Prompt #21 Misi

hdwallpapers4desktop(dot)com

Pasti aku sedang berhalusinasi!
Pasti kamu juga tidak akan percaya pada apa yang kuceritakan!

Sekarang ini,  aku sedang berlari menghindari kejaran orang-orang berpakaian hitam ala ninja. Mereka memburuku seperti angin puting beliung, tak kenal ampun.

Kejadian aneh ini dimulai tadi siang ketika aku dalam perjalanan menuju Jakarta dari Bandung. Rencananya aku hanya akan menghadiri sebuah simposium.  Di tengah jalan, mobil yang kukendarai diserang sekawanan ninja itu. Mereka memakai sebuah truk besar untuk menghalangi jalan. Mobil-mobil lain ikut berhenti. Siapa saja yang berani keluar kendaraan mendapat kecupan pisau kecil di keningnya.

Seorang ninja menyeretku keluar dengan kasar. Tubuhku gemetaran. Aku yakin akan mati saat itu juga. Untunglah seorang cowok yang entah datang dari mana, menendang kilat dan kuat ninja itu.

Cowok berperawakan proporsional yang mengenakan pakaian serba putih berbahan kulit itu menarik lenganku. Menaikan tubuhku ke atas punggungnya.  Seolah-olah aku adalah balita  yang digendong ayahnya. Dia membawaku membelah udara menuju bukit kecil pinggiran jalan tol.

“Siapa kamu? Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan? Kenapa kamu melindungiku?” tanyaku bertubi-tubi.

“Namaku Tera. Nanti akan kuceritakan semuanya!”

Kami memasuki kawasan perkotaan. Tera menurunkan tubuhku. Ketika kami menyangka keadaan sudah aman, sebuah pisau terbang melesat ke arah kami. Untung saja, Tera berhasil menangkapnya.

Tera kembali menarikku.  Sebelah tangannya mencengkeram pinggangku, sebelah lagi memegang sebilah pedang yang bisa memanjang dan memendek. Tubuhku rasanya dibawa menari olehnya. Gerakannya begitu luwes.

Ninja-ninja itu terus berdatangan, tak peduli seberapa banyak Tera berhasil membinasakan mereka. Kami kini terkepung!

“Serahkan Evita pada kami!” teriak seorang Ninja yang berpakain merah. Mungkin dia pemimpinnya.

Seperti dalam adegan film, ninja-ninja itu terdiam sambil berpose menunggu reaksi kami. Kalau aku jadi mereka,  tak akan buang-buang waktu. Langsung saja bunuh. Biasanya kalau sudah banyak gaya begitu, para antagonis akan kalah.

Tungu-tunggu, apa yang kupikirkan?! Aku bergidik, terkena serangan panik. Kulirik Tera, dia tetap terlihat tenang. Matanya menyapu titik-titik keberadaan para ninja, seperti mencari celah.

Dan, plass! Tera mengeluarkan salah satu senjata rahasianya. Sebuah alat semacam tali yang membawa kami melesat cepat ke atas salah satu atap gedung bertingkat yang mengapit pertempuran kami.

Kamu tahu? Momen melayang ini sungguhlah romantis dan dramatis. Apalagi dengan latar matahari tenggelam. Kini aku mengerti apa yang dirasakan Louis Lane saat bersama Superman. Atau Mary Jane saat bersama Spiderman. Kenyataannya, Tera memang memiliki kegantengan sekelas superhero.

Aku dan Tera saling menatap. Sorot matanya yang hangat mengunciku. Wajahnya hanya berjarak sejengkal dengan wajahku. Aku berada dalam dekapannya. Degup jantungnya yang teratur bahkan bisa kudengar.

Aku memejamkan mata perlahan. Mendekatkan bibirku, siap untuk dicium. Kurasakan hidung kami beradu.

“Kita sudah sampai,” katanya membuatku kaget.

Kubuka mataku dan mendapati sebuah kendaraan berbentuk kapsul besar melayang-layang. Yup, persis seperti dalam film Sci Fi.

“Ayo,” ajaknya sambil memapahku menaiki kapsul itu.

Tepat ketika kami sudah berada dalam kapsul, para ninja sampai di atap. Tera segera melesatkan kapsul. Mereka tidak bisa mengejar kami.

 “Kenapa mereka menginginkanku?”

“Mereka ingin melenyapkanmu. Kelak kamu akan jadi seorang pemimpin,” jawabnya. Sinar matanya meredup.

