Cerita Tentang TBC Usus: Efek Samping Obat dan Penanganannya

Biar nyambung, baca dulu Cerita Tentang TBC Usus Bagian Pertama, Kedua, Ketiga, dan Keempatnya ya *\^^/*

Kalau udah berniat berobat TBC apapun jenisnya, mesti dengan niat SEKUAT BAJA, SEKUAT BULU MATA SYAHRINI, SEKUAT TEMBOK CINA, Se … *mulai lebay*. Ya intinya modal niat mau sembuhnya kudu luar biasa kuat. Banyak orang yang gugur di tengah jalan alias Drop Out (DO). Gimana nggak pengin nyerah coba kalau mesti makan obat segede gedung pencakar langit selama minimal sembilan bulan ditambah banyaknya efek samping? Dahulu kala, orang yang punya penyakit TBC mesti minum obat empat jenis yaitu Rifampicin, INH, Pyrazinamid, dan Ethambutol yang gedenya ngalahin gunung. Beruntungnya, zaman sekarang, empat obat itu jadi satu tablet yang gedenya … masih segede gunung! Minimal cuma minum satu obat, kan?

Cerita Tentang TBC Usus Bagian Kelima
Obat TBC Usus

Dokter Silvia menyuruh saya minum obat tersebut satu kali dalam satu hari. Tepatnya sejam sebelum makan. Bangun pagi langsung minum obat gede itu sebanyak tiga butir. Boleh dikasih jeda persatu menit. Saya mulai makan obat di akhir bulan Maret.


Apa yang terjadi sesudah minum obat? Saya merasakan beberapa efek samping. Dokter Silvia juga udah ngasih tahu sih ada efek sampingnya dan berpesan pada saya, “Sabaaaar …!”

Baca beberapa artikel tentang efek samping obat TBC, efek samping dari kombinasi empat obat dijadikan satu versi baru ini termasuk efek samping ringan. Syukurlah.

Efek Samping Obat TBC Usus

Pertama, setelah makan obat TBC Usus, saya merasa mual dan ingin muntah. Apa mungkin gara-gara perut kosong jadinya begitu? Ternyata mual dan ingin muntah itu datang dan pergi seharian meskipun udah makan.

Kedua, kurang nafsu makan. Sebenarnya saya mudah merasa lapar, apalagi lihat makanan pedas dan berkuah. Menurut Dokter Silvia, nggak ada pantangan makanan. Saya boleh makan apa saja. Meskipun makanan-makanan itu menerbitkan selera, saya makan sedikit saja. Sering hilang nafsu makan ditengah-tengah melahap makanan. Lidah hampir selalu terasa pahit.

Ketiga, letih, lemah, dan lesu. Saya sangat suka aktivitas di luar rumah terutama menyambangi toko buku. Bisa berjam-jam saya melihat-lihat etalase buku terutama di bagian novel dan komik. Semenjak mengonsumsi obat TBC usus, tubuh saya mudah letih, lemah, dan lesu, jadinya saya hanya kuat pilih-pilih buku sekitar maksimal dua jam.

Keempat, pusing, sakit kepala, dan demam. Ketiga hal tersebut lebih banyak menyerang pada malam hari. Dulu, gaya hidup saya memang kurang baik. Hampir setiap hari saya begadang. Rasanya ide buat menulis mengalir deras pada jam-jam dimana semua orang terlelap. Dalam masa pengobatan TBC usus ini, saya mengusahakan diri untuk tidur teratur. Walaupun begitu, ditengah tidur malam, pusing dan sakit kepala sering kali menyerang disertai demam selama beberapa jam.

Kelima, ruam atau gatal-gatal pada kulit. Efek samping obat yang paling sering mampir. Biasanya, bentol-bentol timbul dari kepala sampai kaki. Saat tidur, saya sering kali menggaruk-garuk tanpa sadar sampai-sampai menimbulkan luka di kulit.

Cerita Tentang TBC Usus Bagian Kelima
Efek samping obat TBC usus salah satunya gatal-gatal

Keenam, gangguan menstruasi. Jadwal menstruasi saya datang lebih cepat dari biasanya dengan jangka waktu lebih lama juga dari biasanya.

Ketujuh, sekresi tubuh yang berwarna orange-merah. Menurut penjaga apotik rumah sakit, efek samping obat TBC usus menyebabkan urine berwarna merah. Warna obatnya memang merah sih. Ada juga yang sampai keringat dan air matanya berwarna merah. Untunglah saya enggak sampai seperti itu.

Kedelapan, dapat menimbulkan anemia.

Bagaimana cara mengatasi efek samping obat TBC Usus?
Karena tersiksa dengan efek samping obat, pada jadwal check up kedua, saya berkonsultasi dengan Dokter Silvia. Beliau bilang kalau obat TBC enggak bisa diganti. Hanya ada satu jenis obat saja. Untuk mengatasi berbagai efek samping obat, dibutuhkan obat tambahan lainnya. Seperti obat anti mual dan muntah, obat gatal, dan sangat dianjurkan mengkonsumsi vitamin penambah darah seperti piridoksin atau vitamin B6. Boleh juga ketika pusing atau sakit kepala mengonsumsi obat sakit kepala.

Cerita Tentang TBC Usus Bagian Kelima
Obat-obatan penghilang efek samping obat TBC usus

Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment