19 comments:

  1. Lho? ternyata tips menunggu orang sakit....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Judulnya udah diganti ya biar lebih jelas :)

      Delete
  2. Semangat yah bu.. Cepat sembuh..

    ReplyDelete
  3. Waktu mamaku di rawat inap di RS juga aku dua malam nungguin mama, nginep di RS bareng nenekku. Dan memang hawa-hawa RS mah agak beda, kudu jaga badan banget kalo ga bisa-bisa ikutan sakit. :|

    ReplyDelete
  4. cerita pertama, baru tips menunggu orang sakit.
    bikin penasaran aja, apalagi judulnya, baru kali ini dengar tbc usus, biasanya tbc paru..

    Semoga cepat sembuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Nurien, berkunjung lagi ya ^^

      Delete
  5. Semoga Allah memberimu kesembuhan ya mbak, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih banyak Mbak Arifah ^_^

      Delete
  6. Moga cepat sembuh, Teh. Waduh, TBC Usus yaa... penasaran pengin tau kelanjutan ceritanya. Kemarin aku nungguin anak sakit bawa laptop, malah enak gak ada gangguan pas nulis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih doanya, Mbak Leyla. Hihihi ada hikmahnya ya, Mbak :D

      Delete
  7. Semoga cepat sembuh ya Mbak ^^ tapi kok lucu juga ya tiba-tiba tulisannya jadi tips :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Dweedy. Itu judulnya udah dibenerin :D

      Delete