“Mereka mau membunuhku?”

Tera mendekap erat tubuhku yang gemetar.


“Iya! Begitu juga tugasku. Menghabisimu,” desisnya kemudian mencium bibirku lembut.
Previous
Next Post »

40 komentar

Write komentar
RedCarra
AUTHOR
19 Juli 2013 22.01 delete

speechless :))))))))))

oke. ummm.. adegan2nya tergambar dahsyat banget :)))) edun... openingnya..

udah langsung keliatan, kalo penulisnya suka nonton filem :P

Tapi .. mbak Vi.. ini mo cerita apa ya? halusinasi seseorang? kayaknya sekarang aku yang lemot :(

Reply
avatar
19 Juli 2013 23.15 delete

keren, Vi! Tapi ada yg mengganjal nih. Tera datang dari masa depan, menyelamatjan "aku" dari serbuan ninja. Tapi, buat apa menyelamatkan "aku" jika akhirnya membunuh juga?
Oya, jadi teringat film mandarin Future Cops juga Terminator 2 yg intinya sama, tokoh jahat datang dari masa depan untuk membunuh calon pemimpin masa depan. Dan seseorang (juga) dari masa depan datang menyelamatkan. :)

Reply
avatar
Orin
AUTHOR
19 Juli 2013 23.49 delete

beneran kek baca novel scifi mbak, kereeen. tapi aku bingung knp hrs diselamatin kalo akhirnya Tera ngebunuh Evita juga?

Reply
avatar
vanda kemala
AUTHOR
20 Juli 2013 01.33 delete

Vi, baca ini rasanya sama kayak lagi liat film :D

ini penuh imajinasi banget. dan bukan persoalan kenapa harus diselamatin kalo akhirnya Tera jg bunuh Evita, itu biasa aja terjadi krn sesama pembunuh biasanya saling berlomba untuk bisa bunuh korbannya lebih dulu. semacam persaingan terselubung. Evi berhasil "mengemas" persaingan itu.

ada typo, Vi. di paragraf 3, kalimat ke 4. "menghalangi", bukan "mengahalangi" :)

Reply
avatar
20 Juli 2013 02.43 delete

Ceritanya bukan halusinasi. Ini nyata dalam fiksi :D

Makanya openingnya ---> Pasti aku sedang berhalusinasi!
Pasti kamu juga tidak akan percaya pada apa yang kuceritakan!

Reply
avatar
rinibee
AUTHOR
20 Juli 2013 02.43 delete

Saya ngebayanginnya ini kaya Sailor Moon dan Tuxedo bertopeng.

*efek ngeliat gambarnya*

Dan ini detil adegannya dapet banget!

Keeereenn..

Dan endingnya? Makjleb!

Reply
avatar
20 Juli 2013 02.45 delete

Iya aku memang terinspirasi sebagian sama Terminator.

Sudah diedit ya, Attar. Semoga lebih jelas sekarang :)

Reply
avatar
20 Juli 2013 02.46 delete

Mbak Orin, sudah kuedit. Semoga sekarang jadi lebih jelas :)

Reply
avatar
rinibee
AUTHOR
20 Juli 2013 02.48 delete

Cuma yang menjadi pertanyaan. Kalau memang misinya adalah membunuh si Evita, sikapnya Tera nggak menggambarkannya. Soalnya kok kayanya justru kerasa 'melindungi'. Kalau mau membunuh mah nggak akan melindungi segitunya. Apalagi di bagian belakang cerita juga ternyata dicium.

Atau memang ini misi menghabisinya emang nyeni gitu ya? Menyiksa pelan-pelan?
Dicium dulu baru dibunuh?


*eh? :D

Reply
avatar
20 Juli 2013 02.48 delete

Aaaa... makasih ya Vanda. Terharu. *elap ingus*

Oke, aku benerin typonya :D

Reply
avatar
20 Juli 2013 02.50 delete

Makasih Mbak Rini :)

Reply
avatar
20 Juli 2013 02.54 delete

Memang sikapnya Tera melindungi kok. Karena Evita juga buruannya, jadi harus diselametin dari pemburu lainnya dulu.

