Surat untuk Monday Flash Fiction


1 Tahun Monday Flash Fiction

Dear Monday Flash Fiction,
bacalah surat ini dengan cinta, karena aku menulisnya dengan sepenuh hati. Surat ini bukan rangkaian kalimat puitis nan haru, hanya sekadar ungkapan terima kasih. Ya, terima kasih karena telah diperkenankan menjadi bagian darimu. Sebuah tempat belajar suka cita. Tempat kita saling melempar ide dan cerita.


Mengenalmu adalah mengenal keberanian. Aku tak pandai membuat kisah, apalagi yang penuh kejutan. Dari seorang perempuan berenergi, RedCarra—siapa yang tak mengenalnya?—aku dirangkul menujumu. Betapa menyenangkannya, Monday Flash Fiction adalah tempat penuh kejutan. Setiap minggu, aku ditantang untuk menulis. Rasa percaya diriku yang hanya secuil, kupertaruhkan untuk membuat sebuah flash fiction. Diam-diam aku berharap, tulisanku kelak menjadi karya terpilih.

Waktu bergulir, darimu, wajah-wajah baru mulai kukenal. Mereka memiliki passion yang sama. Tanpa ragu, memberikan saran dan masukan. Teman-teman yang tidak pelit ilmu, mau berbagi, dan selalu rendah hati.

Suatu hari, impianku terwujud. Tulisanku terpilih, dipamerkan, diumumkan, dipajang di rumahmu. Bahagia. Saat itu, rasanya tubuhku begitu ringan, seperti terbang.

Tak berpanjang-panjang, aku hanya ingin berterima kasih padamu. Karenamu, flash fiction menjadi lahan yang menghibur. Darimu, wajah-wajah menjadi karib. Dan untukmu, aku berharap teruslah bertumbuh. Menjadi kembang, mekar, kemudian menjadi pupuk.

Baiklah, kalau kamu sedikit memaksa, inilah saranku untukmu. Kapan para penghunimu bisa bersua? Ingin sekali pada suatu masa, karib-karib ini menjadi saudara. Menggenggam tangan mereka di dunia nyata. Semoga saranku tidaklah muluk.

Sampailah surat ini pada ujungnya. Kudoakan, hidupmu panjang hingga ratusan regenerasi.

Dari anggotamu,

Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

6 comments: