Gathering #30HariMenulisSuratCinta


Ini adalah tulisan yang tertunda tentang sekelumit perjumpaan dengan para pasukan penyebar cinta (mungkin mereka dikirim ke bumi oleh Sailormoon). Setelah hampir sebulan kata-kata dan foto-foto tersimpan acak, akhirnya bisa posting di blog juga.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, setelah selesai event online #30HariMenulisSuratCinta akan diadakan pertemuan secara offline atau gathering.

Saya sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan itu, terutama karena ingin bertemu secara langsung dengan orang-orang dibalik @poscinta dan tentu saja tukang pos yang selama ini menyampaikan surat-surat saya.

Acara gathering #30HariMenulisSuratCinta diadakan pada hari minggu, tanggal 17 Februari 2013. Pukul 11.00 - 14.00, tempatnya di Brick & Wood, Jl. Cihampelas 96, Bandung. Jujur saja, saya sempat takut nyasar karena baru pertama kali mendengar nama tempat itu, maklum saya bukan anak gaul Bandung yang saban hari nyantronin kafe.

Saya yang doyan telat dan ‘terlambat’ adalah nama tengah saya, sudah diwanti-wanti oleh Evaliana (partner nulis di program #DuaHati) untuk tepat waktu. Dengan tidak bermaksud telat (terlalu lama), tiba-tiba saja hari itu, saya kedatangan tamu yang paling menyiksa untuk para perempuan sejagad raya. Mau tidak mau saya teronggok tak berdaya di kasur beserta beberapa botol pereda rasa sakit.

Beberapa kali, Eva bbm saya, katanya sudah ada beberapa orang yang menanyakan saya dan Epa (kembaran saya). Saya menyeret kaki menuju kamar mandi, dan beberapa lama malah misuh-misuh kesakitan. Tetesan air yang dinginnya seperti es ikut menyiksa dan memperlambat kecepatan mandi saya.

Saya dan Epa bergegas menaiki motor yang kecepatannya seperti siput, akibat ban kurang angin. Kami memutuskan untuk mengisi angin dekat rumah, di daerah tegalega. Jam sudah menunjukan tepat ke angka satu. Rasa panik mulai menjalar. Panik memang bisa bikin orang tidak menggunakan kemampuan otaknya secara maksimal, alhasil saya mengarahkan motor pada jalan yang berputar yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama menuju lokasi.

Ditengah ketidakstabilan emosi itu, ban belakang malah bocor! Sekali lagi kami mesti mencari tambal ban, untung saja tidak begitu jauh. Tukang tambal ban ngotot harus mengganti ban dalam, sementara saya ngotot ingin ditambal saja. Siang itu rasanya makin terik.

Ah benar saja, kami sampai di lokasi tepat pukul dua siang. Sudah tidak tersedia lagi paket makanan hemat. Hiks (yaiyalah, acaranya udah mau beres!).

Keramahan Evaliana (tumben dia ramah walaupun saya telat) dan Kak Lionychan membuat perjalanan kami tidak sia-sia. Kak Lion memeluk kami dan memberikan merchandise berupa satu flashdisk yang lucu berwarna putih, ungu, dan sebuah paket internet dari AXIS.

Banyak sekali yang hadir dalam event gathering #30HariMenulisSuratCinta itu, di antaranya ada yang saya kenal lewat Twitter atau wajah-wajah pengunjung gathering tahun lalu. Alunan The Vuje membuat suasana jadi semarak, ditambah sepasang MC kocak.

The Vuje

Acara yang dinantikan pun tiba, yaitu perkenalan para tukang pos cinta. Misteri siapakah Bosse sebenarnya, dan orang-orang yang bekerja keras mensukseskan program ini hingga menginjak tahun ketiga. Program ini memang patut diacungi jempol! Dari tahun ke tahun, peminatnya makin banyak saja. Program yang merangsang keinginan  dan konsisten dalam menulis.

Jajaran +Pos Cinta 

Sebagai acara puncak, kami berfoto bersama. Saya juga berfoto dengan bu pos kesayangan yaitu Kak Liony dan Kak Kila. Bahkan saya diberi dua buah foto yang langsung jadi oleh Kak Kila. Senangnya *\^^/*

Panitia dan Peserta Gath #30HariManulisSuratCinta
Kak Liony dan Penulis Surat Cinta Huruf D-G
Evi dan Eva
Saya dan Evaliana
Kak Kila
Foto Langsung Jadi Dari Kak Kila
Evaliana dan KorekApiKayu
Saya dan KorekApiKayu
Eva dan Kak Lion
Si Kembar dan Kak Lion

Dalam berjalanan pulang, benak saya bertanya-tanya, akan kah saya kembali konsisten mengisi blog tanpa rangsangan sebuah event? Berapa banyak, peserta event yang kemudian belajar membiasakan menulis setiap hari setelah selesai #30HariMenulisSuratCinta ini? Atau jangan-jangan saya dan beberapa orang lainnya selalu membutuhkan motivasi dari pihak lain untuk terus menulis? Semoga tidak begitu.
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

8 comments:

  1. Serunya yahhhhhhhhhhh ..... Bakal lebih seru kalau ngga telat datang sik. Wow, tahun kemarin gw yang menuliskan gathering. Tahun ini biarlah menjadi giliranmu saja. Ho ho ho.

    Semoga yah kita tetap menulis dan update blog tanpa ada rangsangan dari luar. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Va, kita giliran ginih hehehe

      poin terakhir itu jawabannya 'semoga' :D

      Delete
  2. "Ini adalah tulisan yang tertunda tentang sekelumit perjumpaan dengan para pasukan penyebar cinta (mungkin mereka dikirim ke bumi oleh Sailormoon)"
    Fyi aja, Pih, aku nggak pernah ngirim pasukan penyebar cinta ke Bumi. Belum. Mereka masih tugas di Sedna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emmp... Perasaan yang Sailormoon itu... itu....

      Delete
  3. ihh.. ada poto kembarnya yg udah gede! :D
    (iya, evi, ini komentar agak kurang penting)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... gimana? miripkan?

      Delete
    2. mirip banget, apalagi matanya! kalau pakai cadar gak bisa ngenali tuh :D

      Delete
    3. Bedaaaa, kalau V belo-belo sipit, kalau Eva sipit-sipit belo. hehehe

      Delete