Sunday, February 22, 2015

Kakakku yang Tertua

Kakakku yang Tertua
: Kemas Iskandar Zulkarnaen

Kakakku yang tertua
Kakakku yang tertua

Dear Kakak Indra, Kakakku yang tertua. Kak, bagaimana rasanya jadi anak pertama? Banyak orang bilang, jadi anak pertama itu sulit. Kakak pertama apalagi laki-laki harus bisa menjadi panutan bagi adik-adiknya, harus bisa menggantikan sosok Ayah kelak.

Kak, aku merasa Kakak sudah berusaha keras menjadi apa yang diminta orang tua kita. Sejak kecil Kakak selalu berprestasi, mengondol juara kelas bahkan juara sekolah berkali-kali. Kakak juga pandai menulis dan memilih wanita. Seringkali aku diam-diam membaca cerpen-cerpen buatan Kakak. Kakak menjadi salah satu inspirasiku.


Yang paling istimewa dari Kakak, mungkin kakak juga lupa, setiap kali aku dan Eva berulangtahun, Kakak selalu memberi kami hadiah yang beda. Iya beda. Bukan boneka ataupun baju berenda. Kakak malah memberi kami satu pak kertas ukuran A5 berserta spidol warna-warni. Kakak meminta kami berekspresi.

Sebagai Kakak tertua, Kakak juga cukup melindungi dan tegas pada kami, adik-adik perempuannya. Sejak TK bahkan sampai SMA, Kakak mengantar dan menjemput kami. Walaupun waktu SMA sudah jarang sekali. Tak segan-segan pula, Kakak menegur kami jika pulang kemalaman atau lupa membantu keluarga.

Saat menikah pun, Kakak beserta istri tak melupakan kami. Kerap kali aku dan Eva, Kakak ajak menonton film di bioskop, jalan-jalan ke toko buku, atau sekadar main SEGA bersama-sama.

Detik-detik menjelang dewasa, Kakak tak jarang berpetuah agar aku memanfaatkan ilmu yang kupunya. Walaupun jalan yang kupilih jauh dari harapanmu, Kakak hanya menggerutu dan mengurut dada saja. Barangkali karena kita dilahirkan dalam tenggang waktu yang berjauhan. Dua belas tahun selisih usia kita.

Kak, kita memang jarang bersepaham, kita memang jarang punya waktu bersama tak seperti masa kanak-kanak dulu. Kita tumbuh dengan cara pandang dan pilihan yang berbeda, namun aku sadar, semua itu tak meluluhkan kasih sayang kita. Aku sayang Kakak, dulu, hari ini, dan selamanya.

Dari adik bontotmu
Evi
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

4 comments:

  1. Uwaaa berarti kakak beadik jago bikin fiksi.keren.
    hadiahnya berkesan sekali.boleh nih idenya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heuheu dulu sih Mbak, sewaktu Kakak saya remaja. Sekarang boro-boro nulis, baca aja jarang :)))

      Delete
  2. Romantisnya~ andai aku juga jadi punya kakak teh pasti rasanya akan sama seperti ini. :))

    Btw, teh evi berapa bersaudara? Aku baru tau teh evi anak paling bontot ternyata ya :|
    Hadiahnya anti mainstream banget. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. 5 bersaudara, Mita heuheu

      Iya hadiahnya kreatif sih :D

      Delete