Minke, Dunia Maya Adalah Surga Kita


Untuk @Minkewh

Minke,
Begitu ingin kau dipanggil. Apakah kau penggila novel BUMI MANUSIA yang akan segera dibuat film itu? Ini pertama kalinya aku bertanya padamu. Jika kusebut nama Annelis, kau pasti segera ingat padaku. Tak perlulah kusebut disini. Kau yang memberiku nama itu. Sungguh nama itu sangat cantik. Kau beri tahu artinya, bunga akhir abad. Tapi nama itu tak sepadan denganku. Maaf, kau pasti marah. Aku tak peduli, begitulah kenyataannya.


Minke,
Pertemuan kita bisa dihitung jari tangan. Pertemuan nyata, maksudku. Pertemuan maya kita, tidak terhitung jumlahnya. Dunia maya adalah tempat kita bertemu, delapan tahun yang lalu. Kau suka menulis, aku juga. Kita ikut sebuah mailing list yang sama, jadilah kita bertegur sapa. Bertukar karya dan bertukar cerita. Aku suka puisi-puisimu, memiliki ciri khas dan matang. Puisi-puisiku masih kekanakan, akui saja.

Minke,
Aku terharu ketika kau membuatkan aku banyak puisi dan sebuah cerpen tentang pertemuan. Kita ingin sekali bertemu waktu itu. Kota membuat jarak, semua hilang di dunia kita, dunia maya. Minke, dunia maya adalah surga kita. Puisimu mengalir, kata menjadi mata, aku bisa melihatmu lebih dekat, melihat kedalaman jiwamu yang lirih.

Minke,
Bagi manusia surga ternyata tidak cukup. Adam dan Hawa memang harus turun ke dunia. Maka kita bertemu. Pertemuan yang menyenangkan.
Adalah waktu yang sangat suka membuat manusia berjarak bahkan surgapun bisa dibuatnya menjauh. Kita kehilangan kebersamaan.
Terik dan basah silih berganti. Setahun yang lalu kau hadir kembali. Hanya demi menghiburku yang tengah patah hati. Aku tidak pernah tahu dari mana kau mendapat kabar burung itu, tapi itu benar. Suatu hari kau menelponku, mengatakan kau tengah di kotaku. Aku tidak menemuimu. Seandainya saja aku tahu, kau datang demi memberiku penghiburan, mungkin aku akan menemuimu. Sayang, aku terlalu terbuai kesendirian. Ada satu kalimat yang kuingat betul : “Jangan pernah ada masa suram lagi”. Aku menangis. Dalam hati, aku berdoa : “Semoga kau selalu bahagia, dan masa suram tidak akan pernah lagi menghampiri kita”.

Minke,
Dunia maya adalah surga kita. Dunia milik kita. Dunia yang tidak pernah terasa maya, karena surga adalah impian setiap manusia.
Jaga diri baik-baik ya.. salam persahabatan untuk kekasihmu juga. Semoga Tuhan beserta kita yang senantiasa berdoa.
Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

Selamat datang di dunia Evi Sri Rezeki, kembarannya Eva Sri Rahayu *\^^/* Dunia saya enggak jauh-jauh dari berimajinasi. Impian saya mewujudkan imajinasi itu menjadi sebuah karya. Kalau bisa menginspirasi seseorang dan lebih jauhnya mengubah peradaban ^_^

2 comments:

  1. Rupanya kisah Minke dan Anelis versi lain. Jadi bukan bunga akhir abad dong, tapi Bunga Awal Abad.... :)

    Sukses ya Vie, bertandang juga dong ke http://patriadei.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. trims ya pak, sy akan bertandang ke blog bpk :)

      Delete