Dan ciuman itu adalah penanda perasaannya Tera sama Evita. Semacam dilema gitu :D

Reply
avatar
20 Juli 2013 06.33 delete

Emang keren. Si Tera jatuh cinta kali ya sama si Evita, kok pke dicium segala :)

Reply
avatar
Eva Liana
AUTHOR
20 Juli 2013 07.43 delete

Jangan-jangan Tera itu kaya Poison Eve. Yang klo dicium langsung matik. Akhhh.
Betewe, si Tera itu bisa terbang yah? Terus terus terus setelah dicium dibunuh ga? Ma pacaran trus mereka kabur. Model-model kek Elektra gituh. Heu

Reply
avatar
Ade Anita
AUTHOR
20 Juli 2013 09.25 delete

Jadi inget terminator...

Reply
avatar
20 Juli 2013 12.44 delete

Si Tera enggak bisa terbang, cuma karena gerakannya cepat jadi kayak terbang :D

Bebas Va, bebas kok jalan ceritanya mau dibawa ke mana :D

Reply
avatar
20 Juli 2013 12.47 delete

Iya, emang terinspirasi dari situ :)

Reply
avatar
ronal
AUTHOR
20 Juli 2013 16.21 delete

untung baca koment Mba Ade Anita dl...soalnya mau nulis koment yg sama hehe :D

Reply
avatar
arai
AUTHOR
20 Juli 2013 19.50 delete

deskripsinya waw!
adegan battlenya suka euy. :D

Reply
avatar
21 Juli 2013 01.41 delete

geleng2 kpala abis baca ini..
keren! :)

Reply
avatar
na'
AUTHOR
21 Juli 2013 14.04 delete

sepakat sama yg diatas2, keren banget deskripsinya :)

Reply
avatar
Rika Halida
AUTHOR
21 Juli 2013 18.41 delete

Iya ah...mo ngebayangin akhirnya mereka pacaran aja terus kabur ke sebuah pedesaan di Nevada gitu #eaa... btw, keren mbak penggambarannya. berasa ada disana :)

Reply
avatar
21 Juli 2013 19.36 delete

Makasih Mbak Lia ^_^

Reply
avatar
21 Juli 2013 19.38 delete

Makasih ya Mbak Na ^_^

Reply
avatar
21 Juli 2013 19.39 delete

Wah lanjutan cerita yang sweet, Mbak :)

Reply
avatar
arai
AUTHOR
21 Juli 2013 20.35 delete

bagian melindungi buruan itu sama kayak Diego di Ice Age ya? :D
aku langsung kebayang itu lho. :D

Reply
avatar
arai
AUTHOR
21 Juli 2013 20.37 delete

masih belum bisa ngebayangin adegan sedetail itu, jadinya waw.
meskipun ada keinginan buat bikin, masih terkendala sama deskripsi yang terlalu sederhana sih. >.<

Reply
avatar
Miss Rochma
AUTHOR
22 Juli 2013 16.30 delete

kenapa kalau mau menghabisi, harus dibunuh dulu? trus, evita ini pemimpin apa? *garuk=garuk*

tapi aku suka kalimat ini : Sorot matanya yang hangat mengunciku. ihhhh, romantis,

Reply
avatar
22 Juli 2013 18.49 delete

Arai, jangan takut dengan deskripsi yang sederhana. Saya juga ga bikin deskripsi yang wow kok :D

Reply
avatar
22 Juli 2013 18.57 delete

kenapa kalau mau menghabisi, harus dibunuh dulu? <--- makasudnya gimana Mbak? menghabisi dan membunuh maksudnya kan sama :D

Bisa jadi pemimpin apa saja yang skalanya besar dan mempengaruhi banyak orang :D

Reply
avatar
22 Juli 2013 19.15 delete

Ice Age itu film? Belum pernah nonton :D

Reply
avatar
22 Juli 2013 20.39 delete

Wah... dijadiin cerpen seru nih :D

Reply
avatar
23 Juli 2013 07.09 delete

Makasih sarannya, Mbak :)

Reply
avatar
Shita K.L.
AUTHOR
26 Juli 2013 04.13 delete

Widiiih..Bisa ya teteh mendeskripsikan adegan laga dengan real, make sense, tanpa terkesan "lebay". Thumb up! *envy* :')

CErita sependek itu berhasil menggambarkan situasi, juga perasaan Tera yg dalam dilema antara cinta (mungkin love at the first sight atau mungkin cinta terpendam selama mengawasi Evita sejak misi itu diserahkan), dengan tanggung jawab akan tugas yang diemban. Suka ah! :D

Reply
avatar
29 Juli 2013 07.09 delete

Makasih ya, Tata :)

Reply
avatar