Surat yang Menempel di Pintu

Zeke, semenjak kepergianmu
pintu rumah ini tak pernah kukunci
karena aku tak pernah tahu
kapan kau akan pulang
aku juga tak pernah tahu
kapan aku akan ada di rumah
aku hanya takut, kau menunggu di luar
tertidur dan kedinginan.

Zeke, semenjak kepergianmu
pintu rumah ini tak pernah kukunci
aku tak pernah perduli juga tak pernah takut
seandainya pencuri datang
menggondol seluruh isinya
karena aku yakin,
hanya kau yang tahu arti rumah


Kostan, 300506, 12:35 WIB

Puisi ini masuk kedalam Antologi Puisi "Herbarium, Kumpulan Puisi 4 Kota. Bandung – Padang – Denpasar – Yogyakarta" Pustaka Pujangga - 2007
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

1 comment: