Resep Mujarab

Dear Eva,
Maaf ya sempat absen balas suratmu. Kita seri sekarang. Hehehe….
Aku sama Isna, sejak akhir tahun kemarin, resmi bergabung dengan negeri jamur.
Setahun kebelakang, kami berasal dari hutan ‘The Old Tree And A Leaf’ itu loh, Va.
Kamu sama Minke datang dari negeri mana?
Bukan dari negeri kuku, kan? Itu loh, Minku sama Evaku? Huahahahahahaha *kejedot tembok*

By the way, makasih ya, udah memberi semangat tentang novel itu. Meski tidak lolos jadi tiga besar. Yeah kamu bener, Va, Indah Pada WaktunyaSedihnya udah ilang.  Mau tahu resep mujarabnya? *miki-mikir* *takut diikuti* *tring*
Jadi resepnya adalah kerja! Kerja sampai lupa waktu. Kalau diam terus malah numpuk energi negatifnya. Jadi dua hari ini, aku kerja dan kerja. Menyenangkan!

Itu baru satu. Yang kedua…. *mikir-mikir lagi* *tring*
Janji jangan kasih tahu pak polisi ya, cepetan janji dulu!

Setiap kali sedih atau putus asa, kebut-kebutan aja di jalan. Nggak kencang-kencang sih, cukup 60-80 Km/Jam. Sambil nyanyi-nyayi lagu yang sedih, sampai nangis. Inget, sampai nangis! Sehabis itu, lega sudah. Jangan diikuti ya, hehe….

Kalau kamu gimana? Giliran bagi resep ya!
Yah, minimal, kalaupun kamu nggak bisa masak, bisa hibur orang gitu!

*terdengar bunyi grgrgrgr*

Itu bunyi gigi kamu Va? Huahahaha….

Nah resep ketiga (mendadak ingat) adalah baca buku atau nonton. Gara-gara sedihnya kebangetan, aku sampe marathon nonton How I Met Your Mother Season 1. Ya ampun, itu nggak tahu nonton yang keberapa kali. Tergantung efek yang diinginkan sih. Mau ketawa-ketawa atau menangis yang disamarkan? Biasanya kalau yang kedua itu, aku nonton Bethoveen Virus (Ini typo nggak, ya?). Langsung banjir air mata. Kalau ada yang nanya, tinggal jawab gara-gara nonton!

Makasih pujiannya, Va. Aku memang genius! Eh, legend… wait for it… dary….

Resep keempat, resep paling laku sedunia ABG. Yaitu curhat. Mau di socmed kek, di telpon, di FB, tapi enaknya sih langsung ya. Biar ada dada yang dibanjirin, ada yang meluk. Kenapa coba orang yang sedih mesti dipeluk? Secara teori sih, untuk menyeimbangkan detak jantung. Orang sedih, detak jantungnya nggak normal, jadi harus dibenerin sama yang meluk. Saran aja, pilih-pilih kalau mau meluk siapa ya. Jangan juga si mamang depan rumah di gabrug! Hehehe…. Ini penting buat ditulis. Soalnya, seorang Eva suka berbuat nekad tak tentu arah kalau sedih (ups, buka aib).

Kelimaaaaa….. adalah hujan-hujanan! Secara gitu baru dapet gelar baru dari Minku-Mu itu. Apa? Dewi Hujan? Iya deh! Padahal aku juga suka hujan, sayang nggak ada yang manggil Dewi Hujan. Sial!
Khusus tips ini, jangan lupa mandi abis ujan-ujanan. Sekarang-sekarang kan, kamu juga ketularan jarang mandi.

Keenam, emmm…. Emmm…. Emmm… udah deh minta resep mulu!

Sekian dan terima kasih untuk kebaikan berbagi resep ini. Silahkan disebarkan, jangan lupa pake copyright.

Bye Eva,

Evi yang pengen ditraktir kopi.
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment