Prompt #23 Alina

Credit
Aku merasa Alina sedang menyeringai meskipun pada kenyataannya dia sedang memelukku erat. Air matanya membasahi kaos bagian bahu sebelah kananku. Kutepuk-tepuk punggungnya yang mungil dan ramping, gadis itu malah makin sesegukan.


“Berjanjilah tidak akan meninggalkanku!” pinta Alina berulang-ulang lebih menyerupai perintah.

Aku membatu. Entah berapa kali ingin kuucapkan bahwa aku ingin lari darinya. Tapi gadis yang menjadi sahabatku sejak kecil ini selalu bisa menarikku kembali.

           Alina adalah sosok perempuan yang penampilannya replika Barbie dengan rambut lurus berwarna pirang. Tungkai panjang dan langsing sering membuatnya jadi pusat perhatian. Belum lagi raut wajah mungil dan mata besar yang cantik. Sempurna.

      Tubuhku sintal, berkulit sawo matang, mataku setajam Elang. Penampilanku kasual. Karena itulah, aku selalu dipercaya keluarga maupun kekasih-kekasih Alina untuk menjadi pengawalnya. Yah, pengawal!

            Suatu hari, Alina punya kekasih kaya raya, namanya Andra. Dari luar dia terlihat baik-baik saja. Ketika akhirnya Alina bosan dan mendepaknya, lelaki itu menggertak akan bunuh diri. Alina tak peduli, dia sudah memiliki pengganti. Andra mengancam akan membunuhnya jika tidak kembali menjadi pasangannya.

            Alina menjadikanku tameng. Dia katakan bahwa penyebab retaknya hubungan mereka karena aku tidak menyukainya. Lelaki itu balik mengancamku. Berkali-kali dia mencoba menyakitiku. Pada saat terdesak, Raka menolongku. Lelaki yang kini mengisi hari-hariku.

            “Berjanjilah, kau akan terus di sisiku!” ucap Alina sambil mengguncang bahuku.

            Aku tersentak dari lamunan. Kudapati mata Alina memelas, meminta belas kasihan.

            “Maaf, Al. Aku memilih bersama Raka. Jaga dirimu baik-baik,” kataku tegas.

            “Oke, kalau begitu. Semoga kamu bahagia dengannya.”

            Aku mengangguk. Kedua lengan Alina melemas kemudian jatuh di kiri kanan tubuhnya. Kami saling tersenyum canggung.

            Masih kudengar gumamannya saat melangkah pergi, “Kamu telah membuat kesalahan besar, Nil! Raka adalah lelaki yang mengajakku berselingkuh ketika aku masih pacaran dengan Andra!”

            Kamu yang salah besar, Al. Raka bukanlah alasan sebenarnya dari kepergianku. Kebebasan. Kehidupan tanpa bayanganmu adalah kerinduanku. Jika kau menyadari itu.
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

16 comments:

  1. wogh.

    :-O capek juga kaliiii dijadiin bodyguard mulu... *pukpuk si Aku*

    ReplyDelete
  2. kompleks sekali ceritanya, evi. terasa 'berdesak-desakan' dalam 'ruang 300 kata'. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ceritanya harus lebih disederhanakan ya :D

      Delete
  3. mba, ini image-nya kudu cari si muka barbie itu. aku lupa siapa namanya, tp ada tuh di mbah. coba aja tanya. :p

    ReplyDelete
  4. keren, vi!
    kompleks, tapi oke menurutku.. :)

    ReplyDelete
  5. padat tapi keren, kompleks dan oke heheh

    ReplyDelete
  6. bagus, Mbak! untung gak dijadiin tukang ojek doang! :)

    ReplyDelete
  7. asyik bgt baca cerita ini Vie, nice writing ;)

    ReplyDelete
  8. Kereeen...Asyik.. Mantabs.... Alinaaaaa.... :) ni mbak Evi yang kembar itu khan ?? :D

    SaHaTaGo [Salam Hangat Tanpa Gosong] dari pemula asal Jogja, gak suka marah apalagi mencela, sukanya ketawa dan membuat orang lain bahagia, semoga berkenan berkenalan dengan saya, haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Abdullah. Evi kembar sama Eva #DuniaHarusTahuKamiKembar hehehe....

      Delete