Athaya, Apa Cita-citamu?

Athaya, Apa Cita-citamu?
: M. Athaya Kurniawan


Evi dan Athaya
Evi dan Athaya

Dear Adikku sayang, Athaya.
Hei, Kakak Athaya. Hmm… Kakakmu ini kok panggil kakak, ya? Jadi bingung. Aku panggil Athaya aja ya?

Semalam Kakak nonton marathon The Walking Dead season 1, jadi inget Athaya. Kakak udah punya loh lanjutan The Walking Dead season 5 episode terbaru. Mau? Sini-sini *melambai-lambaikan tangan*.

Athaya, sebenarnya Kakak nulis surat ini bukan mau ngasih spoiler kalau di episode terbaru The Walking Dead nanti ada yang …. *siap-siap digetok*. Oke, Kakak nulis surat ini sebenarnya penasaran dengan cita-citamu. Iya, Athaya, sekarang cita-citamu apa? Waktu kecil, Athaya punya cita-cita jadi polisi atau pembalap. Nah sekarang Athaya mau jadi apa?

Sekarang, Athaya udah gede, udah mau masuk SMA. Udah ABG. Duh nggak kerasa ya? Perasaan baru aja Kakak lagi lucu-lucunya nyontek-nyontekan di SMA, dan kamu baru lahir. Eh sekarang Athaya udah mau SMA. Jangan bilang Kakak udah tua!

Athaya, masa SMA itu menyenangkan banget. Kalau nggak percaya, tanya aja Ibu. Kakak sama Ibu pasti rela deh balik lagi ke zaman itu. Athaya boleh kok banyak main pas SMA, boleh juga nakal dikit (dikit aja), tapi Athaya jangan lupa mikirin cita-cita ya. Bukan berarti Athaya harus belajar melulu, bukan, tapi Athaya harus tahu tujuan.

Kakak lihat kamu suka main games. Boleh loh kamu punya cita-cita jadi game developer, itu loh orang-orang yang suka bikin game. Profesi itu cukup menjanjikan. Athaya bisa menyalurkan hobi juga bisa menghasilkan. Kamu mau jadi kayak BioWare yang bikin game super keren, namanya Mass Effect? Athaya suka lihat Om Isna mainin Mass Effect, kan? Ayo Athaya cobain main. Game-nya tentang perjalanan luar angkasa. Seru banget!

Athaya, Kakak mau bilang sama kamu, kalau cita-cita itu harus dari hati. Bukan pilihan orang lain. Sekali lagi, cita-cita itu harus dari hati. Menggapai impian itu memang sulit, tapi akan lebih sulit lagi kalau bukan pilihanmu. Apapun cita-cita Athaya, Kakak dukung sepenuh hati.

Oh ya, Athaya, jangan bilang-bilang Ibu kalau Kakak tulis surat ini buat kamu ya. Nanti ibu marah-marah sama Kakak. Athaya janji ya? Hehehehe.

Peluk Cium
Kakakmu yang juga Tantemu.
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

Selamat datang di dunia Evi Sri Rezeki, kembarannya Eva Sri Rahayu *\^^/* Dunia saya enggak jauh-jauh dari berimajinasi. Impian saya mewujudkan imajinasi itu menjadi sebuah karya. Kalau bisa menginspirasi seseorang dan lebih jauhnya mengubah peradaban ^_^

13 comments:

  1. Membaca suratmu dengan secangkir kopi memang begitu nikmat, tak mampu berhenti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih selalu membaca surat-suratku, Fikri ^^

      Delete
  2. Baru tau klo mb Evi nulis buat 30 hari menulis surat cinta. Athaya keponakannya ya mb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Lianny saya ikutan event #30HariMenulisSuratCinta :D | Iya ponakan, tapi udah kayak adik sendiri sih ;p

      Delete
  3. athaya, semoga cita2mu tercapai ya :)

    ReplyDelete
  4. Salam buat Athaya :))
    Keren jadi game developer, siap-siap pusing sama kode-kodenya aja hahaha
    Yup, setuju cita-cita emang harus dari hati sih :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam balik dari Athaya buat Kak Mita ^^

      Delete
  5. waah, kakak yang sangat perhatian.
    cita-cita itu memang sangat penting. sangat sangat sangat penting, athaya :)

    ReplyDelete
  6. Yup...cita cita harus dari hati dan harus mwngenali potensi diri sendiri

    ReplyDelete