Meleburkan Kenangan

Meleburkan Kenangan
(Ki-ka) Evi, Tiffany, Elsiana, Lenny, dan Anggi


22 Januari 2012

Hari ini, aku ingin menyapa diriku sendiri yang berumur 16 tahun. Umur dimana aku begitu menikmati hidup. Begitu lengkap, begitu indah. Memiliki keluarga bahagia, teman-teman yang banyak, kegiatan positif yang tentu saja kucintai yaitu teater dan menulis, dan memiliki seorang kekasih. Cinta pertamaku. Setiap kali sedih, kecewa dan frustrasi, aku ingin kembali ke masa itu. Memutar waktu, memperbaiki segalanya dari awal.

Kali ini aku ingin bicara padamu. Pada Evi yang berumur 16 tahun.  Vie, aku sudah tidak ingin kembali kepadamu, seberapa sulit pun kehidupan yang kulalui. Bukan karena hal itu tidak mungkin--barangkali di tempat entah, mesin waktu, diam-diam telah beroperasi--melainkan, karena aku sudah mencintai hidupku. Dulu dan sekarang.

Setelah lewat umur 16 tahun, kau tak akan dapat membayangkan perjalanan hidup yang harus kaulewati menujuku. Berapa banyak kekasih yang akan datang dan pergi? Berapa banyak kesalahan yang kaubuat untuk menemukan impianmu yang sejati? Berapa kali kau akan terjatuh dan berdiri kembali? Hidup memang serupa kilasan bunga tidur, yang jarang ingin kaupercayai.

Sepuluh tahun lewat, aku menyadari betapa waktu telah berhenti padamu. Cinta, impian, pemikiran, dan idealisme. Segalanya. Maaf sayang, betapa lamanya hidup kubebankan padamu. Pada kenangan. Kini, umur kita menuju 27 tahun, segalanya telah berubah. Harus berubah. 

Pertemuan ku dan mu telah meleburkan kenangan, melepaskan ruh kita yang baru. Kali ini, biarkan kita berjalan sendirian, tanpa ada bayangan. Tumbuh dan berkembang, meninggalkanmu jauh di belakang.

Evi Sri Rezeki
Evi Sri Rezeki

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

2 comments: