Review Film Wanita Tetap Wanita


Credit

Minggu lalu saya datang ke bioskop untuk menonton film Wanita. Saya menonton jam lima sore. Sempat sangsi untuk melanjutkan nonton karena saya adalah satu-satunya pembeli tiket. Bukan, bukan karena saya pikir filmnya jelek, tapi karena takut nonton di ruangan luas sendirian. Selain itu, ada rasa miris yang menggerus, kenapa film Indonesia belum mampu juga menjadi primadona di negeri sendiri? Pertanyaan klasik, tapi itu kenyataannya. 

Kekurangan yang fatal dari film Wanita Tetap Wanita adalah dari jalinan ceritanya. Maaf jika saya harus mengatakan plotnya begitu dangkal. Film ini memang bertema wanita, namun masalah yang diangkat begitu permukaan. Tak ada penawaran yang baru. Saya mungkin bisa memaklumi karena sutradaranya adalah empat orang lelaki. Sayangnya, itu tidak bisa menjadi pembenaran karena semua penulis skenarionya adalah wanita.




Cupcake (Didi Riyadi, Ilma Fathnufrida)

Di hari pernikahannya, Shana (Zaskia Sungkar) menerima pukulan besar. Calon suaminya pergi begitu saja. Untuk memperbaiki hidupnya, Shana mendirikan sebuah kafe cupcake bersama sahabatnya, Jasmine. Di sana, Shana bertemu dengan wanita-wanita mandiri. Itu juga yang memberikan kekuatan baginya.

Jasmine memiliki seorang kakak lelaki bernama Fauzan (Didi Riyadi). Fauzan berusaha mendekati Shana dengan gayanya yang cuek. Pelan-pelan dapat membuka hati Shana.

With Or Without (Reza Rahadian, Lily Nailufar Mahbob)

Bercerita tentang Adith (Renata Kusmanto), seorang penulis yang tidak suka menulis tentang cinta. Dalam perjalanan menuju kantor penerbit, Adith bertemu dengan Rangga (Marcell Domits), seorang supir taksi lulusan jurusan Filsafat. Pertemuan ini melahirkan perjumpaan-perjumpaan berikutnya.

First Crush (Teuku Wisnu, Hotnida Harahap)

Nurma (Revalina S. Temat), seorang pengacara,  bertunangan dengan Iko (Irwansyah), seorang aktor terkenal. Untuk memulai karirnya, dia melamar pada sebuah firma yang ternyata milik Andy (Teuku Wisnu), cinta masa kecilnya.

Reach The Star (Irwansyah, Wina Aswir)

Bercerita tentang Kinan (Shireen Sungkar) yang ingin memberangkatkan ibunya (Dewi Irawan) naik haji. Untuk memenuhi niatnya itu, Kinan melamar kerja ke sebuah maskapai penerbangan internasional. Dalam satu penerbangan, Kinan bertemu dengan Iko (Irwansyah) yang jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Kedekatan mereka menerbitkan skandal yang tercium media massa. Gosip itu memperburuk kondisi ibunya.

In Between (Irwansyah, Yunya Larasati)

Vanya (Fahrani Empel), seorang model harus menghidupi dua adiknya, Teddy dan Lola, penderita autisme. Di tempat kerjanya, Vanya didekati oleh Dion, seorang desainer. Berkali-kali Vanya menolaknya sampai lelaki itu menjegal karirnya. Dibantu sahabat wanitannya, Vanya dapat mengembalikan nama baiknya.


Sungguh saya tidak terkesan dengan film omnibus Wanita Tetap Wanita. Jika dibandingkan dengan pendahulunya seperti Rectoverso (2013) dan Perempuan Punya Cerita (2008), film ini tidak menawarkan perspektif baru. Bisa jadi film Indonesia belum bisa menjadi primadona di negeri sendiri karena kedangkalan ceritanya. Sayang sekali.

Baca Review selengkapnya di sini.

Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

Selamat datang di dunia Evi Sri Rezeki, kembarannya Eva Sri Rahayu *\^^/* Dunia saya enggak jauh-jauh dari berimajinasi. Impian saya mewujudkan imajinasi itu menjadi sebuah karya. Kalau bisa menginspirasi seseorang dan lebih jauhnya mengubah peradaban ^_^

8 comments:

  1. Padahal tadinya saya pengen tahu film ini. Jadi gak jadi mudik untuk nonton deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nonton aja, Mbak. Kan ini penilaian subjektif :D

      Delete
  2. Review yang lugas yah. Dan agak membuat saya jadi malas nonton. Dan itu sapah sih Natalia Shop, spam banget deh -__-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua spam dalam proses hapus -_-*

      Nontonlah Va, ini kan penilaian subjektif :D

      Delete
  3. Replies
    1. Main Put, cuma bentar di akhir film aja :D

      Delete
  4. jadi pengen nulis skenario film #eh? *koment ter-OOT* hihihihihi

    ReplyDelete
  5. makasi mba evi atas masukannya.. saya akan terus belajar membuat film yang bagus. terutama skenario yang kuat dan bagus salahsatunya. :)

    ReplyDelete