Kunjungan

Surat balasan untuk Evaliana berjudul Mari Berpetualang, V!

Bersama keluarga STUBA

Dear Eva,

Petualangan ke Pangandaran yang kau ceritakan, terdengar mengagumkan.
Hanya saja membutuhkan biaya tidak sedikit, kan?

Jadi hari ini, setelah terkurung ribuan tahun di goa (ya, goa!), aku memutuskan melakukan suatu kunjungan.
Kemana? Ah, kau mau tahu saja! Ok, baiklah, akan aku ceritakan.
Aku datang ke kampus, tempat kuliahku dulu. Tempat aku mengejar ilmu.
Dan yang terpenting, tempat aku mendapatkan sebuah keluarga baru.



Sudah lama aku ingin mengunjungi STUBA, teater kampusku.
Sayangnya, kesibukan tidak mengijinkan aku melakukan itu.
Akhirnya, setelah deadline yang membuatku hampir gila dan mati kutu.
Aku sekarang berada di dapur, basecamp teater yang selalu mencipta rindu.

Eva, di sinilah tempat aku menemukan diriku sendiri.
Menjalani perjuangan dan kebimbangan dari hari ke hari.
Menemukan keluarga yang bisa mengerti dari hati ke hati.

Eva, bukankah kita sama-sama mencintai dunia panggung?
Entah kenapa, gegap gempita dan tepuk tangan penonton menimbulkan kerinduan tak terbendung.

Kau tahu, kenapa aku lebih suka mencari penghiburan di sini ketimbang tempat lain yang gemerlap?
Karena di sini aku bisa merasakan kesederhanaan, merasa tidak sendirian.
Ya, Va. Goa itu adalah pusaran waktu yang menjadikan seseorang begitu individual.

Bagaimana aku menyadarinya? 
Suatu malam, aku berbincang dengan kembaran yang kau tahu betul siapa.
Ternyata, tak ada sesuatupun yang kini betul-betul kupedulikan.
Alangkah lucunya ini semua. Ketika aku mencoba menuliskan realita, keberadaanku jauh dari nyata.
Aku hanya ingin menjejak bumi, ingin bersentuhan dengan manusia.

Sore ini, aku merasa sedikit lega.
Tak perlu petualangan besar untuk membuatku merasa ada.
Cukup menyadari, ada sebuah tempat yang selalu menerimaku apa adanya.
Meski mereka yang bersamaku telah pergi entah kemana.
Selalu ada yang lahir bersama waktu sebagai penanda, di sinilah aku pernah menghabiskan masa muda.

Salam penuh cinta.

Previous
Next Post »