Seling(kuh)an



Ay ay, Kapten Eva ^_^
Menarik banget baca surat kamu "Berpacu dengan Adrenalin" terutama kata selingkuh yang bikin deg-degan itu #gagalfokus. Bener juga ya, kalau kita lagi jenuh baiknya nyari kegiatan yang memacu adrenalin. Semacam mencari seling(kuh)an. Iihhh... jangan protes dulu. Baca suratnya sampai abis.

Kata Paulo Coelho dalam bukunya Aleph, rutinitas itu enggak ada hubungannya dengan kegiatan yang berulang-ulang. Karena setiap orang yang expert di bidangnya melakukan hal berulang-ulang. Misalnya, seorang penulis harus menulis setiap hari. Dia melakukan kegiatan menulis berulang-ulang. Tapi ada yang kita harus garisbawahi, kegiatan berulang-ulang tersebut tidak menghasilkan sesuatu yang sama. Melatih skill dan membawa kita pada tingkat yang lebih tinggi.


Apa sih hubungannya rutinitas, kegiatan berulang-ulang, dan seling(kuh)an? Setiap kita sering merasa jenuh melakukan rutinitas. Kenapa disebut rutinitas dan bukan kegiatan berulang-ulang? Jawabannya, karena merasa enggak menaikan skill, juga enggak bikin kreatif.

Rutinitas ini berbahaya, membunuh kreativitas. Banyak orang akhirnya memilih untuk seling(kuh)an. Menurutku, seling(kuh)an di sini berarti positif. Misalnya seorang penulis, punya hobi bersepeda. Bersepeda membuat dia punya kegiatan lain. 

Perempuan itu kan, multitasking. Perempuan bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Aku aja sekarang lagi ngerevisi komik sambil nulis surat sambil dengerin musik sambil main game sambil ngobrol sambil... (ini yang baca ngerti nggak ya?), pokoknya banyak deh kegiatannya.

Cuma, yang namanya seling(kuh)an itu bukan yang utama. Jadi ya, tetap aja ada hal utama. Seling(kuh)an itu dilakukan tanpa menghilangkan fokus. Kayaknya itu seling(kuh)an yang sehat. Demi kesehatan jiwa dan raga, sebaiknya setiap orang mencari seling(kuh)an, bentuknya hobi. Biar otak kita enggak capek, terbebas dari kepenatan.

Hobi kamu apa sih, Va? Pake nanya segala ya, pastinya baca sama nulis. Kalau aku sih nonton, baca komik, main game, dan banyak deh.

Eh, bentar Va, ada yang teriak-teriak di gerbang kayaknya ada yang datang. Jangan-jangan seling(kuh)an yang datang. Ups, ini rahasia kita aja ya. Setelah baca surat ini, jangan lupa disobek-sobek ya! (Lu kate ini surat bentuk kertas).

Udahan dulu ya suratnya. Itu yang teriak-teriak makin histeris. Mau nagih uang keamanan rumah kali.

Evi yang sedang mencari seling(kuh)an 
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

11 comments:

  1. hihihihi...seligkuhanku selain ngeblog itu jalan-jalan mbk,kalo nggak berkebun^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah berkebun, Mbak? Kalau di sini mulai susah juga buat berkebun. Susah tanahnya :(

      Delete
  2. mending setia aja deh. kasihan pasangan yang diselingkuhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas, ini bukan selingkuh dalam pengertian nyata -_-*

      Delete
  3. mending putusin yg lama, trs pacaran sama aku, biar SAH

    ReplyDelete
  4. Selingan memang perlu agar hidup bervariasi
    Kerja terus nggak rekreasi ya repot
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener PakDe, mesti seimbang. Salam hangat juga dari Bandung :)

      Delete
  5. nice pos sob salam kenal semoga makin sukses kunjugan balik y

    ReplyDelete